Traditional Games Returns

Lupakan Gadgetmu, Ayo Main di Luar!

Berbagi Tawa dan Kebahagiaan: Momen Spesial Ulang Tahun Leya Bersama TGR di Panti Asuhan Aksi Nyata

Selasa, 02 Juni 2026 ~ Oleh Traditional Games Returns ~ Dilihat 13 Kali

Hai, Sobat TGR! Keceriaan kembali hadir lewat kegiatan seru yang kali ini dilaksanakan di Panti Asuhan Yatim Aksi Nyata Pakubuwono pada tanggal 30 Maret 2026. Sebanyak 20 anak ikut meramaikan kegiatan yang dipenuhi tawa, permainan, dan momen kebersamaan yang hangat. Kegiatan kali ini terasa lebih spesial karena hadir dari sebuah cerita yang hangat. Bertepatan dengan momen ulang tahunnya yang ke-18, Leya memilih merayakan hari spesialnya dengan cara yang berbeda. Jika biasanya ulang tahun identik dengan menerima hadiah, Leya justru ingin menjadikan momen pertambahan usianya sebagai kesempatan untuk berbagi kebahagiaan bersama orang lain. 

Di balik momen spesial tersebut, ternyata ada harapan yang juga sedang diperjuangkan oleh Leya. Saat itu, Leya yang masih duduk di bangku SMA sedang menunggu hasil pengumuman SNBT untuk melanjutkan perjalanannya menuju dunia perkuliahan. Di hari ulang tahunnya, selain merayakan pertambahan usia, Leya juga berharap doa-doa baik dari adik-adik agar perjalanan studinya dapat berjalan lancar dan diberikan hasil terbaik.

Menariknya lagi, Leya datang dari Serang untuk menghadirkan momen spesial ini. Ia juga mengajak dua teman sekolahnya, Kirana dan Ara, untuk ikut merayakan kebersamaan tersebut. Sebelumnya, Leya pernah bertemu dengan Tim TGR di kegiatan lain dan tertarik dengan konsep yang dibawa TGR. Dari situlah lahir kolaborasi yang mempertemukan permainan, kebersamaan, dan tawa dalam satu ruang yang hangat.

Kegiatan dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan doa bersama yang dipandu oleh pengurus panti. Suasana yang awalnya ramai perlahan berubah menjadi lebih tenang dan hangat. Setelah itu, Leya juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada adik-adik yang sudah bersedia hadir dan bermain bersama pada hari spesialnya.

 

Pembacaan doa yang dipimpin oleh salah satu pengurus panti asuhan

(Dokumentasi TGR Community, 2026)

Sebelum memasuki permainan utama, suasana terlebih dahulu dicairkan melalui sesi ice breaking yang dipandu oleh Kak Nina. Anak-anak langsung diajak bermain Cingciripit, Ampar-Ampar Pisang, Cublek-Cublek Suweng dan beberapa permainan tes kekompakan lainnya. Suasana yang tadinya masih malu-malu perlahan mulai berubah menjadi ramai. Ada yang salah gerakan lalu tertawa sendiri, ada yang terlalu semangat sampai membuat teman di sebelahnya ikut tertawa, bahkan ada yang mulai teriak-teriak heboh saat merasa kelompoknya paling kompak. Tawa mulai terdengar dari berbagai sudut ruangan, membuat suasana terasa semakin hangat dan akrab.

Memasuki sesi berikutnya, anak-anak dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk memainkan enam permainan yang dibagi ke dalam dua ronde, yaitu ronde permainan tradisional dan ronde board game. Karena kegiatan ini dibuat lebih privat dengan jumlah penyelenggara yang tidak terlalu banyak, suasana terasa lebih dekat dan hangat. Kakak-kakak pendamping juga bisa menemani setiap kelompok dengan lebih dekat sehingga interaksi yang terbangun terasa lebih akrab dan menyenangkan.

Round 1: Permainan Tradisional

Pos 1: Gasing

Kakak-kakak relawan TGR mendemonstrasikan permainan gasing untuk adik-adik

(Dokumentasi TGR Community, 2026)

Di pos ini, suasana langsung terasa hidup begitu Kak Nova dan Kak Akbar mulai menunjukkan cara melilit tali gasing. Anak-anak langsung mendekat sambil memperhatikan dengan serius. Ada yang mencoba memegang gasing sambil memutar-mutarnya di tangan, ada juga yang penasaran apakah gasingnya bakal berputar lama atau langsung jatuh.

Begitu dicoba, mulai muncul berbagai momen lucu. Ada gasing yang baru dilempar langsung rebahan, ada yang muter-nya cuma sebentar, tapi ada juga yang berhasil berputar kencang sampai semua langsung fokus melihat ke tengah arena. Setiap kali ada gasing yang berhasil berputar lama, suara “WOOO!” langsung terdengar ramai dari sekeliling.

Pos 2: Keprayan

Salah satu kakak relawan TGR memandu jalannya permainan Keprayan

(Dokumentasi TGR Community, 2026)

Di pos Keprayan, Kak Rann langsung menjelaskan cara bermain sambil sesekali bercanda supaya suasana tetap santai. Begitu permainan dimulai, ekspresi anak-anak langsung berubah jadi serius. Mata mulai fokus ke arena permainan sambil memikirkan langkah berikutnya.

Yang membuat seru, setiap anak punya cara bermain yang berbeda-beda. Ada yang tenang dan penuh perhitungan, ada juga yang langsung bergerak cepat tanpa ragu. Kadang ada yang hampir salah lalu buru-buru memperbaiki sambil ketawa malu.

Pos 3: Damdas

Salah satu kakak relawan TGR memandu jalannya permainan Damdas

(Dokumentasi TGR Community, 2026)

Di pos Damdas, suasananya memang terlihat lebih tenang, tapi jangan salah, tegangnya tetap terasa. Ekspresi mereka lucu banget. Ada yang sampai mengernyitkan dahi karena terlalu fokus, ada yang menggigit bibir sambil berpikir langkah berikutnya, dan sesekali terdengar, “Yahhh kena...” yang langsung disusul tawa bersama.

Round 2: Board Game

Pos 4: Jenga Pass

Dua kakak relawan TGR mendemonstrasikan cara bermain Jenga Pass

(Dokumentasi TGR Community, 2026)

Memasuki ronde kedua, suasana kembali ramai saat anak-anak berkumpul di pos Jenga Pass bersama Kak Akbar dan Kak Nova. Di permainan ini, mereka harus mengambil balok satu per satu dengan hati-hati lalu memindahkannya tanpa membuat susunannya roboh. Kelihatannya sih gampang, tapi pas dicoba, wah… langsung bikin deg-degan!

Setiap kali ada balok yang mulai goyang sedikit, semua langsung reflek teriak, “Awas! Awas!” Ada yang sampai menahan napas, ada yang menutup mata sambil ketawa, bahkan ada juga yang sudah pasrah sebelum menarik baloknya. Begitu susunan jenga roboh, suara tawa langsung pecah memenuhi ruangan. Suasananya campur aduk antara tegang, panik, dan ngakak bareng.

Pos 5: Eat Bulaga

Suasana permainan Eat Bulaga yang dipandu oleh kakak-kakak relawan TGR

(Dokumentasi TGR Community, 2026)

Di pos Eat Bulaga, suasana langsung berubah jadi super seru. Anak-anak memakai bando di kepala yang berisi sebuah kata atau gambar yang tidak bisa mereka lihat sendiri. Tugas mereka adalah menebak isi yang ada di kepala mereka melalui petunjuk dari teman-temannya.

Yang bikin makin heboh, petunjuk yang diberikan kadang malah bikin tambah bingung. Ada yang langsung menebak terlalu jauh, ada yang sudah yakin jawabannya benar, tapi ternyata malah meleset jauh. Ekspresi bingung, teriak-teriak kecil, sampai tawa enggak berhenti terdengar dari pos ini.

Pos 6: Memory Chess

Suasana permainan Memory Chess yang dibimbing oleh kakak-kakak relawan TGR

(Dokumentasi TGR Community, 2026)

Di pos terakhir, Kak Queena dan Kak Rann mengajak anak-anak bermain Memory Chess. Permainan ini menguji kemampuan mengingat sambil tetap mengandalkan fokus dan konsentrasi. Awalnya semua terlihat santai karena merasa permainan ini akan mudah.

Beberapa menit kemudian, ekspresinya mulai berubah. Ada yang menepuk dahi karena lupa, ada yang memicingkan mata sambil berusaha mengingat posisi sebelumnya, dan ada juga yang langsung lompat kecil karena berhasil mengingat dengan tepat. Pos ini benar-benar membuat anak-anak fokus sambil tetap menikmati keseruannya.

Game Bersama: Telepathy Move dan Dancing Chair

Kolase foto pelaksanaan acara ulang tahun Kak Leya di Panti Asuhan Yatim dan Dhuafa Pakubowono

(Dokumentasi TGR Community, 2026)

Setelah dua ronde permainan selesai, keseruan ternyata belum berakhir sampai di situ. Seluruh anak-anak kembali berkumpul untuk bermain bersama. Suasana yang sebelumnya sudah ramai mendadak jadi makin hidup karena semua berkumpul dalam satu area.

Permainan pertama yang dimainkan adalah Telepathy Move. Di permainan ini, setiap kelompok ditantang untuk menunjukkan kekompakan. Kakak-kakak pendamping akan memberikan sebuah kata, misalnya “makan”, lalu seluruh anggota kelompok harus memperagakan gerakan yang sama tanpa saling berdiskusi terlalu lama. Begitu aba-aba dimulai, semua langsung berpikir cepat sambil melihat teman-temannya diam-diam.

Lucunya, ada kelompok yang gerakannya langsung sama semua dan bikin semua orang teriak kagum, tapi ada juga yang gerakannya malah beda sendiri-sendiri sampai satu kelompok ngakak melihat temannya. Setiap kelompok yang paling kompak mendapatkan kesempatan lebih dulu untuk memilih hadiah spesial yang sudah disiapkan Leya.

Belum selesai sampai di situ, suasana langsung makin pecah saat permainan Dancing Chair dimulai. Musik diputar, anak-anak berjalan mengelilingi kursi sambil tertawa dan bercanda satu sama lain. Begitu musik tiba-tiba berhenti, semuanya langsung panik mencari kursi terdekat.

Ada yang hampir duduk bersamaan, ada yang terlambat satu detik lalu ketawa sambil tepuk jidat, bahkan ada yang terlalu semangat sampai bikin teman-temannya ikut tertawa. Ruangan saat itu benar-benar dipenuhi suara tawa dan sorakan yang enggak berhenti.

 

Hadiah Spesial dari Leya


Sesi foto bersama dengan adik-adik

(Dokumentasi TGR Community, 2026)

Setelah seluruh permainan selesai, keseruan masih berlanjut dengan sesi pembagian hadiah yang sudah disiapkan secara khusus oleh Leya. Momen ini terasa semakin spesial karena hadiah-hadiah tersebut menjadi bagian dari konsep giving back yang ia bawa di hari ulang tahunnya. Biasanya seseorang akan menerima hadiah saat berulang tahun, tetapi kali ini Leya justru ingin berbagi kebahagiaan kepada anak-anak melalui hadiah-hadiah yang sudah dipersiapkan.

Sebelum hadiah dibagikan, anak-anak terlebih dahulu mengikuti sesi pertanyaan singkat seperti cerdas cermat. Kakak-kakak akan membacakan pertanyaan, lalu siapa yang berhasil menjawab dengan benar akan mendapat kesempatan maju lebih dulu untuk memilih hadiah. Cara ini dipilih supaya suasana tetap seru dan semua anak bisa mendapat kesempatan dengan adil.

Begitu hadiah-hadiah mulai diperlihatkan, suasana langsung berubah ramai. Mata anak-anak langsung tertuju ke depan dengan ekspresi penasaran. Ada blind box, lego, boneka, tumbler, dan berbagai hadiah menarik lainnya yang sudah disusun rapi. Beberapa anak mulai berbisik ke temannya sambil menunjuk hadiah yang mereka suka, sementara yang lain terlihat menunggu dengan wajah penuh harap.

Begitu nama mereka dipanggil, anak-anak langsung maju dengan senyum lebar. Ada yang langsung tahu mau pilih apa, ada juga yang berdiri beberapa detik karena bingung memilih hadiah favoritnya. Ekspresi bahagia mulai terlihat satu per satu saat mereka kembali ke tempat duduk sambil memegang hadiah pilihannya masing-masing. Senyum yang muncul di wajah mereka membuat suasana sore itu terasa semakin hangat.

Sobat TGR! Seru banget, kan, kegiatan hari ini? Dari permainan tradisional, board game, permainan bersama, sampai momen berbagi hadiah, semuanya menghadirkan cerita dan kebahagiaan yang terasa hangat. Kegiatan hari itu juga menjadi bukti bahwa momen spesial bisa dirayakan dengan cara yang sederhana, tetapi tetap penuh makna.

Semoga momen hari itu menjadi kenangan indah yang terus diingat oleh anak-anak, Leya, dan seluruh orang yang terlibat. Karena terkadang, kebahagiaan bukan hanya tentang apa yang kita terima, tetapi juga tentang apa yang bisa kita bagikan kepada orang lain.

Yuk, ikuti terus keseruan kegiatan TGR berikutnya! Jangan sampai ketinggalan, karena setiap kegiatan TGR selalu menghadirkan pengalaman bermain yang seru, hangat, dan penuh makna. Lupakan Gadget-mu, Ayo Main di Luar!  (AVT/ed. ).

Writer: Alvito Adiansyah

Editor: Naufal Haidar

Graphic Designer: Nurul

Tgr Event Panti Asuhan Aksi Nyata Ulang Tahun
Komentari Tulisan