Traditional Games Returns

Lupakan Gadgetmu, Ayo Main di Luar!

Throwback: Hangatnya Balutan Suasana Qur’an Camp dan Permainan Tradisional

Selasa, 08 September 2026 ~ Oleh Traditional Games Returns ~ Dilihat 14 Kali

Halo, Sobat TGR! Mempelajari isi Al-Qur’an ternyata bukan halangan untuk bisa tetap bisa bersenang-senang dan bermain, termasuk bermain permainan tradisional. Inilah yang tim TGR lakukan pada 26 April 2026 lalu di Masjid Subulussalam, Jakarta Utara. 

Kegiatan yang dinamai dengan “Qur’an Camp” ini diselenggarakan oleh Rumah Qur’an Al-Ghuraba yang bekerja sama dengan pemuda Masjid Subulussalam. Para peserta adalah anak-anak dari jenjang SD hingga SMP yang hadir untuk belajar bersama tentang nilai-nilai keislaman sekaligus mempererat kebersamaan. Kalau Sobat TGR tau “pesantren kilat”, ini adalah kegiatan yang serupa, ya!

Banner Kegiatan 

(Dokumentasi TGR Community, 2026)

Pada kegiatan Qur’an Camp ini, TGR hadir sebagai salah satu bentuk melestarikan budaya positif melalui permainan tradisional yang dapat menjadi sarana syiar islami dalam mempererat silaturahmi serta melatih ketangkasan fisik dan sportifitas peserta. Wah, kira-kira TGR ngapain aja, ya? Yuk, kita cari tau!

Serunya Kegiatan

Kegiatan dimulai dengan sesi perkenalan yang dipandu oleh Kak Nabil selaku MC. Masing-masing tim TGR memperkenalkan diri untuk menciptakan kehangatan sejak awal. Momen ini menjadi pondasi utama untuk membangun kebersamaan.

Usai berkenalan, seluruh peserta langsung dibagi ke dalam sepuluh kelompok yang terdiri atas lima kelompok laki-laki dan lima kelompok perempuan. Setelahnya, Kak Nabil menginformasikan bahwa setiap kelompok akan bermain permainan tradisional selama tujuh menit secara bergiliran. Mendengar hal tersebut, wajah antusias dari seluruh peserta langsung terlihat. Gemas!



Pembagian Kelompok

(Dokumentasi TGR Community, 2026)

Setiap kelompok akan bermain di sepuluh pos dan di setiap pos terdapat permainan tradisional yang berbeda. Adapun jenis permainan di setiap pos adalah sebagai berikut.

  • Pos 1: Gasing

  • Pos 2: Keprayan

  • Pos 3: Speed Cups

  • Pos 4: Kuda Bisik

  • Pos 5: Eat Bulaga

  • Pos 6: Engklek

  • Pos 7: Islamic Memory Game

  • Pos 8: Balogo

  • Pos 9: Damdas

  • Pos 10: Ular Tangga

Seluruh peserta menunjukkan semangatnya pada permainan di lima pos pertama. Mereka antusias memutar gasing di pos satu dan sesekali bersorak lucu saat bermain keprayan di pos dua.  Sementara di pos tiga, terlihat raut wajah serius dari seluruh peserta saat beradu kecepatan dalam permainan speed cups yang bikin suasana menjadi penuh tawa.

Potret Bermain di Pos Satu hingga Pos Tiga

(Dokumentasi TGR Community, 2026)

Masuk ke pos berikutnya, suasana jadi semakin akrab karena permainan ini membutuhkan kerja sama tim yang kuat, nih. Seluruh peserta menunjukkan kebolehannya saat menyampaikan pesan pada permainan kuda bisik di pos empat. Kemudian di pos lima, seluruh peserta tampak bersorak heboh menebak jawaban pada permainan eat bulaga.

Potret Bermain di Pos Empat dan Pos Lima

(Dokumentasi TGR Community, 2026)

Eits, keseruan ini nggak berhenti di sana, loh! Seluruh peserta terlihat masih bersemangat saat bermain engklek di pos enam dan Islamic Memory Game di pos tujuh. Di kedua pos ini, seluruh peserta diajak untuk melatih keseimbangan fisik sekaligus mengasah daya ingat mereka mengenai nilai-nilai islam yang dikemas dalam permainan. Tawa dan sorak riang pun terus terdengar saat satu per satu peserta berhasil menyelesaikan permainan.

Potret Bermain di Pos Enam dan Pos Tujuh

(Dokumentasi TGR Community, 2026)

Selanjutnya di pos delapan, seluruh peserta diajak untuk melatih akurasinya dalam menjatuhkan target pada permainan balogo, serta menggunakan strategi mereka pada permainan damdas di pos sembilan dan ular tangga di pos sepuluh. Terlihat raut wajah serius peserta yang diiringi dengan sesekali tertawa kecil saat berusaha memenangkan permainan. Menariknya, tawa inilah yang membangun kehangatan dan kebersamaan yang menyenangkan pada hari itu.

Potret Bermain di Pos Delapan hingga Pos Sepuluh

(Dokumentasi TGR Community, 2026)

Sepintas Kesan dari Mereka

Seluruh rangkaian kegiatan telah dilakukan dengan penuh keceriaan. Ternyata, mendekatkan diri pada Al-Qur'an bisa dilakukan melalui aktivitas edukasi tapi tetap menyenangkan ya, Sobat TGR!

Salah satu peserta, Irsyad, membagikan kesannya. Irsyad mengungkapkan bahwa ia merasa senang karena bisa bermain permainan tradisional lagi. Ia juga menyebutkan permainan tradisional favoritnya.

Seru banget tadi main. Aku suka semuanya, tapi paling suka gasing. Karena aku sering main gasing jadi udah bisa,” ungkap Irsyad antusias. Wah, Irsyad udah jago main gasing ternyata, ya!

Selain itu, Kak Ilham selaku ketua panitia kegiatan juga menjelaskan sedikit alasannya mengajak Tim TGR dalam kegiatan Qur’an Camp ini. Beliau mengungkapkan bahwa bermain permainan tradisional merupakan bentuk edukasi agar peserta bisa mempererat kebersamaan dengan keluarga dan teman-temannya.

Kami rasa itu adalah langkah yang baik untuk mendidik generasi muda saat ini agar mereka bisa berpaling sejenak dari gadget. Mungkin agar nanti mereka di rumah bisa beli permainannya sendiri, bermain bersama keluarganya, bersama teman-temannya,” ungkap Kak Ilham dengan senyum hangat. 

Penutup yang Hangat

Nah, Sobat TGR, berbagai kesan yang disampaikan oleh salah satu peserta dan ketua panitia di atas menunjukkan bahwa Qur'an Camp ini membawa manfaat sekaligus kebahagiaan yang mendalam bagi seluruh pihak yang terlibat. Tentunya, di balik senyuman yang menghiasi wajah seluruh peserta sejak awal hingga akhir acara, ada kehangatan yang dibagikan secara tulus oleh Tim TGR, loh



Foto Bersama Tim TGR

(Dokumentasi TGR Community, 2026)

Kegiatan seperti ini tentunya tidak berhenti sampai di sini. Kami akan terus berbagi kebahagiaan melalui kegiatan menarik lainnya. Jadi, ikuti terus keseruan TGR berikutnya, ya! Lupakan Gadget-mu. Ayo, Main di Luar! (NL/ed.PAZ)

Komentari Tulisan