Halo Sobat TGR!
Akhirnya ujian akhir semester selesai juga! Wah, pasti banyak yang udah nggak sabar menyambut waktu liburan, ya? Eits, tapi sebelum benar-benar menikmati liburan, ada momen seru yang sayang banget nih kalau dilewatkan.
Kali ini, Amr Bin Dinar School di Bekasi mengajak adik-adik siswanya untuk seru-seruan bermain dan menghabiskan waktu dengan aktivitas yang menyenangkan bersama TGR, lho. Penasaran gimana keseruannya? Yuk, cari posisi ternyaman kalian dan simak cerita lengkapnya sampai habis!
Kegiatan “MABAR” itu apa, sih?
Sebelum lanjut ke cerita keseruannya, mimin mau kasih spoiler dulu nih soal kegiatan "MABAR". Kira-kira Sobat TGR udah bisa nebak belum, kepanjangan MABAR yang satu ini? Kalau jawabannya "Makan Bareng", wah... kayaknya Sobat lagi baca artikel ini sambil mikirin menu makan siang, deh???? Kalau nebak "Mancing Bareng", waduh, jorannya disimpan dulu ya, Sobat. Kali ini kita nggak cari ikan, tapi cari keseruan hihi.
Jawaban yang tepat adalah “Main Bareng Amr Bin Dinar.” Kegiatan kolaborasi antara TGR dan Amr Bin Dinar School ini dilaksanakan pada 18 Juni 2026 dan diikuti oleh 65 siswa dengan rentang usia 7–12 tahun. Juga terdapat beberapa perwakilan murid dari sekolah lain untuk sama-sama bersenang-senang di kegiatan MABAR ini.
Melalui kegiatan ini, seluruh murid diajak untuk bermain bersama sambil mengenal kembali berbagai permainan tradisional yang kini mulai jarang dimainkan. Selain menghadirkan suasana yang seru dan penuh dengan keceriaan, kegiatan ini juga menjadi cara yang menyenangkan untuk mendorong aktivitas fisik yang sehat dan menyenangkan serta menghadirkan pengalaman belajar yang aktif dan kreatif, lho.
Sekarang Sobat TGR udah kebayang, kan, kegiatan MABAR itu seperti apa? Nah, daripada makin penasaran, yuk langsung kita lihat gimana serunya kegiatan bareng adik-adik Amr Bin Dinar School!
Awal mula kegiatan
Keseruan MABAR dimulai sejak pagi hari, tepatnya pukul 07.30 WIB, saat para peserta mulai berdatangan ke lokasi kegiatan untuk melakukan registrasi. Meski masih pagi, semangat adik-adik sudah terpancar dari wajah mereka. Ada yang datang sambil mengobrol dengan teman-temannya, ada juga yang penasaran dengan permainan apa saja yang akan mereka coba hari itu. Sementara itu, tim TGR sudah bersiap di titik registrasi untuk menyambut kedatangan peserta dan memastikan seluruh rangkaian acara berjalan dengan lancar.
Setelah seluruh peserta berkumpul, acara resmi dibuka melalui sesi opening yang dilanjutkan dengan sambutan dari perwakilan penyelenggara. Pada sesi ini, adik-adik diajak untuk mengenal lebih dekat kegiatan kegiatan MABAR sekaligus mendapatkan gambaran tentang aktivitas-aktivitas seru yang akan mereka ikuti.
Selanjutnya, tim TGR mengadakan sesi sosialisasi permainan tradisional. Di sini, adik-adik diperkenalkan dengan berbagai jenis permainan tradisional beserta aturan dan cara memainkannya. Beberapa di antara mereka tampak penasaran karena baru pertama kali mengenal permainan tersebut, sementara yang lain langsung antusias saat mengetahui permainan favorit mereka akan dimainkan. Suasana jadi semakin hidup karena rasa penasaran dan semangat adik-adik untuk segera mencoba setiap permainan yang telah disiapkan.
Sosialisasi TGR kepada peserta
(Dokumentasi TGR Community, 2026)
Saatnya bermain!
Tibalah kita di puncak acara! Supaya suasana semakin cair, tim TGR mengajak seluruh peserta mengikuti sesi ice breaking. Berbagai permainan sederhana seperti cingciripit, bernyanyi, dan yel-yel membuat suasana menjadi lebih ceria. Adik-adik tampak semakin percaya diri untuk berinteraksi dengan kakak volunteer.
Nah, setelah suasana semakin hangat, tibalah momen yang paling ditunggu-tunggu, yaitu permainan pos to pos! Adik-adik dibagi menjadi delapan kelompok lalu sistemnya bergantian mengunjungi setiap pos permainan yang telah disiapkan oleh tim TGR.
Yang bikin kegiatan ini makin seru, setiap pos menghadirkan permainan tradisional yang berbeda-beda. Jadi, adik-adik nggak cuma bermain, tetapi juga punya kesempatan untuk mengenal berbagai permainan yang mungkin belum pernah mereka coba sebelumnya. Mulai dari permainan yang mengasah strategi, melatih ketangkasan, sampai yang menguji kekompakan tim, semuanya berhasil membuat suasana semakin ramai dengan tawa dan sorak-sorai.
Penasaran ada permainan apa saja? Yuk, intip satu per satu pos yang berhasil mencuri perhatian adik-adik pada kegiatan MABAR kali ini!
Pos 1: Congklak
Pos 2: Keprayan
Pos 3: Dampu dan Jejak
Pos 4: Balogo
Pos 5: Lompat Karet
Pos 6: Gasing Bambu
Pos 7: Damdas 3 Batu
Pos 8: Kuda Bisik dan Telepon Kaleng
Menariknya, setiap permainan yang disiapkan memiliki tantangan dan keseruannya masing-masing. Hal inilah yang membuat adik-adik selalu antusias setiap kali berpindah ke pos berikutnya. Mereka nggak hanya fokus untuk memenangkan permainan, tetapi juga menikmati setiap momen bersama teman-teman satu kelompok. Melihat antusiasme mereka, tim TGR pun ikut bersemangat mendampingi dan memberikan dukungan kepada mereka di setiap permainan.


Keseruan bermain permainan tradisional
(Dokumentasi TGR Community, 2026)
Tidak hanya murid saja yang bermain, tetapi para guru dari Amr Bin Dinar School juga ikut turun langsung memainkan permainan tradisional, lho. Momen ini pun langsung dipenuhi tawa dan sorak sorai. Sambil bermain, para guru sesekali mengenang masa kecil mereka karena permainan yang dimainkan ternyata membawa banyak kenangan. Bahkan, ada yang bercerita bahwa permainan tersebut dulu sering dimainkan saat jam istirahat atau sepulang sekolah.
Kesan terhadap permainan tradisional
Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, tibalah saatnya tim TGR berpamitan dengan adik-adik Amr Bin Dinar School. Satu per satu adik-adik menghampiri tim TGR untuk bersalaman sebagai tanda terima kasih dan salam perpisahan. Ada yang melambaikan tangan, ada juga yang masih sempat mengobrol dan berharap bisa bertemu lagi di kesempatan berikutnya.

Sesi foto bersama
(Dokumentasi TGR Community, 2026)
Razes, salah satu murid Amr Bin Dinar School menceritakan pengalamannya bahwa sebelumnya dia sudah pernah mencoba beberapa permainan tradisional.
“Aku pernah main gasing, congklak. Tapi yang baru pertama kali aku main tadi itu keprayan sama balogo. Yang balogo itu aku suka.” ujar Razes saat diwawancarai oleh tim TGR (18/06/2026)
Selain itu, Pak Fajar, selaku pendamping perwakilan murid sekolah Paramadina, memberikan kesannya. Menurut beliau, kegiatan ini menjadi momen yang sangat tepat karena dilaksanakan setelah para siswa menyelesaikan ujian akhir semester.
"Seru banget, tadi siswanya juga semuanya sangat antusias bermain permainan tradisional. Ini juga momen yang tepat ya, setelah anak-anak selesai ujian dan hari ini mereka bisa senang-senang bareng. Apalagi dengan permainan tradisional, Masyaallah banget ya," ujar Pak Fajar.
Kesan yang disampaikan Pak Fajar menunjukkan bahwa MABAR bukan hanya menjadi ajang bermain, tetapi juga menghadirkan ruang bagi adik-adik untuk melepas penat setelah menjalani ujian.
Nah, Sobat TGR, itulah keseruan kegiatan MABAR bersama Amr Bin Dinar School yang penuh dengan semangat dan momen kebersamaan. Semoga kegiatan ini nggak hanya menjadi pengalaman yang menyenangkan bagi adik-adik setelah melewati ujian akhir semester, tetapi juga bisa menumbuhkan kembali rasa cinta terhadap permainan tradisional yang merupakan bagian dari budaya Indonesia.
Untuk Sobat TGR yang ingin berkolaborasi dengan kami, mulai dari menjadi pengisi acara, tenant hingga narasumber, hubungi kami dengan klik tautan ini ya!
Yuk, ikuti terus keseruan kegiatan TGR lainnya! Lupakan Gadget-mu, Ayo Main di Luar! (TSN)