Traditional Games Returns

Lupakan Gadgetmu, Ayo Main di Luar!

Bermain dan Berkreasi Bersama di SMM JGC

Selasa, 30 Juni 2026 ~ Oleh Traditional Games Returns ~ Dilihat 11 Kali

Hai, Sobat TGR! Tahu nggak kegiatan seru di akhir pekan? Betul, main bareng! Pada tanggal 9 Mei 2026, Tim TGR kembali mengajak anak-anak di SMM JGC (Sekolah Murid Merdeka Jakarta Garden City) untuk menikmati berbagai permainan tradisional yang penuh tantangan, tawa, dan keseruan. Dari gasing yang berputar kencang, balogo yang meluncur ke sasaran, hingga kegiatan menghias layang-layang, setiap sudut kegiatan hari itu dipenuhi energi dan keceriaan. 

Kegiatan kali ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman bermain yang beragam. Anak-anak tidak hanya diajak bergerak aktif melalui permainan tradisional, tetapi juga diberi ruang untuk berkreasi dan mengekspresikan imajinasi mereka. Dengan begitu, setiap peserta bisa menemukan keseruan dari cara yang berbeda-beda.

 

Serunya Sesi Ice Breaking

(Dokumentasi TGR Community, 2026)

Sebelum mulai kegiatan utama, seluruh peserta terlebih dahulu diajak mengikuti sesi ice breaking bersama kakak-kakak TGR. Anak-anak diminta membentuk lingkaran besar dan berdiri berdampingan dengan teman-teman yang mungkin baru mereka kenal hari itu. Awalnya masih sedikit canggung. Ada yang berdiri sambil tersenyum malu, ada yang sesekali melirik temannya, dan ada juga yang belum berani banyak bicara.

Untuk mencairkan suasana, kakak-kakak TGR mengajak peserta bermain beberapa permainan sederhana yang menguji fokus dan kekompakan. Anak-anak diminta mengikuti berbagai instruksi gerakan dengan cepat. Ketika instruksi berubah secara tiba-tiba, suasana langsung ramai. Ada yang salah gerakan lalu tertawa sendiri, ada yang terlalu semangat sampai bergerak lebih dulu sebelum aba-aba diberikan, dan ada juga yang sibuk mengingatkan teman-temannya supaya tidak salah.

Semakin lama, suasana semakin cair. Lingkaran yang awalnya terasa kaku berubah menjadi penuh tawa dan sorakan. Anak-anak mulai berani menyapa satu sama lain, bercanda bersama, dan memberi semangat kepada teman-temannya. Energi positif langsung terasa memenuhi area kegiatan. Setelah semua terlihat lebih santai dan akrab, peserta kemudian dibagi ke dalam dua kelompok untuk memulai petualangan bermain di setiap pos yang telah disiapkan.

Gasing

Asyikknya bermain Gasing

(Dokumentasi TGR Community, 2026)

Permainan pertama yang dikunjungi anak-anak adalah permainan gasing. Begitu melihat gasing dan gulungan talinya, banyak yang langsung mendekat karena penasaran ingin mencoba. Kakak-kakak TGR terlebih dahulu menunjukkan cara melilit tali dengan benar, mulai dari posisi tangan hingga teknik melempar agar gasing dapat berputar lebih lama. Anak-anak memperhatikan dengan serius, meskipun beberapa di antaranya sudah tidak sabar untuk segera mencobanya sendiri.

Saat giliran bermain tiba, suasana langsung ramai. Ada yang berhasil membuat gasing berputar meski hanya beberapa detik, ada yang talinya terlepas sebelum sempat dilempar, dan ada juga yang gasing-nya langsung rebah sesaat setelah menyentuh media bermain. Namun justru di situlah letak keseruannya. Setiap percobaan selalu disambut tawa dan sorakan teman-temannya. Ketika ada satu gasing yang berhasil berputar cukup lama, anak-anak langsung berkumpul mengelilinginya sambil berseru kagum melihat putarannya. Asyiik!

Ular Tangga

Di permainan ular tangga, suasana terasa sedikit berbeda. Anak-anak mengelilingi papan permainan sambil menunggu giliran melempar dadu. Meskipun permainan ini sudah cukup familiar, antusiasme mereka tetap tinggi karena setiap lemparan dadu bisa mengubah jalannya permainan.

Teriakan gembira langsung terdengar ketika ada yang berhasil naik tangga dan melompat jauh ke depan. Sebaliknya, suasana mendadak heboh saat pion harus turun karena terkena ular. Ada yang tertawa pasrah, ada yang menepuk jidat, dan ada juga yang langsung berjanji akan mengejar lagi di giliran berikutnya. Permainan sederhana ini sukses membuat anak-anak larut dalam keseruan hingga tidak terasa waktu berjalan begitu cepat.

Balogo


Suasana permainan Balogo

(Dokumentasi TGR Community, 2026)

Balogo menjadi salah satu pos yang paling menarik perhatian anak-anak. Sebelum bermain, kakak-kakak TGR terlebih dahulu memperkenalkan permainan tradisional khas Kalimantan ini dan menunjukkan cara mengarahkan logo (kepingan berbentuk segi empat atau segi lima) menuju sasaran. Banyak anak yang baru pertama kali melihat permainan tersebut sehingga mereka terlihat semakin penasaran.

Begitu permainan dimulai, suasana langsung hidup. Mata anak-anak mengikuti arah logo yang meluncur di atas arena. Ada yang nyaris mengenai sasaran dan membuat semua orang berseru kecewa, ada pula yang berhasil mengenai target hingga langsung disambut tepuk tangan dan sorakan dari teman-temannya. Semangat anak-anak semakin bertambah karena setiap orang ingin mencoba menghasilkan pukulan terbaiknya.

Dampu/Engklek

Asyiknya bermain Dampu/Engklek

(Dokumentasi TGR Community, 2026)

Di permainan dampu atau engklek, anak-anak diajak bergerak aktif sambil menguji keseimbangan mereka. Setelah aturan permainan dijelaskan, satu per satu mulai melompat melewati kotak-kotak yang sudah disiapkan. Sekilas terlihat mudah, tetapi ternyata membutuhkan fokus dan keseimbangan yang cukup baik.

Berbagai momen lucu pun terjadi selama permainan berlangsung. Ada yang hampir kehilangan keseimbangan lalu buru-buru memperbaiki pijakannya, ada yang terlalu bersemangat hingga salah melompat, dan ada juga yang berhasil menyelesaikan lintasan dengan lancar. Tawa dan dukungan terus terdengar dari teman-teman yang menunggu giliran, membuat suasana di pos ini terasa hangat dan penuh semangat.

 

Ular Tangga Raksasa

Asyiknya bermain Ular Tangga Raksasa

(Dokumentasi TGR Community, 2026)

Berbeda dari ular tangga pada umumnya yang dimainkan di atas papan kecil, kali ini anak-anak menjadi pionnya secara langsung. Mereka bergantian melempar dadu berukuran besar, lalu berjalan mengikuti jumlah langkah yang didapat di atas papan ular tangga berukuran raksasa yang sudah disiapkan.

Suasana langsung berubah heboh setiap kali dadu menggelinding. Anak-anak bersorak sambil menghitung langkah teman mereka, berharap bisa mendarat di kotak yang memiliki tangga. Ketika ada yang berhasil naik tangga, wajahnya langsung sumringah karena bisa melompat beberapa kotak sekaligus. Sebaliknya, tawa pecah saat ada yang harus turun karena terkena ular. "Yahh... turun lagii!" terdengar berkali-kali disusul gelak tawa dari teman-temannya. Permainan ini bukan hanya mengandalkan keberuntungan, tetapi juga menghadirkan momen-momen yang penuh kejutan, membuat seluruh anak-anak larut dalam keseruan hingga akhir permainan.

DIY Layang-Layang

Menggambar di Layang-layang

(Dokumentasi TGR Community, 2026)

Setelah puas bermain di berbagai pos permainan, anak-anak kemudian mengikuti sesi DIY (Do It Yourself) layang-layang. Berbeda dengan permainan sebelumnya yang mengandalkan ketangkasan dan gerak aktif, kali ini mereka diberi kesempatan untuk berkreasi dan menuangkan imajinasi masing-masing ke atas layang-layang yang akan dibawa pulang.

Layang-layang mulai dipenuhi berbagai gambar, warna, dan coretan kreatif. Ada yang menggambar pelangi, awan, dan matahari, ada yang membuat karakter favoritnya, dan ada juga yang menuliskan namanya sendiri dengan ukuran besar di tengah layang-layang. Suasana yang awalnya ramai karena permainan kini berubah menjadi penuh kreativitas dan keseruan.

Yang menarik, tidak ada satu pun layang-layang yang terlihat sama. Setiap anak memiliki ide dan ciri khasnya masing-masing. Ketika seluruh layang-layang selesai dihias, wajah-wajah bangga terlihat. Mereka mengangkat hasil karyanya sambil tersenyum lebar dan menunjukkan kepada kakak-kakak TGR. Kegiatan ini menjadi penutup yang menyenangkan karena selain bermain, anak-anak juga bisa membawa pulang hasil kreativitas yang dibuat dengan tangan mereka sendiri. Asyikk!

Apa Kata Mereka?

Keseruan hari itu bukan cuma dari riuhnya suasana, lho! Cerita dari anak-anak ternyata nggak kalah serunya. Salah satu anak, Fikri, mengaku sangat menikmati seluruh rangkaian kegiatan hari itu. "Seru banget, Kak! Aku paling suka main balogo sama gasing. Ternyata mainnya nggak segampang yang aku kira, tapi justru itu yang bikin seru" ujarnya dengan wajah penuh semangat. Mendengar cerita Fikri, terlihat bahwa permainan tradisional mampu menghadirkan rasa penasaran sekaligus tantangan yang membuat anak-anak ingin terus belajar dan mencoba tanpa mudah menyerah.

Cerita serupa juga datang dari Alya yang mengaku paling menantikan sesi membuat layang-layang. "Aku senang bisa gambar sendiri layang-layangnya. Jadi bisa bawa pulang hasil gambar aku. Nanti bisa diterbangin di rumah," katanya sambil menunjukkan layang-layang warna-warni buatannya. 

Dari tawa, sorakan, hingga cerita yang dibagikan di akhir kegiatan, semuanya menjadi rangkaian kenangan yang melengkapi hari itu. Bukan hanya membawa pulang layang-layang hasil karya sendiri, anak-anak juga membawa pulang pengalaman baru, teman-teman baru, dan cerita seru yang mungkin akan terus mereka ingat. Pokoknya lengkap, dehItulah yang membuat setiap kegiatan TGR selalu terasa istimewa, karena di balik setiap permainan, selalu ada kebahagiaan yang tumbuh dan kenangan yang tercipta bersama.

Yuk, ikuti terus keseruan kegiatan TGR berikutnya! Jangan sampai ketinggalan, karena setiap kegiatan TGR selalu menghadirkan pengalaman bermain yang seru, hangat, dan penuh makna. Lupakan Gadget-mu, Ayo Main di Luar!  (AVT/ed. ).

Writer: Alvito Adiansyah

Editor: Naufal Haidar Rauf

Graphic Designer: Nurul

Tgr Goes To School Tgr Campaign Permainan Tradisional Balogo Gasing
Komentari Tulisan