Traditional Games Returns

Lupakan Gadgetmu, Ayo Main di Luar!

MPLS SMA N 31 Jakarta Meriah dengan Permainan Tradisional

Rabu, 15 Juli 2026 ~ Oleh Traditional Games Returns ~ Dilihat 24 Kali

Halo Sobat TGR! Tim Traditional Games Returns (TGR) mendapat kesempatan untuk berkolaborasi dengan Genovias Crystal (Generation Of Innovation is Critical, Solidarity, Loyalty and Professional), yaitu OSIS dan MPK dari SMA Negeri 31 Jakarta dalam Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang digelar pada 14 Juli 2026. Kegiatan MPLS yang rutin dilaksanakan untuk menyambut dan memperkenalkan siswa-siswi baru terhadap lingkungan sekolah ini diikuti oleh 360 siswa kelas X (sepuluh) yang terbagi menjadi 10 rombongan belajar. Tim TGR mendapat kesempatan untuk mengisi materi dalam sesi "Lingkungan Belajar Aman, Nyaman dan Menggembirakan" yang bertujuan untuk memperkenalkan lingkungan belajar menggembirakan lewat implementasi gembira bermain. 

Potret Bersama Seluruh Peserta 

(Dokumentasi TGR, 2026) 

Penggabungan konsep bermain dan pengenalan lingkungan sekolah ini menjadi warna baru bagi MPLS SMA Negeri 31 Jakarta. Sebelumnya, MPLS dilaksanakan dengan pemaparan materi narasumber, penampilan ekstrakurikuler dan pawai siswa-siswi berpretasi. Tahun ini, untuk memeriahkan MPLS dengan suasana interaktif dan penuh partisipasi siswa-siswi baru, Genovias Crystal menggandeng TGR untuk mewujudkannya. 

Ketua OSIS SMA Negeri 31 Jakarta, Nayzatun Qiyas Nabilah mengatakan bahwa MPLS sebelumnya belum pernah memadukan konsep bermain di dalam pelaksanannya. Qiyas merasa permainan juga dapat menjadi media yang baik untuk mengantar pesan, termasuk pengenalan lingkungan sekolah. Karena siswa-siswi dapat lebih mudah mengenal atau menghafal materi jika dibawakan dengan cara yang fun dan penuh partisipasi aktif.

"Pastinya seneng banget dong! Gak akan bosen kolaborasi sama TGR, karena selalu menyediakan permainan yang baru dan seru. Apalagi di momen MPLS ini murid baru diajak main bareng teman-teman yang mereka belum kenal, jadi bisa bikin makin akrab. Jenis permainannya pun membawa mereka lebih kenal sama lingkungan SMAN 31 Jakarta ini", ungkap Qiyas saat menjelaskan keseruan kolaborasi bersama TGR.

Sesi MPLS bersama TGR dimulai dengan membagi setiap kelas menjadi empat kelompok kecil yang berisikan 9 siswa-siswi. Setiap kelompok kecil didampingi oleh 4 fasilitator dari Genovias Crystal dan Tim TGR. Untuk meningkatkan bonding antar kelompok, mereka harus saling berkenalan sebelum beranjak ke permainan tradisional.

Ice Breaking Pemecah Tawa 

Sesi dibuka dengan ice breaking yang dipandu oleh kak Nina, dengan memperkenalkan seluruh Tim TGR yang hadir dan mendampingi proses bermain. Kemudian, ice breaking pertama yang dimainkan adalah cingciripit, permainan sederhana pengasah konsentrasi dengan menghindar dan menangkap jari atau tangan pemain. Tawa lepas pun terdengar ketika ada yang berhasil menangkap jari temannya atau sekadar berhasil menghindar dari tangkapan teman. 


Sesi Ice Breaking yang Dipandu oleh Tim TGR

(Dokumentasi TGR, 2026)

Belum selesai di sana, tim TGR juga mengajak seluruh peserta untuk bermain tepuk ampar-ampar pisang dengan menggunakan tangan dan kaki. Permainan konsentrasi gerak tubuh yang diiringi lagu daerah ini sukses menghibur SMA Negeri 31 di pagi hari itu. Kemudian di akhir permainan peserta diajak untuk melakukan suit, permainan berlanjut dan dilakukan sebanyak tiga kali.

Para Siswa Mengikuti Ice Breaking

(Dokumentasi TGR, 2026)

Permainan ice breaking terakhir yang dilakukan adalah "dengar, hafal dan lakukan!". Permainan sandi rahasia yang harus dihafalkan oleh seluruh pemain. Kak Nina mengganti instruksi kanan menjadi gasing, kiri menjadi congklak, maju menjadi bentengan, mundur menjadi bekel dan loncat menjadi dampu. Selanjutnya setelah mereka hafal dengan sandi rahasianya, kak Nina memberikan instruksi dengan hanya menyebut nama permainan tradisionalnya saja, sedangkan mereka harus bergandengan tangan melingkar sambil melakukan instruksi kak Nina dengan melangkah sesuai sandi rahasia. Wah, walau sedikit kesulitan di awal, tetapi berakhir dengan penuh konsentrasi, seluruh peserta berhasil menunjukkan kekompakannya di setiap kelompok. 

Usai pemanasan dengan ice breaking, setiap peserta diajak untuk bergiliran mencoba empat permainan tradisional, yaitu: 

  1. Mengingat Denah Sekolah
  2. Estafet Sarung dan Cerdas Cermat Smantisa
  3. Keprayan 
  4. Kuda Bisik dan TTS Smantisa 

Setiap kelompok mulai bergantian memainkan permainan yang telah disiapkan, dengan pendampingan langsung dari fasilitator MPK OSIS SMA Negeri 31 Jakarta serta Tim TGR.

Permainan 1: Mengingat Denah Sekolah

Permainan dibuka dengan tantangan "Mengingat Denah Sekolah". Pada hari pertama MPLS sebelumnya, para siswa baru telah diajak berkeliling menjelajahi gedung empat lantai ini melalui kegiatan school tour. Selain menguji daya ingat, permainan ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa bangga dan cinta para siswa terhadap almamater mereka, SMA Negeri 31 Jakarta.

Para Peserta Berdiskusi Menyelesaikan Tantangan Denah Sekolah

(Dokumentasi TGR, 2026)

Dibagikan empat lembar kertas denah dengan kotak-kotak yang kosong mewakili setiap ruangan yang ada di SMA Negeri 31 Jakarta. Kemudian para peserta diberikan waktu lima menit untuk berdiskusi dan membuka kembali catatan mereka untuk menebak ruangan apa saja yang terdapat di setiap lantai. Usai lima menit berlalu, catatan harus ditutup dan peserta diminta untuk mengisi denah kosong secepat mungkin. Peserta yang berhasil menjawab semua ruangan dengan benar adalah pemenangnya. 

Permainan 2: Estafet Sarung dan Cerdas Cermat 

Setiap kelompok diminta untuk berdiri membentuk lingkaran kemudian bergandengan tangan. Tantangannya adalah memindahkan sarung dari orang pertama hingga orang terkakhir tanpa memutus gandengan tangan. Kemudian orang terakhir akan diberikan sebuah pertanyaan terkait lingkungan sekolah.

Para Peserta Menyelesaikan Tantangan Estafet Sarung

(Dokumentasi TGR, 2026)

Permainan bergulir sampai 10 soal selesai dibacakan. Kelompok yang paling banyak menjawab soal dengan benar adalah pemenangnya. Permainan ini bertujuan untuk mengulas kembali materi yang sebelumnya sudah disampaikan pada sesi MPLS. Wah, menarik ya!

Permainan 3: Keprayan

Permainan sederhana menggunakan tusuk sate ini rupanya baru pertama dijumpai oleh para peserta. Meski pun keprayan ini adalah permainan tradisional yang sudah ada sejak lama, tetapi banyak yang belum pernah memainkannya. Permainan dibagi menjadi dua kelompok kecil, mereka membentuk lingkaran dan duduk bersama. 

Konsentrasi Peserta Mengambil Keprayan!

(Dokumentasi TGR, 2026)

Setelah duduk bersama, mereka melakukan hompimpa untuk menentukan siapa pemain yang akan main terlebih dahulu. Kemudian tantangannya adalah mengambil satu demi satu lidi tanpa menyentuh lidi lainnya. Jika lidi yang diangkat mengenai lidi lain dan mengakibatkan adanya pergerakan, maka saatnya bergiliran dengan pemain lain, sedangkan lidi yang sudah didapatkan sebelumnya harus disimpan sebagai poin. Kemudian giliran pemain berikutnya yang bermain. Pemenang adalah yang berhasil mengumpulkan lidi terbanyak. 

Ternyata keprayan adalah permainan tradisional favorit ketua OSIS juga loh Sobat TGR!

"Menurut aku permainan paling menarik ada permainan Keprayan, karena jarang banget anak sekarang yg tau permainan tradisional itu, termasuk aku. Mungkin kalo gaada TGR aku gatau ada permainan tradisional keprayan, disini kita di uji fokus banget untuk ambil lidi nya satu satu tanpa goyang.", ujar Qiyas.

Permainan 4: Kuda Bisik dan Teka Teki Silang

Permainan sederhana berbisik sambil mengantarkan sebuah kalimat ini menjadi permainan penutup yang menyenangkan. Setiap pemain harus beridiri membelakangi satu sama lain, kemudian fasilitator membisikkan kalimat kepada orang pertama, lalu harus disampaikan bergiliran dengan benar. Kalimat yang digunakan adalah informasi terkait SMA Negeri 31 Jakarta, seperti "SMA Negeri 31 Jakarta terletak di kawasan Matraman, Jakarta Timur".

Bermain Kuda Bisik

(Dokumentasi TGR, 2026)

Setelah semua pemain mendapat giliran berbisik, orang terakhir harus memberi tahu apa informasi yang didengar sebelumnya. Jika benar, maka kelompok mendapat kesempatan untuk menjawab satu nomor soal teka teki silang. Permainan bergulir sampai waktu habis. Pemenang ditentukan dari kelompok yang berhasil menjawab soal teka teki silang paling banyak. Wah sangat kompetitif ya!

Sharon, sebagai salah satu fasilitator juga membagikan sukacitanya saat bertugas menjadi fasilitator,

"Aku bertanggung jawab untuk menjadi fasilitator kuda bisik dan ternyata seru banget. Aku juga menjelaskan kepada 4 kelompok dengan lancar karena sebelumnya Tim TGR juga sudah mengajarkan kami para fasilitator dari OSIS MPK di hari sebelumnya. Jadi kami jadi lebih paham dan percaya diri saat menjelaskan kepada adik-adik kelas X", cerita Sharon dengan gembira. 

Penutup

Tak terasa 90 menit berlalu dengan sangat cepat, karena setiap siswa-siswi menikmati semua permainan yang tersedia. Permainan tradisional yang pertama kali digelar dalam MPLS SMA Negeri 31 Jakarta menjadi pengingat bahwa permainan tradisional bisa masuk ke dalam segala kegiatan. Semoga semakin banyak sekolah yang melibatkan permainan tradisional dalam kegiatan kesiswaannya ya!

Murid baru sangat antusias dengan kedatangan TGR, karena dari hari pertama hanya ada materi seharian, jadi murid baru kayak overstimulated. Tapi setelah bermain bersama TGR peserta sangat senang dan bisa berkenalan satu sama lain, ungkap Qiyas, Ketua OSIS SMA Negeri 31 Jakarta

Potret Kebersamaan Panitia OSIS MPK dan TGR

(Dokumentasi TGR, 2026)

Selain itu, Qiyas juga menyampaikan harapannya untuk TGR dan Genovias Crystal,

"Semoga TGR dan Genovias Crystal selalu bisa berkolaborasi dengan baik, mungkin bisa di acara acara besar kami untuk TGR membuka happy place booth, karena aku percaya permainan tradisional itu memang layak di perkenalkan ke generasi muda", ujar Qiyas dengan penuh antusias.

Salah seorang fasilitator dari Genovias Crystal yaitu Sharon Gladys Bungaezra Hutapea, yang juga menjabat sebagai Sekbid 6 bagian kearsipan,  mengatakan,

"Seru banget, aku suka, kakak-kakak TGR pembawaannya asyik, anak-anak jadi ikutan ingin main kan panas-panas gitu ya (karena di lapangan), tapi anak-anak antusias dan ikut menyapa kita dengan gembira. Dari awal seneng banget!", ungkap Sharon. 

Potret Bincang Bersama Sharon

(Dokumentasi TGR, 2026)

TGR berharap, semoga kolaborasi dengan SMA Negeri 31 Jakarta akan terus berlanjut dalam upaya memajukan budaya melalui permainan tradisional. Bagi Sobat TGR yang juga ingin mengajak TGR berkolaborasi menggelar kegiatan bermain bersama, Sobat dapat menghubungi admin TGR yaitu Salsha pada nomor WhatsApp 085694792992. Lupakan Gadget-mu, Ayo Main di Luar! (Aghnina)

Permainan Tradisional Sma Negeri 31 Jakarta Tgr Campaign Tgr Traditional Games Returns
Komentari Tulisan