Traditional Games Returns

Lupakan Gadgetmu, Ayo Main di Luar!

Merayakan Ulang Tahun Winda dengan Penuh Keceriaan Bersama TGR di RPTRA Mardani Asri

Selasa, 18 Agustus 2026 ~ Oleh Traditional Games Returns ~ Dilihat 13 Kali

Hai, Sobat TGR! Keceriaan kembali hadir di RPTRA Mardani Asri dalam kegiatan bermain bersama yang diadakan pada 27 Juni 2026. Suasana sore itu terasa begitu hangat sejak anak-anak mulai berdatangan. Tawa dan sapaan mulai terdengar di berbagai sudut RPTRA.

Kegiatan kali ini terasa semakin istimewa karena menjadi bagian dari perayaan ulang tahun Kak Winda. Berbeda dari perayaan ulang tahun pada umumnya, momen spesial ini dipilih berbagi kebahagiaan bersama anak-anak melalui permainan tradisional. 

Sebelum memasuki sesi permainan, seluruh anak-anak terlebih dahulu berkumpul di area utama. Acara dibuka dengan sambutan singkat Kak Nina yang mengajak seluruh anak menikmati setiap permainan dengan penuh semangat, saling membantu, dan menjunjung sportivitas. Tepuk tangan dan sorakan kecil dari anak-anak membuat suasana semakin hangat dan akrab.

Ice Breaking

Serunya Sesi Ice Breaking

(Dokumentasi TGR Community, 2026)

Sebelum memulai permainan, anak-anak berkumpul dan membuat lingkaran besar. Kegiatan diawali dengan perkenalan antara anak-anak dan kakak-kakak agar suasana menjadi lebih akrab. Setelah semua berkenalan, Kak Nina memberikan tantangan kecil untuk menguji ingatan mereka. Anak-anak diminta menyebutkan kembali nama kakak-kakak yang baru saja mereka kenal.

Setelah sesi perkenalan selesai, suasana kembali dibuat lebih seru. Anak-anak tetap berada dalam lingkaran dan mulai berjalan mengelilingi lingkaran sambil bernyanyi bersama. Suara nyanyian pun terdengar semakin ramai karena semua ikut bernyanyi sambil mengikuti arahan Kak Nina.

Di tengah nyanyian, Kak Nina memberikan berbagai instruksi yang harus langsung diikuti. Ada aba-aba "putar balik" yang membuat anak-anak segera membalikkan arah berjalan, hingga instruksi "jalan sambil jongkok" yang membuat suasana semakin lucu dan ramai. Beberapa anak sempat salah arah atau terlambat mengikuti gerakan, lalu tertawa bersama teman-temannya. Setelah suasana benar-benar cair, anak-anak pun siap melanjutkan keseruan ke permainan berikutnya. Asyiik!

Ronde Pertama

Lompat Tali

Asyikknya bermain Lompat Tali

(Dokumentasi TGR Community, 2026)

Pos pertama dipandu oleh Kak Vito. Permainan lompat tali langsung mengundang antusiasme anak-anak karena hampir semua ingin mencoba melewati tantangan di setiap tingkat ketinggian. Tali karet mulai dipasang dari posisi paling rendah, kemudian perlahan dinaikkan setiap kali anak-anak berhasil melewatinya.

Suasana semakin ramai ketika tantangan mulai bertambah sulit. Ada yang berhasil melompat dengan mulus dan langsung disambut tepuk tangan, ada pula yang hampir berhasil tetapi kakinya menyentuh tali sehingga membuat teman-temannya ikut tertawa. Meski harus mengulang beberapa kali, semangat mereka tetap mengembara.

Gasing

Asyikknya bermain Lompat Gasing

(Dokumentasi TGR Community, 2026)

Di pos gasing bersama Kak Salia, anak-anak diperkenalkan cara memainkan salah satu permainan tradisional yang membutuhkan teknik dan kesabaran. Mereka terlebih dahulu belajar melilit tali gasing sebelum mencoba melemparkannya ke arena.

Saat giliran bermain dimulai, berbagai momen lucu pun bermunculan. Ada gasing yang langsung rebah sesaat setelah dilempar, ada yang hanya berputar sebentar, tetapi ada juga yang berhasil berputar cukup lama hingga membuat anak-anak bersorak kagum. Bahkan sampai adu gasing! Asyiik!

Ular Naga 

Asyikknya bermain Ular Naga

(Dokumentasi TGR Community, 2026)

Di pos Ular Naga bersama Kak Rania, suasana sangat meriah. Dua orang membentuk gerbang dengan kedua tangan mereka, sementara anak-anak berbaris memanjang sambil berjalan melewati gerbang tersebut diiringi lagu Ular Naga yang dinyanyikan bersama.

Begitu lagu berhenti, gerbang langsung menutup dan salah satu anak yang berada tepat di bawahnya "tertangkap". Tawa langsung pecah dari seluruh barisan. Permainan terus berlangsung hingga semua anak merasakan keseruan menjadi bagian dari ular naga yang panjang dan penuh candaan.

Keprayan

Asyikknya bermain Keprayan

(Dokumentasi TGR Community, 2026)

Di pos Keprayan bersama Kak Eci, anak-anak menguji ketelitian dan kesabaran. Permainan dimulai dengan menghamburkan sejumlah stik kayu di atas alas hingga posisinya saling bersilangan. Setelah itu, anak-anak bergantian mengambil stik satu per satu, bisa menggunakan tangan atau stik, dengan satu syarat: stik lain nggak boleh ikut bergerak.

Di sinilah tantangannya dimulai. Anak-anak harus benar-benar memperhatikan posisi stik sebelum menentukan mana yang akan diambil. Sedikit saja salah menyentuh, stik lain bisa ikut bergeser dan giliran pun harus berakhir. Ada yang sudah mengambil dengan sangat hati-hati, tetapi tiba-tiba stik di bawahnya ikut bergerak. "Aduh, gerak!" seru mereka sambil tertawa. Makin lama, anak-anak justru semakin penasaran untuk mencoba lagi dan mencari stik yang paling aman untuk diambil.

Ronde Kedua

Benteng

Asyikknya bermain Benteng

(Dokumentasi TGR Community, 2026)

Memasuki ronde kedua, anak-anak kembali berkumpul untuk mencoba permainan Benteng bersama Kak Eci. Kali ini mereka harus mengandalkan kecepatan, keberanian, dan strategi untuk menjaga benteng masing-masing sekaligus mencari kesempatan untuk mendekati benteng lawan.

Begitu permainan dimulai, suasana langsung berubah ramai. Anak-anak berlarian mengejar dan menghindari satu sama lain. Ada yang fokus menjaga area benteng, sementara yang lain mencoba mencari celah untuk menyerang. Teriakan semangat dan tawa pun terus terdengar selama permainan berlangsung. Walaupun cukup menguras tenaga, anak-anak tetap terlihat antusias dan tidak ingin berhenti bermain.

Balogo

Asyikknya bermain Balogo

(Dokumentasi TGR Community, 2026)

Setelah puas bermain Benteng, keseruan berlanjut ke permainan Balogo yang dipandu oleh Ms. Salia. Anak-anak mencoba permainan tradisional yang membutuhkan ketepatan dalam mengarahkan logo menuju sasaran. 

Satu per satu mereka mencoba mengayunkan stik dan melihat logo (kepingan berbentuk segi empat atau segi lima) meluncur ke arah target. Ada yang berhasil mengenai sasaran dengan tepat hingga langsung mendapat sorakan dari teman-temannya, sementara beberapa lainnya masih harus mencoba mengatur arah dan kekuatan pukulan. Setiap percobaan selalu menghadirkan kejutan dan membuat anak-anak semakin penasaran untuk mencoba lagi.

Engklek/Dampu

Asyikknya bermain Engklek/Dampu

(Dokumentasi TGR Community, 2026)

Di pos berikutnya, Kak Rania bersama anak-anak bermain Engklek atau Dampu. Permainan ini membuat mereka harus menjaga keseimbangan sambil mengikuti jalur yang sudah tersedia. Sebelum mulai, Kak Rania menjelaskan cara bermain dan memberikan contoh agar anak-anak lebih mudah mengikuti gerakannya.

Begitu giliran dimulai, anak-anak langsung mencoba melompat dari satu bagian ke bagian lainnya. Ada yang mampu melewati lintasan dengan lancar, ada yang kehilangan keseimbangan di tengah jalan, dan ada pula yang harus mengulang karena salah pijakan. Teman-teman yang menunggu giliran pun tidak kalah seru memberikan semangat. Tawa dan tepuk tangan terus mengiringi setiap lompatan hingga permainan selesai.

Ular Tangga Sit Down

Keseruan ronde kedua ditutup dengan permainan Ular Tangga Sit Down bersama Kak Vito. Anak-anak merasakan versi ular tangga yang lebih aktif dan membuat mereka tidak hanya duduk menunggu giliran. Setiap langkah yang didapat dari lemparan dadu membawa mereka menuju kotak berikutnya, dengan kemungkinan naik tangga atau justru kembali turun karena bertemu ular.

Setiap kali dadu dilempar, anak-anak langsung memperhatikan angka yang muncul. Ketika mendapat kesempatan naik tangga, sorakan pun terdengar, sedangkan saat harus turun karena terkena ular, reaksi mereka langsung berubah menjadi tawa dan rasa gemas. 

Bingkisan dan Foto Bersama

Setelah seluruh rangkaian permainan di ronde kedua selesai, anak-anak kembali berkumpul bersama kakak-kakak TGR. Suasana yang sebelumnya dipenuhi suara sorakan dan tawa perlahan berubah menjadi lebih santai. Meski terlihat lelah setelah bermain, wajah anak-anak masih menunjukkan antusiasme dan kebahagiaan. Momen ini menjadi semakin spesial karena bertepatan dengan hari ulang tahun Kak Winda.

Sebagai bagian dari perayaan ulang tahunnya, Kak Winda kemudian membagikan bingkisan kepada anak-anak. Satu per satu bingkisan diberikan dengan penuh kehangatan. Anak-anak pun terlihat senang menerima hadiah tersebut, beberapa langsung melihat isi bingkisan yang didapat sambil menunjukkan kepada teman di sebelahnya. Bagi Kak Winda, berbagi kebahagiaan di hari ulang tahunnya bersama anak-anak menjadi cara sederhana untuk membuat momen spesial tersebut terasa semakin bermakna.

Sesi Foto Bersama

(Dokumentasi TGR Community, 2026)

Setelah pembagian bingkisan selesai, seluruh anak-anak dan kakak-kakak TGR kemudian berkumpul untuk sesi foto bersama. Semua mengambil posisi sambil menunjukkan senyum terbaiknya ke arah kamera. Beberapa jepretan diabadikan untuk menangkap momen kebersamaan hari itu. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan suasana santai dan penuh canda sebelum akhirnya seluruh rangkaian acara ditutup. Hari itu pun menjadi kenangan manis, bukan hanya karena ulang tahun Kak Winda, tetapi juga karena ada banyak tawa, permainan, dan kebersamaan yang dibagikan bersama anak-anak. 

Apa Kata Mereka?

Bagi Kak Winda, merayakan ulang tahun dengan cara seperti ini memiliki makna tersendiri. Ia ingin menjadikan hari spesialnya sebagai kesempatan untuk berbagi kebahagiaan bersama anak-anak. 

"Aku pengen berbagi kebahagiaan di hari ulang tahun aku bersama anak-anak. Selain itu, aku juga ingin merasakan lagi nostalgia bermain permainan tradisional seperti waktu kecil dulu," ungkap Kak Winda. 

Pilihan tersebut membuat perayaan ulang tahunnya terasa berbeda. Bukan hanya tentang bertambahnya usia, tetapi juga tentang menciptakan momen bahagia bersama orang lain. Semangat Kak Winda ternyata juga dirasakan oleh Reihan. Ia mengaku senang bisa mengikuti kegiatan bermain bersama hari itu. 

"Senang banget bisa ikut kegiatan seperti ini. Seru banget main bareng teman-teman, semoga nanti diadain lagi," Dari berbagai permainan yang dicoba, lompat karet menjadi permainan yang paling berkesan baginya. 

"Yang paling seru lompat karet, soalnya menantang banget, apalagi kalau karetnya sudah tinggi," tambahnya. Antusiasme Reihan menunjukkan bahwa tantangan sederhana dalam permainan tradisional justru bisa membuat anak-anak semakin penasaran untuk mencoba.

Nindi juga merasakan hal yang sama. Menurutnya, keseruan bukan hanya berasal dari permainan yang dimainkan, tetapi juga karena semua dilakukan bersama-sama. "Seru banget, apalagi bisa main rame-rame sama teman-teman. Jadi lebih asyik dan enggak terasa kalau sudah lama main," ujar Nindi. Dari semua permainan, Benteng menjadi favoritnya. Permainan yang mengandalkan kecepatan, strategi, dan kekompakan itu membuat Nindi menikmati setiap momennya.

Cerita dari Kak Winda, Reihan, dan Nindi menjadi gambaran kecil dari suasana kegiatan hari itu. Ada yang datang untuk merayakan ulang tahun, ada yang ingin bernostalgia dengan permainan masa kecil, dan ada pula yang sekadar ingin bermain bersama teman-teman. Pada akhirnya, semuanya bertemu dalam satu hal yang sama: kebahagiaan yang lahir dari bermain bersama.

Keseruan di RPTRA Mardani Asri hari itu menjadi pengingat bahwa perayaan tidak selalu harus berlangsung dengan sesuatu yang mewah. Berbagi waktu, tawa, dan pengalaman bermain bersama pun bisa menjadi hadiah yang begitu berarti. Melalui permainan tradisional, anak-anak tidak hanya mendapatkan kesempatan untuk bergerak dan bersenang-senang, tetapi juga menciptakan kenangan yang bisa mereka bawa pulang.

Demikian keseruan kegiatan TGR dalam perayaan ulang tahun Kak Winda di RPTRA Mardani Asri. Semoga keceriaan hari itu tidak berhenti setelah permainan selesai, tetapi terus menjadi cerita manis bagi anak-anak dan semua yang terlibat. Terima kasih untuk Kak Winda yang telah memilih berbagi kebahagiaan dengan cara yang begitu hangat, serta untuk seluruh anak-anak dan kakak-kakak TGR yang sudah membuat kegiatan hari itu semakin meriah.

Sampai bertemu di keseruan TGR berikutnya, Sobat TGR! Jangan lupa, masih banyak permainan tradisional yang bisa dimainkan, banyak tawa yang bisa dibagikan, dan banyak kenangan yang bisa diciptakan bersama. Lupakan Gadget-mu, Ayo Main di Luar! (AVT/ed.)

Writer: Alvito Adiansyah

Editor: Naufal Haidar Rauf

Graphic Designer: Nurul

Tgr Event Rptra Mardani Asri Ulang Tahun Permainan Tradisional
Komentari Tulisan