Halo, Sobat TGR! Pada awal bulan bulan Ramadhan lalu, tepatnya pada 1 Maret 2026, tim TGR mengadakan acara di Panti Asuhan PYI Cinere yang disambut anak-anak dengan sangat antusias. Tim TGR hadir untuk mengajak anak-anak bermain permainan tradisional yang seru dan menyenangkan. Tidak hanya tim TGR, kakak pendamping dari Voluntrip by Kitabisa juga turut meramaikan acara.

Foto Bersama
(Dokumentasi TGR Community, 2026)
Acara dimulai dengan sesi ice breaking oleh Kak Nina dari tim TGR untuk membangun kedekatan antara kakak dan adik. Ice breaking dimulai dengan membentuk lingkaran yang terdiri dari anak-anak dan kakak pendamping. Ice breaking dimulai dengan bermain dan bernyanyi bersama yang dipimpin oleh Kak Nina. Ketika lagu berhenti, mereka harus membentuk kelompok sesuai jumlah yang telah disebutkan.
Setelah berkumpul bersama teman satu kelompok, ice breaking kembali dilanjut dengan bermain cingciripit. Cingciripit dimainkan dengan meletakkan satu jari telunjuk di telapak tangan teman sebelahnya, lalu menyanyikan lagu. Saat lagu berakhir, telapak tangan menutup, dan jari yang tertangkap menjadi "ucing”.

Keseruan Ice Breaking Cingciripit
(Dokumentasi TGR Community, 2026)
Tidak berhenti sampai di sana, keseruan kembali berlanjut ketika beralih ke permainan cublak-cublak suweng. Setiap kelompok menentukan satu orang untuk menjadi penjaga. Pemain yang menjadi penjaga akan tengkurap, sementara yang lainnya memutar kertas di atas punggung penjaga sambil bernyanyi cublak-cublak suweng. Setelah lagu selesai, kertas disembunyikan, dan penjaga harus menebak siapa yang menyembunyikan kertas tersebut.
Setelah puas bergembira memainkan cublak-cublak suweng, ice breaking dilanjut dengan bermain ampar-ampar pisang. Kakak dan adik berpasang-pasangan untuk menyanyikan lagu ampar-ampar pisang yang diiringi dengan gerakan tangan yang dilakukan bersama-sama. Permainan ini melatih kekompakan, semakin cepat lagu dinyanyikan, semakin terdengar juga semangat dan keceriaan mereka.

Keseruan Ice Breaking Ampar-Ampar Pisang
(Dokumentasi TGR Community, 2026)
Karena sesi ice breaking sudah selesai dan kedekatan sudah terbangun, saatnya berlanjut ke sesi permainan tradisional! Setiap kelompok akan bermain dari satu pos ke pos selanjutnya, mengikuti instruksi yang akan diberikan oleh kakak fasilitator yang berada di setiap pos. Terdapat 6 pos permainan yang berisi berbagai permainan seru dan menyenangkan. Ada permainan apa saja, ya Sobat TGR? Yuk, simak keseruannya!

Keseruan Bermain Balogo
(Dokumentasi TGR Community, 2026)
Di pos pertama terdapat permainan balogo. Pada pos ini anak-anak mulai bermain dengan posisi jongkok, menggenggam pemukul bambu sambil fokus mengincar logo yang berada di depan mereka. Setelah fokus dan tangan dalam kondisi siap, logo terlempar, dan klak! suara yang menandakan bahwa logo di depan mengenai sasaran. Seketika suasana yang tadinya hening, menjadi ramai dipenuhi sorak kemenangan.

Keseruan Bermain Jenga Pass
(Dokumentasi TGR Community, 2026)
Di pos kedua terdapat permainan Jenga. Jenga yang biasa dimainkan di atas meja, kini harus dimainkan dengan tingkat kesulitan yang berbeda. Jenga disusun di atas papan, satu per satu kakak dan adik terlihat cemas ketika menyusun jenga. Terlihat, tangan mereka pun mulai gemetar ketika harus memindahkan balok ke pemain selanjutnya. Setiap goyangan kecil memicu canda tawa dari yang lain. Pada saat waktu sudah habis, posisi Jenga yang tetap bertahan memberi kegembiraan tersendiri bagi kakak dan adik.

Keseruan Bermain Gasing
(Dokumentasi TGR Community, 2026)
Di pos berikutnya, terdapat permainan gasing. Anak-anak bukan hanya sekedar bermain, melainkan sedang mempelajari teknik melilit tali agar gasing yang mereka lepaskan nanti dapat berputar dalam waktu yang lama. Suasana ramai dan menyenangkan tercipta ketika kakak dan adik berhasil menarik dan membuat gasing berputar dalam kondisi stabil.
Pos selanjutnya adalah keprayan. Pos yang tantangannya terlihat sederhana ini rupanya membutuhkan fokus dan ketelitian lho Sobat TGR! Di pos keprayan, anak-anak ditugaskan untuk mengambil lidi satu persatu tanpa boleh menggerakkan lidi lainnya. Jika tangan terlalu semangat mengambil tumpukan lidi, tetapi malah bergeser, suara tawa pun akan langsung terdengar.

Keseruan Bermain Keprayan
(Dokumentasi TGR Community, 2026)
Main ular tangga biasa sudah mainstream kan Sobat TGR? Karena itu permainan ular tangga kompetitif ini menjadi solusinya! Dalam permainan ini, bukan hanya soal keberuntungan melempar dadu, melainkan kesiapan dalam menyelesaikan misi juga menjadi penentunya. Di pos ular tangga ini, setiap lemparan dadu akan ada misi yang harus diselesaikan. Persaingan semakin memuncak jika ada pemain yang berakhir di kotak yang sama dan memicu sorak-sorai yang menambah seru suasana bermain pada sore hari itu.

Keseruan Bermain Ular Tangga
(Dokumentasi TGR Community, 2026)

Keseruan Bermain Speed Cup
(Dokumentasi TGR Community, 2026)
Pos Speed Cup menjadi pos yang akan menguji ketangkasan. Di atas meja telah tersusun gelas plastik berwarna, adik dan kakak akan berlomba menyusun gelas plastik mengikuti pola gelas di depannya. Bunyi gelas dan meja yang beradu menciptakan suasana yang menegangkan. Tring! Suara bel berbunyi dari salah satu pemenang yang berhasil menyelesaikan tantangan terlebih dulu.
Sesi permainan pun selesai. Setiap kelompok telah menyelesaikan berbagai macam permainan tradisional yang menguras tenaga dan memacu adrenalin. Keseruan kembali berlanjut dengan sesi kuis berhadiah. Adik-adik mendadak riuh dan bersemangat untuk saling adu cepat mengacungkan tangan agar bisa menjawab pertanyaan demi mendapatkan hadiah. Meskipun suasana sorak-sorai pecah, suasana tetap hangat dan kondusif ketika para pemenang maju berhasil menjawab dengan benaar dan maju ke depan untuk menerima hadiah. Sesi ini menjadi penutup manis dari seluruh rangkaian kegiatan bermain.

Pembagian Hadiah
(Dokumentasi TGR Community, 2026)
Apa Kata Mereka Soal Hari ini?
Setelah seharian ini bermain, adik-adik turut memberikan kesan bahwa mereka sangat senang dengan kegiatan hari ini karena sangat menyenangkan.
“Senang banget kegiatan hari ini, karena bisa diajak main dan aku suka bermain gasing.” ucap Arya, 3 SD.
“Hari ini senang karena dikasih tas, dan paling suka main ular tangga.” ucap Nizam, 1 SD.
“Hari ini senang karena bisa dapat kawan baru dan suka permainan balogo, karena game-nya seru ada lempar-lempar gitu.” ucap Dimas, 4 SD.
Mereka juga mendoakan untuk kakak-kakak semoga sehat selalu dan nanti bisa bertemu lagi. Dan bagi mereka, permainan tradisional lebih seru dan unik dibandingkan bermain gadget.
“Jangan lupa gembira di setiap hari.” ucap salah satu anak perempuan.
Jadi itulah ungkapan dan kesan pesan yang dirasakan anak-anak Panti Asuhan PYI Cinere sekaligus menjadi penutup kegiatan hari ini. Semoga semangat dan kegembiraan yang terpancar hari ini terus tertanam dalam diri anak-anak, dan menjadi pengingat bahwa permainan tradisional dapat menyatukan kita. “Lupakan Gadget-mu, Ayo Main di Luar!”
Writer: Mutiara Hafizah
Editor: Putri Aulia Zulfa
Graphic Designer: Shaffiya
Mitra Kolaborasi:
Copyright © 2017 - 2026 Traditional Games Returns All rights reserved.