Halo, Sobat TGR! Edukasi mengenai rokok sangat penting bagi remaja agar mereka memahami fakta-fakta tentang bahaya rokok. Namun, belajar tidak harus selalu serius, bisa juga melalui game yang sudah dimodifikasi menjadi media edukasi, sehingga belajar terasa lebih seru dan mudah untuk dipahami. Pada episode All You Can Play kali ini, peserta diajak belajar tentang rokok melalui beberapa permainan yang mengasah otak.
Pada 23 Mei 2026, tim TGR dan peserta AYCP akan bermain di RPTRA Taman Matoa Jagakarsa, Jakarta, sebanyak 58 orang. Sebelum permainan dimulai, seluruh peserta diajak untuk duduk melingkar dan memperkenalkan diri satu per satu agar menjadi lebih akrab karena nanti mereka akan bermain bersama.
Sesi Perkenalan
(Dokumentasi TGR Community, 2026)
Setelah sesi berkenalan selesai, saatnya membagi peserta menjadi enam kelompok, setiap kelompok diisi sembilan sampai sepuluh peserta. Namun, ada yang unik dari cara pembagian kelompok kali ini. Kak Naila membagikan secarik kertas kepada setiap peserta. Di atas kertas itu tertera nama seekor hewan secara acak. Lalu, Kak Nina menginstruksikan peserta untuk mencari teman sekelompoknya dengan menirukan suara hewan yang tertulis pada kertas yang mereka dapatkan.
Suara berbagai hewan pun bermunculan dari segala arah, mulai dari suara kambing, sapi, serigala, dan sebagainya. Dengan antusias, para peserta saling mencari kelompoknya masing-masing melalui suara yang mereka tirukan. Suasana yang semula tenang seketika berubah menjadi ramai dan penuh tawa.
Setelah semua kelompok terbentuk, masing-masing kelompok diminta untuk membuat yel-yel sebagai identitas kelompok mereka. Para peserta pun berdiskusi bersama dan berkreasi menciptakan yel-yel. Mereka berlomba-lomba menampilkan yel-yel yang paling kompak, ramai, dan seru sehingga suasana dipenuhi senyuman ceria dari para peserta.
Diskusi Pembuatan dan Penampilan Yel-yel
(Dokumentasi TGR Community, 2026)
Usai penampilan yel-yel dari setiap kelompok, peserta memasuki inti kegiatan, yaitu bermain bersama. Setiap kelompok akan berhadapan dengan kelompok lainnya untuk berlomba mengumpulkan poin sebanyak-banyaknya. Semangat dan antusiasme peserta pun semakin membara saat tau permainan akan dimulai.
Permainan pertama adalah Polisi Maling. Sebelum permainan dimulai, perwakilan setiap kelompok melakukan suit untuk menentukan kelompok mana yang berhak memegang sebuah benda lebih dahulu. Kelompok yang memegang benda tersebut bertugas menjaganya, sedangkan kelompok lawan berusaha merebutnya. Dalam setiap ronde, dua peserta dari masing-masing kelompok bermain secara bergantian.
Permainan Polisi Maling
(Dokumentasi TGR Community, 2026)
Permainan berlangsung dengan sangat seru karena peserta harus berlari kesana kemari, mengejar, serta melindungi rekan satu tim. Sorak sorai serta teriakan dukungan dari teman-teman semakin menambah semangat dan suasana menjadi lebih ramai.
Setiap ronde berlangsung selama lima menit. Saat waktu habis, kelompok yang memegang benda terakhir dinyatakan sebagai pemenang. Oleh karena itu, setiap kelompok berusaha sekuat tenaga untuk mempertahankan maupun merebut benda hingga akhir permainan.
Bergeser ke permainan selanjutnya, yaitu bermain kartu uno. Nah, permainan uno ini berbeda dengan uno pada umumnya karena di dalam tumpukan kartu yang sudah dipegang oleh masing-masing peserta terselip pertanyaan tentang rokok. Misalnya, apa saja kandungan yang berbahaya dalam rokok?. Peserta yang mengeluarkan kartu pertanyaan harus menjawab sebelum permainan dilanjutkan. Ketika ada peserta yang kesulitan menjawab, teman-temannya turut membantu memberikan jawaban.

Permainan Uno
(Dokumentasi TGR Community, 2026)
Peserta yang berhasil menghabiskan seluruh kartunya lebih dulu akan menyumbangkan poin bagi kelompoknya. Melalui permainan uno yang terlihat sederhana, ternyata bisa untuk menambah wawasan tentang bahaya rokok dengan cara belajar yang lebih santai dan mudah dipahami.
Permainan yang berikutnya juga tak kalah seru dan mengasyikkan, yaitu photo challenge! Dalam permainan ini, setiap kelompok diberikan sebuah map yang berisi berbagai contoh pose foto yang unik, lucu, dan cukup rumit untuk dilakukan bersama. Saat permainan dimulai, kakak TGR akan menyebutkan nomor halaman tertentu, misalnya halaman tujuh. Setelah itu, seluruh kelompok harus segera mencari pose pada halaman tersebut dan menirukannya bersama anggota kelompok.

Photo Challenge
(Dokumentasi TGR Community, 2026)
Kelompok yang berhasil mengirimkan foto paling cepat ke grup serta memiliki pose yang paling mirip dengan contoh akan mendapatkan poin. Berbagai pose lucu lainnya juga dapat membuat semua peserta merasa bingung untuk memikirkan posisi yang tepat. Permainan ini membuat suasana semakin ramai dan ricuh karena mereka harus bekerja sama, mengatur posisi dalam waktu yang singkat.
Setelah bermain dengan penuh tenaga dan semangat yang tak kunjung reda, tentunya para peserta mulai merasa lelah dan membutuhkan waktu untuk mengisi energinya kembali. Nah, sekarang saatnya mereka menikmati snack yang telah dibawa masing-masing peserta.
Dengan suasana duduk melingkar bersama kelompok masing-masing, para peserta menyantap makanan ringan sambil mengobrol santai, bercanda, dan tertawa. Tak lupa juga untuk saling berbagi kepada kelompok lainnya sehingga rasa kebersamaan antar peserta itu sangat terasa pada saat momen ini.
Setelah waktu istirahat selesai dan baterai energi kembali terisi, kegiatan pun dilanjutkan dengan permainan berikutnya yang tidak kalah seru dengan sesi pertama.
Permainan yang selanjutnya adalah ular tangga kuda bisik. Permainan kali ini mix antara dua permainan yang digabungkan. Sebelum mulai bermain, setiap kelompok harus berbaris untuk melakukan permainan kuda bisik terlebih dahulu. Kalimat yang berikan oleh tim TGR harus di oper dari peserta paling depan ke paling akhir melalui bisikan.
Jika peserta yang berada di urutan terakhir berhasil menebak dengan tepat dan menjadi yang pertama menjawab, maka mereka mendapat kesempatan melempar dadu dan menjalankan cone untuk berlomba menuju finis. Meskipun salah satu nama permainan di pos ini adalah kuda bisik, tetapi teriakan tetap saja terdengar karena mereka saling memberikan arahan saat teman sekelompoknya sedang menjalankan permainan.

Permainan Kuda Bisik dan Ular Tangga
(Dokumentasi TGR Community, 2026)
“Yang itu, yang itu!” “Ambil cone baru aja.” “Jangan yang itu, yang sebelahnya aja!” Begitulah kira-kira kalimat spontan yang mereka lontarkan. Sorak semangat para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi selama permainan berlangsung.
Waktu bermain sudah habis, para peserta pun diajak untuk pindah ke lapangan karena akan bermain pilah sampah. Permainan kali ini yang sangat unik dan belum pernah dimainkan dalam kegiatan TGR sebelumnya.
Permainan Pilah Sampah ini memiliki dua tahap. Pada tahap pertama, empat orang berada di dalam hulahoop dan satu orang bertugas menarik hulahoop sambil membawa sampah dari garis start menuju garis tengah. Langkah-langkah kecil mereka lakukan secara hati-hati agar sampai pada garis tengah.

Permainan Pilah Sampah
(Dokumentasi TGR Community, 2026)
Setelah sampai di garis tengah, sampah tersebut dipindahkan secara estafet kepada anggota kelompok berikutnya yang juga memiliki susunan yang sama, terdiri dari empat orang di dalam hulahoop dan satu orang penarik.
Kelompok tahap kedua kemudian melanjutkan perjalanan dari garis tengah hingga garis finis sambil membawa sampah tersebut. Di area finis telah disediakan beberapa wadah sampah berdasarkan jenisnya, sehingga peserta harus mengelompokkan dan memasukkan sampah sesuai kategorinya, seperti sampah organik, non-organik, atau sampah yang beracun.
Setelah itu, tim TGR mengecek jumlah sampah yang berhasil dipindahkan oleh setiap tim serta memastikan apakah pengelompokan sampah yang dilakukan sudah benar. Setiap satu sampah yang berhasil dipindahkan dan dikelompokkan dengan tepat akan memperoleh 10 poin.
Jika permainan sebelumnya adalah gabungan dari dua permainan, kali ini terdiri dari gabungan tiga jenis permainan, yaitu balogo, estafet ukur, dan cerdas cermat. Setiap kelompok dibagi ke beberapa peran, yaitu dua orang untuk cerdas cermat, dua orang untuk balogo, dan sisa anggota untuk estafet ukur.
Permainan dimulai dari balogo jika berhasil tepat sasaran, kelompok dapat melanjutkan ke permainan estafet ukur. Pada permainan ini, panitia akan memberikan ukuran tertentu, misalnya 23 cm. Peserta kemudian harus memperkirakan ukuran tersebut secara estafet menggunakan jari hingga anggota terakhir. Karena permainan dilakukan antar dua kelompok, kelompok yang hasil ukurannya paling mendekati ukuran yang ditentukan berhak melanjutkan ke tahap berikutnya.

Permainan Balogo, Estafet Ukur, dan Pertanyaan Poster
(Dokumentasi TGR Community, 2026)
Setelah berhasil melewati kedua tahap tersebut, dua peserta yang bertugas pada bagian cerdas cermat diperbolehkan menjawab pertanyaan mengenai rokok yang telah disediakan. Mereka berusaha menemukan jawaban secepat mungkin agar berhasil mendapat poin untuk kelompoknya.
Karena permainan tersebut menjadi permainan terakhir, setelah seluruh rangkaian kegiatan hari ini, para peserta berkumpul di lapangan terlebih dahulu untuk melakukan sesi foto bersama sebagai kenangan yang menyenangkan.

Foto Bersama Peserta AYCP Eps. 3
(Dokumentasi TGR Community, 2026)
Setelah sesi foto selesai, peserta kembali ke tempat duduk masing-masing dan membentuk lingkaran sesuai kelompoknya karena akan ada tebak-tebakan untuk penambahan poin mengenai video yang membahas sampah rokok yang tersebar di lingkungan sekitar. Sebanyak lima pertanyaan diberikan dan langsung dijawab dengan penuh semangat oleh para peserta. Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi karena mereka tetap aktif meskipun telah mengikuti berbagai permainan sepanjang hari.
Selanjutnya tim TGR melakukan perhitungan total poin yang diperoleh dari seluruh rangkaian permainan yang telah dilaksanakan. Setelah seluruh poin dihitung, tim TGR kemudian mengumumkan hasil perolehan poin masing-masing kelompok serta pemenang dari permainan tersebut. Namun, tenang saja, seluruh kelompok tetap mendapatkan hadiah sehingga semuanya dapat merasakan kemenangan dan kebahagiaan bersama.

Foto Bersama Setiap Kelompok
(Dokumentasi TGR Community, 2026)
Kesan dari Peserta
Setelah seharian bermain bersama, tentunya banyak kesan seru yang dirasakan para peserta. Yuk, intip cerita dan pengalaman mereka selama mengikuti kegiatan ini!
Kesan pertama datang dari Dinda salah satu peserta AYCP yang terlihat aktif dalam setiap permainannya.
“Duhh, omg! aku seneng banget si bisa main seru-seruan bareng sama TGR hari ini terus bisa ketemu temen-temen baru juga.”
Ungkap Dinda mengenai keseruan bermain bersama tim TGR dan kesempatan bertemu teman-teman baru menjadi hal yang paling berkesan baginya. Dari berbagai permainan yang dilakukan, ular tangga menjadi permainan favorit yang paling ia sukai.
Tak hanya Dinda, Bella juga ikut berbagi cerita mengenai kegiatan AYCP hari ini.
“Orang-orang seumuran kita kan udah susah ya buat main bareng gini, kita lebih sering main di sosial media, scrolling, nonton video gitu. Pas ada acara ini aku penasaran dan excited banget. Bener aja ternyata main tanpa gadget juga seseru itu!.”
Selain itu Bella juga menyampaikan kesan baiknya, bahwa dia sangat senang dapat mengikuti AYCP kali ini karena mendapatkan edukasi mengenai rokok melalui permainan-permainan seru dan unik.
Bella dan Dinda ternyata punya harapan yang sama setelah kegiatan ini berakhir. Mereka berharap bisa bermain bersama lagi di kesempatan berikutnya dan sudah tidak sabar menunggu AYCP selanjutnya dengan keseruan-keseruan baru yang akan datang.
Melalui berbagai permainan edukatif yang telah dilakukan, peringatan Hari Tanpa Rokok Sedunia terasa lebih bermakna. Tidak hanya menghadirkan keseruan, kegiatan ini juga memberikan pengalaman baru serta menambah wawasan peserta mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan rokok dan dampaknya di lingkungan sekitar. Sampai jumpa di kegiatan seru berikutnya, Sobat TGR!
Ayo, ikuti terus keseruan-keseruan TGR yang lainnya!. Pantau terus sosial media TGR dan jangan sampai ketinggalan, karena setiap kegiatan TGR selalu membawa pengalaman serta kenangan bermain yang penuh makna. Lupakan Gadget-mu. Ayo Main di Luar! (FZA/ed.PAZ)
Journalist dan Graphic Designer: Hafizah Ridha Nazafi
Editor: Putri Aulia Zulfa