Halo Sobat TGR!
Ada gak nih sobat TGR yang berasal dari Yogyakarta atau sekitarnya? Pasti sudah gak asing lagi dong sama Museum Sonobudoyo yang ada di Yogyakarta. Lebih tepatnya museum tersebut berada di sebelah timur Alun-Alun Utara Keraton Yogyakarta. Museum Sonobudoyo merupakan museum sejarah dan kebudayaan Jawa, di dalamnya terdapat benda-benda seni, benda pakai hingga arsitektur bangunan klasik Jawa. Museum Sonobudoyo ini diresmikan dan dibuka untuk umum pada tanggal 6 November 1935. Nama ‘sonobudoyo’ tersebut terdiri dari 2 suku kata, yaitu sono artinya tempat dan budoyo artinya budaya, jadi sonobudoyo dapat diartikan sebagai tempat budaya.

(Dokumentasi TGR Community, 2023)
Di Museum Sonobudoyo terdapat beberapa koleksi permainan tradisional yang sudah ada sejak dulu. Umumnya jaman dahulu permainan tersebut diciptakan oleh anak-anak untuk mereka sendiri sebagai permainan sederhana yang berfungsi untuk berinteraksi dengan teman sebayanya. Sebagian permainan berupa penggabungan antara permainan kata, tebak-tebakan, tembang (lagu) serta tari-tarian yang dilakukan oleh dua orang atau lebih. Permainan tersebut di antaranya ialah permainan jamuran, ancak-ancak alis dan cublak-cublak suweng.
1. Permainan Jamuran
Permainan jamuran biasanya dimainkan oleh 7 orang atau lebih. Permainan tersebut diiringi dengan lagu “Jamuran, jamuran yo ge ge thok, jamuran opo yo ge ge thok, jamur, gajih mrecicil sak oro-oro, semprat semprit jamur opo”. Berikut adalah gambaran dari permainan jamuran.

(Dokumentasi TGR Community, 2023)
2. Permainan Ancak-Ancak Alis
Permainan ancak-ancak alis ini berhubungan dengan pertanian, biasanya dimainkan beramai-ramai di tempat yang luas dan rata. Permainan ini sering diringi dengan lagu “Ancak-ancak alis, si alis kebo janggitan anak-anak kebo dhungkul, si dhungkul bongbong teyo, tigo rendheng, enceng-enceng gogo beluk, unine pating cerepluk, ulo sawah, ula dumung, gedene sak lumbung badung, sowohiro lag opo”. Berikut ini adalah gambaran dari permainan ancak-ancak alis.

(Dokumentasi TGR Community, 2023)
3. Permainan Cublak-Cublak Suweng
Permainan cublak-cublak suweng dilakukan dengan mengetuk-ngetuk telapak tangan pemain lain menggunakan ujung jari tangan yang dikuncupkan dengan menyanyikan lagu “Cublak-cublak suweng, suwenge teng gelenter mambu ketudhung gudel, pak empong orong-orog, mbok sir bom-bok bok sir kate, sir sir pong dele kopong, sir sir plong dele gosong ora enak”. Berikut adalah gambaran dari permainan cublak-cublak suweng.

(Dokumentasi TGR Community, 2023)
Nah, itu tadi beberapa permainan tradisional yang diabadikan dan dipamerkan di Museum Sonobudoyo. Permainan sederhana yang awet dari generasi ke generasi, cukup mudah bukan jika kita memainkannya dengan teman-teman untuk mengisi waktu senggang? Ayo kita lestarikan terus permainan tradisional ini agar tidak tenggelam oleh kemajuan jaman! Lupakan Gadgetmu, Ayo Main di Luar! (MCH/ed.RK)
Sumber:
https://www.sonobudoyo.com/id/
https://budaya.jogjaprov.go.id/artikel/detail/408-dolanan-ancak-ancak-alis
https://budaya.jogjaprov.go.id/artikel/detail/407-dolanan-cublak-cublak-suweng
Mitra Kolaborasi:
Copyright © 2017 - 2026 Traditional Games Returns All rights reserved.