Traditional Games Returns

Lupakan Gadgetmu, Ayo Main di Luar!

Hidupkan Kembali Permainan Tradisional di Hari Lahir Pancasila

Minggu, 02 Agustus 2026 ~ Oleh Traditional Games Returns ~ Dilihat 5 Kali

Halo, Sobat TGR! Hari Lahir Pancasila menjadi momen penting untuk kembali mengingat dan mengamalkan nilai-nilai yang menjadi dasar kehidupan berbangsa dan bernegara. Untuk memperingatinya, berbagai kegiatan edukatif dan budaya digelar guna memperkenalkan nilai-nilai tersebut kepada masyarakat, terutama generasi muda. Salah satu kegiatan yang menarik perhatian adalah permainan tradisional yang mengajak peserta mengenal kembali kekayaan budaya Indonesia sekaligus merasakan keseruan bermain bersama.

Pada 31 Mei 2026 lalu, tim TGR turut menjadi bagian dalam peringatan Hari Lahir Pancasila lho! Kegiatan ini diselenggarakan oleh BPIP dan berlangsung di Lapangan Banteng. Kegiatannya terbuka untuk umum sehingga dapat dinikmati oleh siapa saja. Terdapat berbagai aktivitas yang bisa dicoba para pengunjung seperti bakti sosial, donor darah, cek kesehatan gratis, dan nostalgia bermain permainan tradisional! 

Menghidupkan Nilai-Nilai Pancasila Lewat Permainan

Pemilihan permainan tradisional sebagai salah satu aktivitas dalam peringatan Hari Lahir Pancasila tentu bukan tanpa alasan. Bu Anggi selaku perwakilan BPIP menyampaikan bahwa pihaknya ingin menghadirkan kegiatan yang tidak hanya edukatif, tetapi juga menyenangkan dan dapat dinikmati oleh masyarakat dari berbagai kalangan.

Saya selaku perwakilan dari BPIP tentu ingin kegiatan ini menjadi momen bagi masyarakat untuk lebih mengenal nilai-nilai budaya dengan cara yang lebih happy seperti dengan cara bermain permainan tradisional,” ucapnya. 

Dalam hal ini, tentu Bu Anggi berharap bahwa permainan tradisional mampu menciptakan suasana yang akrab sekaligus mengajak masyarakat mengenang permainan yang pernah menjadi bagian dari keseharian mereka. Melalui permainan tradisional, masyarakat tidak hanya diajak bermain, tetapi juga merasakan kembali nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan saling menghargai yang sejalan dengan semangat Pancasila.

Permainan Tradisional Jadi Daya Tarik Utama

Di antara beragam aktivitas yang tersedia, area permainan tradisional menjadi salah satu yang paling diminati pengunjung. TGR menghadirkan sepuluh jenis permainan tradisional, yaitu gasing bambu, keprayan, engklek, ular tangga, congklak, damdas, patheng dudu, tarik tambang, lompat karet, dan permainan jejak. Seluruh permainan dapat dimainkan secara bebas oleh pengunjung dari berbagai usia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Suasana Area Bermain

(Dokumentasi TGR Community, 2026)

Pada kegiatan ini permainan digelar di lapangan sehingga para pengunjung bisa bebas bermain, hal ini membuat area permainan tradisional selalu dipadati pengunjung sepanjang acara. Banyak pengunjung yang penasaran untuk mencoba permainan yang belum pernah mereka mainkan sebelumnya. Untuk memudahkan peserta, setiap permainan didampingi oleh tim TGR yang siap membantu sekaligus mengajarkan cara bermainnya.

Antusiasme Pengunjung dari Berbagai Kalangan

Antusiasme pengunjung terlihat jelas di area permainan. Sebagian orang dewasa tampak bersemangat memainkan kembali permainan yang pernah menjadi bagian dari masa kecil mereka. Sementara itu, anak-anak yang baru mengenal permainan tradisional terlihat penasaran dan antusias mengikuti setiap arahan dari tim TGR.

Bermain bersama TGR

(Dokumentasi TGR Community, 2026)

Semangat tersebut juga tercermin dari berbagai cerita yang dibagikan para pengunjung. Banyak anak mengaku baru pertama kali mencoba permainan-permainan tradisional, tetapi tetap bersemangat untuk mempelajari dan memainkannya. Bahkan, tidak sedikit yang langsung memiliki permainan favorit setelah mencobanya.

Keseruan Pengunjung di Area Bermain

(Dokumentasi TGR Community, 2026)

Pengalaman Seru Para Peserta

Salah satunya adalah Bella yang mencoba permainan patheng dudu dan keprayan. Dari kedua permainan tersebut, Bella mengaku paling menyukai patheng dudu karena menurutnya permainan itu cukup menantang dan membutuhkan ketelitian. Meski sempat mengalami kesulitan, ia berhasil menyusun tujuh batu dan merasa bangga dengan pencapaiannya.

Tadi aku nyobain nyusun batu itu (patheng dudu), awalnya susan tapi aku bisa susun sampai tujuh batu,” ungkap Bella antusias.

Keseruan yang sama juga dirasakan oleh Devano, bocah berusia tujuh tahun. Ia mencoba hampir seluruh permainan yang tersedia, kecuali engklek. Dari semua permainan yang dimainkan, lompat karet menjadi favoritnya karena ia senang berlari dan melompat bersama teman-temannya.

Kalo aku tadi main semuanya kecuali itu (sambil menunjuk engklek), tapi paling seru main lompat karet karena bisa lompat-lompat,” ucapnya sambil tersenyum manis.

Sementara itu, Farhan yang mencoba ular tangga, damdas, dan engklek mengaku paling menyukai permainan engklek. Ia juga berharap dapat mencoba permainan lain yang belum sempat dimainkan pada kesempatan berikutnya.

Nah, bagi Fajri, tarik tambang menjadi permainan yang paling berkesan. Selain seru dimainkan secara berkelompok, permainan tersebut memberinya kesempatan untuk berkenalan dengan teman-teman baru. Pengalaman bermain bersama inilah yang membuat suasana area permainan terasa hangat dan penuh keceriaan sepanjang acara.

Potret Seru Bermain 

(Dokumentasi TGR Community, 2026)

Permainan Tradisional Tetap Relevan dan Menyenangkan

Dari berbagai cerita yang dibagikan para pengunjung, terlihat bahwa permainan tradisional masih mampu menghadirkan keseruan yang sederhana namun berkesan. Bagi sebagian anak, kegiatan ini menjadi pengalaman pertama mereka mengenal permainan tradisional secara langsung. Meski baru pertama kali mencoba, hampir seluruh peserta mengaku senang dan menikmati kesempatan untuk bermain, belajar, serta berinteraksi dengan teman-teman baru dalam suasana yang menyenangkan.

Bagi TGR, momen ini menjadi pengingat bahwa permainan tradisional masih memiliki tempat di hati masyarakat. Melihat antusiasme anak-anak, remaja, hingga orang dewasa yang bermain bersama menjadi semangat bagi TGR untuk terus menghadirkan ruang bermain yang menyenangkan sekaligus mengenalkan kembali kekayaan budaya Indonesia. Jadi jangan lupa untuk terus ikuti kegiatan seru tim TGR ya! Lupakan Gadget-mu Ayo Main di Luar! (RA/ed.PAZ)

Writer: Rania Isra Athalla

Journalist: Naila Amanda Rizqia

Editor: Putri Aulia Zulfa

Graphic Designer: Indiana

Komentari Tulisan