Traditional Games Returns

Lupakan Gadgetmu, Ayo Main di Luar!

Dari Pos ke Pos, Dari Tahu Menjadi Paham: Edukasi Pencegahan Kekerasan Seksual Dengan Cara Menyenangkan Bersama Relawan Kawan Puan

Senin, 31 Agustus 2026 ~ Oleh Traditional Games Returns ~ Dilihat 16 Kali

Halo, Sobat TGR! Permainan tradisional tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga dapat menjadi media pembelajaran yang menyenangkan. Kali ini Tim Traditional Games Returns (TGR) berkolaborasi bersama Kawan Puan by KitaBisa dalam kegiatan edukasi pencegahan kekerasan seksual yang dilaksanakan pada 13 Maret 2026 bersama peserta Yayasan Al-Ittihadiyah. Kegiatan yang diikuti oleh lebih dari 30 peserta ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya menjaga diri, memahami batasan pribadi, serta mengenali berbagai bentuk kekerasan seksual melalui pendekatan yang interaktif dan menyenangkan.

Sejak awal kegiatan, suasana hangat dan penuh semangat sudah terasa. Antusiasme peserta terlihat ketika mereka berkumpul dan berinteraksi dengan para relawan. Melalui konsep permainan antar pos, peserta diajak belajar sambil bermain sehingga materi yang disampaikan dapat diterima dengan lebih mudah dan menyenangkan.

 

Kegiatan diawali dengan sesi pembukaan yang dipandu oleh Kak Nina. Untuk membangun suasana yang nyaman dan akrab, peserta diajak mengikuti berbagai permainan ice breaking yang mengundang tawa dan semangat kebersamaan. Melalui sesi ini, peserta menjadi lebih aktif berinteraksi dan siap mengikuti rangkaian kegiatan selanjutnya.

 

Keseruan Sesi Ice Breaking

(Dokumentasi TGR Community, 2026)

 

Setelah sesi pembukaan, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil untuk mengikuti berbagai pos permainan yang telah disiapkan oleh Tim TGR dan Kawan Puan. Setiap pos menghadirkan pengalaman belajar yang berbeda dengan menggabungkan unsur permainan dan edukasi mengenai pencegahan kekerasan seksual.

 

 

Di pos pertama, peserta bermain Balogo bersama Kak Hanif. Permainan tradisional khas Kalimantan ini menjadi sarana untuk mengajak peserta memahami pentingnya menciptakan lingkungan yang aman dan saling menghargai. Antusiasme peserta terlihat ketika mereka mencoba mengenai target sambil menerima berbagai pesan edukatif yang disampaikan oleh fasilitator.

 

Permainan Tradisional Balago

(Dokumentasi TGR Community, 2026)

 

Keseruan berlanjut di pos yang dipandu oleh Kak Quena. Peserta ditantang untuk menyusun huruf-huruf acak menjadi istilah yang berkaitan dengan isu kekerasan seksual. Permainan ini mengajak peserta untuk berpikir kritis sekaligus mengenal berbagai istilah yang mungkin belum pernah mereka dengar sebelumnya.

 

Anagram Tebak Kasus Kekerasan Seksual

(Dokumentasi TGR Community, 2026)

 

 

Di pos berikutnya, Kak Akbar mengajak peserta bermain ular tangga dengan konsep edukatif. Setiap kotak berisi pertanyaan, tantangan, maupun informasi yang berkaitan dengan pencegahan kekerasan seksual. Suasana kompetitif yang sehat membuat peserta semakin bersemangat untuk menjawab dan berdiskusi bersama teman satu kelompok.

 

Bermain Ular Tangga Tema Kekerasan Seksual

(Dokumentasi TGR Community, 2026)

 

Pada pos yang dipandu oleh Kak Zein, peserta mengikuti permainan kuda bisik yang menguji kemampuan komunikasi dan kerja sama tim. Melalui permainan ini, peserta belajar pentingnya menyampaikan informasi dengan benar serta memahami bagaimana pesan dapat berubah apabila tidak disampaikan secara jelas.

 

Keseruan Bermain Kuda Bisik

(Dokumentasi TGR Community, 2026)

 

Pos yang dipandu oleh Kak Glen menjadi salah satu pos yang paling interaktif, pos permainan mitos dan fakta. Peserta diajak menentukan apakah berbagai pernyataan yang diberikan termasuk mitos atau fakta mengenai kekerasan seksual dengan gaya bermain yang unik sekaligus membutuhkan ketangkasan. Permainan interaktif ini membuat peserta lebih memahami berbagai kesalahpahaman yang sering berkembang di sekitarnya sekaligus memperoleh informasi yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan.

 

Keseruan Bermain Mitos vs Fakta Kekerasan Seksual

(Dokumentasi TGR Community, 2026)

 

Sebagai pos terakhir, Kak Ima mengajak peserta mengikuti permainan cerdas cermat yang menguji pemahaman mereka terhadap materi yang telah diperoleh dari seluruh pos sebelumnya. Setiap kelompok berlomba menjawab pertanyaan dengan cepat dan tepat sehingga suasana menjadi semakin meriah. Melalui permainan ini, peserta dapat mengingat kembali berbagai pengetahuan yang telah mereka peroleh selama kegiatan berlangsung.

 

Bermain Cerdas Cermat Kekerasan Seksual

(Dokumentasi TGR Community, 2026)

 

Setelah seluruh rangkaian permainan selesai, peserta dan relawan kembali berkumpul untuk mengikuti sesi tanya jawab berhadiah dan sekaligus penutupan. Dalam sesi ini, peserta diajak mengingat kembali berbagai pembelajaran yang telah diperoleh sepanjang kegiatan. Meskipun dikemas melalui permainan yang menyenangkan, pesan mengenai pentingnya menjaga diri, menghormati batasan orang lain, dan berani berbicara ketika menghadapi situasi yang tidak aman dapat tersampaikan dengan baik. Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama peserta, relawan, Tim TGR, dan Kawan Puan.

 

Potret Kebersamaan TGR, Kawan Puan by KitaBisa dan Peserta Yayasan Al-Ittihadiyah

(Dokumentasi TGR Community, 2026)

 

 

Keseruan kegiatan ini juga diungkapkan melalui cerita hangat dari Keisya dan Meita, peserta berusia 15 dan 13 tahun. Berbagai permainan edukatif yang mereka ikuti memberikan pengalaman yang berkesan. Keduanya pun ingin membagikan kesan mereka setelah mengikuti kegiatan bersama TGR dan Kawan Puan by KitaBisa.

 

"Aku senang banget bisa ikut kegiatan hari ini karena permainannya seru dan beda dari biasanya. Yang paling aku suka itu permainan Mitos vs Fakta karena aku jadi tahu banyak hal baru yang sebelumnya belum pernah aku pelajari dan Permainan Balago karena sebelumnya aku belum pernah sama sekali memainkannya. Dan yang membuat aku lebih senang yaitu Kakak-kakaknya yang baik dan seru saat menjelaskan, jadi aku lebih mudah untuk bermain dan memahami apa itu kekerasan seksualnya”

 

Tidak hanya peserta saja, pihak yayasan pun ikut serta dalam menyampaikan kesan dan pesannya terhadap kegiatan hari ini. Abah Ahmad Rizal merupakan Kepala Pengurus Yayasan Al-Ittihadiyah yang selama kegiatan turut mendampingi para peserta. Menurut beliau, kegiatan yang menghadirkan perpaduan antara edukasi dan permainan ini memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus bermanfaat bagi para peserta.

 

"Alhamdulillah, kami sangat mengapresiasi kehadiran teman-teman dari TGR dan KitaBisa yang telah memberikan pengalaman belajar yang bermanfaat bagi anak-anak kami. Materi yang disampaikan sangat penting dan berhasil dikemas dengan cara yang menyenangkan sehingga mudah dipahami oleh peserta. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi generasi muda."

 

Melalui kegiatan ini, TGR dan Kawan Puan by KitaBisa berharap dapat terus menghadirkan ruang belajar yang aman, inklusif, dan menyenangkan bagi anak-anak dan remaja. Sebab, permainan bukan hanya tentang hiburan, tetapi juga dapat menjadi sarana edukasi yang efektif untuk menanamkan nilai-nilai positif dan membangun kesadaran terhadap isu-isu penting di masyarakat. Lupakan Gadget-mu, Ayo Main di Luar!✨

Writer : Glen Christhover Aprilano

Editor : Samuel Wangsa

Graphic Designer : Nurul

QC/Publisher : Samuel Wangsa

Komentari Tulisan