Halo, Sobat TGR! Tahukah kalian kalau Indonesia memiliki beragam permainan tradisional, seperti permainan yang dimainkan dengan lagu. Pasti Sobat TGR langsung terpikirkan permainan cublak-cublak suweng, ampar-ampar pisang, domikado. Tapi, tahukah Sobat TGR kalau ada contoh lain dari tipe permainan tersebut yang sudah mulai jarang dimainkan dan permainan tersebut diangkat dari nama suatu benda yang mungkin sudah jarang ditemukan di zaman sekarang?
Nah, artikel kali ini akan membahas salah satu permainan tradisional Indonesia, yaitu “Kotak Pos”. Kotak Pos adalah salah satu permainan tradisional Indonesia yang namanya diambil dari benda yang kini jarang dijumpai, tetapi permainannya sendiri tidak menggunakan benda tersebut. Permainan ini dimainkan oleh minimal 2 (dua) orang dengan diiringi lagu “Kotak pos belum diisi, mari kita isi dengan isi-isian” (Aslam, 2025).

Ilustrasi Permainan Kotak Pos
(Yohanes Cahaya, 2019)
Permainan ini cukup mudah untuk dimainkan. Berikut tata cara dalam memainkan permainan Kotak Pos (Aslam, 2025 dan Ryan, 2018).
Siapkan minimal 2 (dua) orang pemain untuk bermain. Pemain bisa lebih dari 2 (dua) orang jika permainan ingin terasa lebih seru dan ramai.
Pemain duduk melingkar. Setiap pemain meletakkan tangan kirinya di bawah tangan kanan pemain di sebelah kirinya dan tangan kanannya di atas tangan kiri pemain di sebelah kanannya (seperti ilustrasi foto di atas).
Permainan dimulai dengan menepukkan telapak tangan kanan pemain satu ke pemain lainnya sambil menyanyikan lagu Kotak Pos. Setiap satu tepukan telapak tangan ke pemain lain merupakan satu suku kata dari lagu tersebut.
Pemain yang terkena tepukan terakhir (atau saat lagu yang dinyanyikan selesai) akan memberikan salah satu huruf dan tema yang harus ditebak.
Permainan dilanjutkan dengan menepuk telapak tangan dan menyanyikan lagu “Kotak pos belum diisi, mari kita isi dengan isi-isian, Pak pos minta huruf (contoh “A”) untuk nama-nama (contoh “binatang”)”.
Setiap pemain yang mendapat tepukan terakhir harus menjawab nama objek dengan huruf awalan yang sudah ditentukan.
Permainan berakhir ketika tersisa 1 (satu) orang pemain yang tidak berkesempatan untuk menjawab nama objek dengan huruf awalan yang sudah ditentukan tersebut.
Pemain yang tidak berkesempatan untuk menjawab tersebut menjadi pemain penjaga yang harus menebak nama dari seluruh pemain (nama objek yang disebut masing-masing pemain) tersebut.
Apabila pemain penjaga berhasil menjawab semua nama pemain dengan benar, maka permainan dilakukan dari awal untuk mendapatkan pemain penjaga lainnya.

Cara Bermain Permainan Kotak Pos
(Na’ezz, 2019)
Seperti itulah aturan dasar dari permainan Kotak Pos. Selain dimainkan dengan aturan dasar tersebut, permainan ini sebenarnya juga memiliki beberapa modifikasi di berbagai daerah. (Ryan, 2018).
Salah satu contoh modifikasinya yaitu pemain yang memiliki nama (nama objek masing-masing) akan menyebar dan menjadi patung, sedangkan pemain penjaga akan berusaha menangkap pemain lain dengan mata tertutup. Apabila pemain penjaga berhasil menebak nama pemain yang ditangkapnya, maka posisi pemain penjaga akan jatuh pada pemain yang tertangkap itu.

Bentuk Modifikasi Permainan Kotak Pos
(Asna Syarifah, 2025)
Selain dimodifikasi untuk dimainkan di daerah masing-masing, ternyata permainan ini juga dapat dimodifikasi sebagai bentuk inovasi pembelajaran yang menarik dan seru. Hal tersebut dibuktikan dalam penelitian yang dilakukan oleh Nadila dan Wardani (2022).
Dalam penelitiannya, modifikasi dari permainan ini diterapkan dalam pembelajaran bahasa Indonesia siswa kelas VII. Penerapannya berupa pengisian kuis tentang bahasa Indonesia untuk setiap pemain yang mendapat tepukan terakhir saat lagu yang dinyanyikan habis.

Penerapan Permainan Kotak Pos dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia
(Nadila dan Wardani, 2022)
Ketika semua peserta didik sudah mendapatkan giliran untuk mengisi kuis, maka selanjutnya guru akan menilai dan mengakumulasi nilai tersebut. Peserta didik dengan nilai paling tinggi akan diberikan reward berupa snack atau makanan ringan, sedangkan peserta didik yang mendapat poin rendah akan diberi hukuman berupa membuat dan membacakan puisi di depan teman-temannya.
Dari penerapan permainan Kotak Pos dalam media pembelajaran tersebut, peserta didik lebih tertarik dan semangat dalam menjalankan proses pembelajaran. Ketertarikan dan semangat belajar yang tinggi tersebut membuat para peserta didik lebih mudah mengingat setiap pelajaran yang ada.
Nah, itulah tata cara bermain dan modifikasi permainan Kotak Pos yang bisa kita kenalkan dan terapkan ke adik atau keponakan kita semua agar permainan ini lestari dan terus dikenal. Lupakan gadget-mu, ayo main di luar!
Referensi:
Aslam, I. J. (2025, Januari 14). Mengenal Permainan Tradisional Kotak Pos yang Bagus untuk Mengasah Kemampuan Berpikir dan Fisik Anak. Retrieved from Good News From Indonesia: https://www.goodnewsfromindonesia.id/2025/01/14/mengenal-permainan-tradisional-kotak-pos-yang-bagus-untuk-mengasah-kemampuan-berpikir-dan-fisik-anak
Asna Syarifah. (2025, Maret 15). Permainan Tradisional 'Kotak Pos' [Video]. Youtube. https://www.youtube.com/watch?v=RXoaTWia8uk
Nadila, A. P., & Wardani, A. R. (2022). Kotak Pos Sastra: Permainan Pengembangan Pengetahuan Daya Ingat Bahasa dan Sastra Indonesia. Seminar Nasional Sosial Sains, Pendidikan, Humaniora (SENASSDRA), 922-929.
Na’ezz. (2019, Desember 1). "Kotak Pos"!!! Permainan Tradisional yang Asyik dan Seru. Ayo Bermain Permainan Tradisional Lagi!!! [Video]. Youtube. https://www.youtube.com/watch?v=Y59GQQMsLk8
Ryan. (2018, Agustus 6). Permainan Kotak Pos. Retrieved from Perpustakaan Digital Budaya Indonesia: https://budaya-indonesia.org/Permainan-Kotak-Pos.
Yohanes Cahaya. (2019, Juni 9). Permainan Kotak Pos [Video]. Youtube. https://www.youtube.com/watch?v=c-QDwD4afKs
Writer: Ayu Cristhine Novianti
Editor: Correy Ananta
Desain Grafis : Dinda
Mitra Kolaborasi:
Copyright © 2017 - 2026 Traditional Games Returns All rights reserved.