Traditional Games Returns

Lupakan Gadgetmu, Ayo Main di Luar!

Jumat Asyik di SDN 1 Pancoranmas Depok: Eksplorasi Permainan Bersama Rumbel BEM UI!

Sabtu, 25 April 2026 ~ Oleh Traditional Games Returns ~ Dilihat 18 Kali

Foto Bersama di Acara Rumbel UI Goes to School #2

(Dokumentasi TGR X Rumbel UI, 2026)

Halo, Sobat TGR! 

Setelah melewati satu pekan penuh dengan rutinitas, bermain permainan tradisional menjadi aktivitas yang tepat untuk mendapatkan keseruan, lho! Pada Jumat siang, 29 Januari 2025, senyum kegembiraan terlihat pada setiap pos permainan di kegiatan Rumbel BEM UI Goes to School #2. Kegiatan ini merupakan program dari divisi Community Empowerment Rumah Belajar BEM UI 2025/2026 yang fokus pada edukasi dan pemberdayaan sekolah-sekolah terutama yang berlokasi di Depok.

Kali ini, aktivitas berlokasi di SDN 01 Pancoranmas Depok dan diselenggarakan sepulang sekolah mulai pukul 13.00-16.00 WIB. Kegiatan ini menggandeng relawan Tim Traditional Games Return (TGR), dengan mengajak ratusan siswa kelas tiga dan empat untuk bermain permainan tradisional bersama. Terdapat sepuluh kelompok yang masing-masing didampingi oleh dua fasilitator dari Rumbel UI untuk mengitari sepuluh pos permainan tradisional yang dipandu oleh satu hingga dua anggota tim TGR. 

Setiap kelompok berisikan peserta dengan tingkatan kelas yang berbeda. Oleh karena itu, sebelum memulai kegiatan, seluruh peserta diajak ke lapangan sekolah untuk saling berkenalan. Nah, adik-adik saja sudah berkenalan dengan kakak-kakak Rumbel UI, sekarang waktunya kita yang berkenalan dengan Rumbel UI lebih dalam, yuk!

Rumah Belajar (Rumbel) BEM UI merupakan salah satu program kerja Departemen Sosial Masyarakat Badan Eksekutif Mahasiswa UI (BEM UI) yang bergerak di bidang pendidikan. Tujuannya mendukung adanya inklusivitas pendidikan, Rumbel UI memiliki beberapa program kerja unggulan. Salah satunya adalah Rumbel UI Goes to School #2 ini, yang tidak hanya memberikan pengajaran secara formal, melainkan juga pembelajaran berdampak yang dikemas oleh kegiatan bersenang-senang bersama tim TGR

Setelah sesi perkenalan kelompok, para siswa diberikan instruksi perjalanan antar-pos oleh kak Nabil selaku perwakilan dari tim TGR. Harapannya, tiap kelompok dapat melakukan keseluruhan permainan dengan tertib dengan waktu eksplorasi tiap pos 7 menit. Pemberhentian di tiap pos mencakup sesi praktik bermain permainan tradisional serta penjelasan edukatif terkait permainan yang dikunjungi. Edukasi terkait sejarah, cara bermain, alternatif alat permainan, serta penyebutan nama permainan lain di berbagai provinsi lain menjadi bentuk pelestarian budaya Indonesia pada generasi mendatang. 



Dokumentasi Permainan Congklak, Engklek, Balago, Membebaskan Bola, dan Keprayan

(Dokumentasi TGR Community X Rumbel UI, 2026)

Siang hari itu, terdapat sepuluh pos dengan bentuk permainan yang berbeda-beda dengan tujuan untuk melatih kerja sama, ketelitian, serta kesabaran para murid. Beragamnya permainan yang ada juga diharapkan dapat meningkatkan antusiasme anak-anak dalam memperagakan permainan tradisional secara langsung. Kira-kira, kesepuluh pos permainan itu apa saja, ya?

Pos 1: Congklak

Pos pertama yaitu sesi bermain congklak atau yang biasa dikenal sebagai dakon. Permainan tradisional Nusantara yang dimainkan berhadapan menggunakan papan kayu atau plastik berlubang dan biji-bijian/kerang ini mendorong adik-adik untuk mengumpulkan biji terbanyak di "lumbung" mereka. Penuh semangat, mereka menyusun strategi agar dapat menjadi pemenangnya! Meskipun terdapat menang dan kalah, mereka tetap bermain dengan gembira.

Pos 2: Engklek

Nah, selanjutnya adik-adik tak lagi bermain dalam posisi duduk, mereka ditantang untuk beraktivitas fisik. Kali ini melalui permainan engklek, dengan petak-petak yang berada di lantai depan mereka, adik-adik siap melemparkan gaco ke petak pertama. Untuk dapat menyelesaikan permainan, mereka juga harus melompat dengan satu kaki melewati keseluruhan petak dengan syarat tidak boleh menginjak garis atau kotak yang terdapat gaconya. Setelah mencapai ujung petak pun, adik-adik masih sangat antusias dan berhati-hati dalam melangkahkan kaki kembali ke petak awal sembari mengambil gaco yang telah dilempar sebelumnya.

Pos 3: Balogo

Aktivitas melompat-lompat sebelumnya belum dapat memadamkan api semangat para adik-adik! Di pos ini, mereka memainkan balogo, permainan yang menggunakan “logo” berupa kepingan tempurung kelapa dengan stik pemukul (panapak) untuk merobohkan logo sasaran yang berada di ujung. Tiap kelompok membuat barisan secara rapi untuk bergantian melontarkan logo mereka. Adik-adik pun terhanyut ke dalam permainan dan fokus mencetak poin sebanyak-banyaknya! 

Pos 4: Membebaskan Bola

Selain permainan-permainan sebelumnya yang bersifat kompetitif per individu, TGR juga mengajak adik-adik untuk meningkatkan kemampuan bekerja sama mereka, lho! Di permainan membebaskan bola ini, masing-masing anak harus memegang stik dan duduk melingkari keranjang penuh lubang untuk mengeluarkan bola dengan stik tersebut. Bermodal konsentrasi dan kekompakkan, mereka mampu menyihir suasana permainan menjadi sangat kompetitif antarkelompok! Adik-adik secara antusias berlomba menaikkan bola keluar dari keranjang secepat mungkin untuk menjadi kelompok yang terbaik.

Pos 5: Keprayan

Pos kali ini bagaikan refreshing dari pos-pos sebelumnya. Adik-adik kembali duduk santai membuat lingkaran sembari mengitari tumpukan lidi warna-warni. Meski permainannya sederhana, yaitu hanya mengambil satu stik tanpa menggerakkan yang lain, tetapi proses permainannya sungguh menegangkan. Tingkat konsentrasi yang tinggi sangat dibutuhkan di sini, kalau terdapat lidi yang tersenggol sedikit, teman-teman lain akan menjadi saksinya!



Potret Permainan Ular Tangga, Gasing, Eat Bulaga, Cublak-Cublak Suweng, dan Kuda Bisik

(Dokumentasi TGR X Rumbel UI, 2026)

Pos 6: Ular Tangga Papan

Setengah pos telah berhasil adik-adik lewati dengan baik, tiap kelompok secara bergantian menuju ke lantai dua sekolah untuk melanjutkan permainan selanjutnya yang tidak kalah menarik. Pada pos ini, papan ular tangga berukuran besar yang terbentang di hadapan adik-adik mendorong mereka untuk melangkahkan kaki layaknya pion di atas papan. Dengan sabar, mereka berbaris untuk bergantian melempar dadu yang menentukan langkah kaki mereka. Suasana kian mengasyikkan karena tiap langkah yang ada bisa saja membawa mereka naik melalui tangga maupun turun karena bertemu ular, sorak penuh kegembiraan pun terdengar meriah tiap kali dadu di ruangan ini dilemparkan!

Pos 7: Gasing

Pada pos ini, adik-adik sudah tidak lagi melempar dadu ular tangga, melainkan melempar gasing untuk diadu! Melilitkan tali dengan tepat hingga melempar gasing agar dapat berputar secara maksimal adalah teknik dasar permainan yang perlu dikuasai dalam permainan ini. Untuk itu, adik-adik dengan cermat memperhatikan instruksi dari tim TGR agar gasing mereka berputar di atas tampah. Sorak-sorai kemenangan mencuat dari mereka yang berhasil mengadu gasingnya satu sama lain.

Pos 8: Eat Bulaga

Beralih ke pos lainnya yang tidak kalah seru, permainan yang terinspirasi dari suatu acara TV zaman dahulu ini masih sangat menyita perhatian adik-adik. Eat bulaga, permainan di mana peserta menebak kata di atas kepala mereka dan satu pihak lainnya berfokus untuk memberi petunjuk hingga jawaban yang tepat dapat ditemukan. Koordinasi tim dan cara berkomunikasi yang baik ikut terlatih juga, lho, melalui permainan sederhana ini.

Pos 9: Cublak-cublak Suweng

Setelah asyik menebak-nebak kata, selanjutnya suasana hangat kembali tercipta pada permainan yang diiringi lagu berbahasa Jawa ini. Cublak-cublak suweng, permainan sederhana tetapi penuh pesan moral terkait keselarasan urusan duniawi dan akhirat pada lirik lagunya. Adik-adik membagi peran berupa satu orang menjadi dadi (orang yang tengkurap) dan 4–5 orang sebagai pemain yang meletakkan telapak tangan di punggung dadi untuk mengecohnya. 

Usai lagu dinyanyikan, salah satu pemain yang tidak membungkuk harus memegang dan menyembunyikan kerikil tersebut. Sementara itu, dadi akan menebak pemain mana yang memegang atau menyembunyikan kerikil. Tak hanya menyenangkan dan mengandung pesan moral, permainan ini juga mengasah kemampuan lain seperti bernyanyi sesuai ritme, mengenal bahasa Jawa, serta melatih motorik halus adik-adik!

Pos 10: Kuda Bisik

Akhirnya, tibalah adik-adik di pos permainan terakhir! Di permainan kuda bisik ini, mereka membuat barisan lalu masing-masing anak membisikkan kalimat layaknya domino yang berkaitan dengan permainan tradisional seperti “dempruk, congklak, bakiak”. Permainan ini cukup menantang sebab dalam satu ruangan, mereka harus berbagi tempat dengan adik-adik lainnya sehingga konsentrasi dan pendengaran harus selalu dimaksimalkan! 



Perkumpulan Murid Bersama dengan Kelompok

(Dokumentasi TGR X Rumbel UI, 2026)

Sepuluh pos permainan telah terlewati, tak terasa waktu sudah memasuki sore hari. Meski demikian, peluh keringat selepas banyak beraktivitas tak menghentikan keceriaan mereka. Bahkan, kegembiraan semakin bertambah ketika memasuki sesi apresiasi dari para fasilitator Rumbel UI. 

Masing-masing anak diberikan reward khusus yang disiapkan oleh kakak pendamping kelompok mereka. Hadiah selepas menyelesaikan seluruh permainan tradisional merupakan salah satu cara untuk meningkatkan minat adik-adik untuk terus melestarikan kebiasaan bermain ini. Senyum dan gelak tawa juga terpancar lebih banyak ketika setiap kelompok menghabiskan waktu bersama untuk membicarakan betapa asyiknya permainan yang baru saja mereka lewati. 

Apa Kata Mereka Terkait Acara Ini?

Eksplorasi pos permainan ini ditutup dengan sesi berbagi cerita dari para peserta dan fasilitator Rumbel UI. Mereka menceritakan berbagai keseruan, tantangan, serta momen kebersamaan yang dirasakan saat mencoba permainan tradisional di setiap pos. Kira-kira bagaimana, ya, pengalaman mereka? Simak hasil wawancaranya, yuk!

Wawancara dengan Para Murid

(Dokumentasi TGR X Rumbel UI, 2026)

Fatih, siswa kelas 3 SD, bercerita dengan antusias terkait pengalaman bermainnya dengan teman-teman,

"Hari ini seru banget, kak! Aku paling suka permainan gasing, soalnya udah biasa main gasing di sekolah. Semoga nanti aku bisa ikut acara dari TGR lagi"

Bukan hanya Fatih yang merasakan banyak kebahagiaan hari ini, nih! Ada juga Kaiya, seorang siswi kelas 4 menyatakan kegemarannya terhadap seluruh pos permainan tradisional.

“Aku suka banget semua permainan hari ini, Kak! Karena bisa dimainkan bersama teman-teman, kakak kelompok aku, serta kakak-kakak penjaga pos. Aku juga mau ikut acara main permainan tradisional bareng TGR lagi kalau ada kesempatan.” 

Wawancara dengan Fasilitator Rumbel UI

(Dokumentasi TGR X Rumbel UI, 2026)

Tak hanya adik-adik saja yang menceritakan pengalamannya, salah satu kakak fasilitator dari Rumbel UI juga turut antusias bercerita saat diwawancara, lho! Namanya kak Syifa, mahasiswi Fakultas Ilmu Keperawatan dari Universitas Indonesia yang turun langsung berinteraksi dengan para adik-adik ini. Bagaimana, ya, cerita kak Syifa atas pengalamannya hari ini?

“Ini pengalaman pertama aku menjadi relawan dari Rumbel UI, dan aku langsung tertarik karena acaranya berkolaborasi dengan TGR untuk memainkan permainan tradisional. Persiapan acaranya juga terasa sangat matang, jadi aku yakin kegiatan ini akan berjalan lancar dan menyenangkan. Bermain di pos-pos permainan yang variatif juga buat aku bernostalgia masa SMP ketika sering bermain congklak. Apalagi bermain bersama adik-adik SDN 01 Depok yang sangat ceria membuat pengalaman ini rasanya semakin spesial.

Walaupun di awal acara aku sedang kurang enak badan, sepanjang kegiatan aku justru sangat menikmati setiap rangkaian acaranya dan badanku setelah acara justru terasa lebih fit! Aku berharap TGR Campaign dapat terus berkembang agar permainan tradisional tetap bisa dilestarikan di tengah banyaknya penggunaan gadget. Semoga di kesempatan berikutnya Rumbel UI juga bisa berkolaborasi lagi dengan tim TGR dan menciptakan lebih banyak memori indah seperti hari ini.”

Nah, sobat TGR, kegiatan hari ini seru sekali bukan? Baik adik-adik maupun kakak-kakak relawan Rumbel UI saja ingin bermain lagi dengan TGR! Mereka juga jadi lebih tahu tentang beragamnya permainan tradisional Indonesia! 

Sebab itu, yuk, ikuti terus kegiatan TGR! Kegiatan bermain ini selalu membawa banyak makna dan kenangan baru, lho! Jika sobat juga ingin berkolaborasi dengan TGR dapat menghubungi admin Salsha di nomor 085694792992 ya! Lupakan Gadget-mu, Ayo Main di Luar!

Journalist: Ghania Nayla Hanifah

Editor & Publisher: Aghnina Wahdini

Graphic Designer: Shafiyya 

Permainan Tradisional Sdn 01 Pancoran Mas Tgr Campaign Traditional Games Returns
Komentari Tulisan