Hai Sobat TGR! Apa kabar? Semoga hari ini kamu dikelilingi oleh energi positif dan bisa merasakan kebahagiaan sepanjang hari!
Tak terasa waktu terus berjalan, tetapi kenangan tetap selalu abadi. Seperti kenangan yang tercipta saat tim TGR berpartisipasi dalam acara “Dongeng Keliling dan Talkshow Parenting”. Beragam acara seru dihadirkan, mulai dari dongeng, belajar parenting sampai mengenal dan mencintai budaya melalui permainan tradisional bersama TGR.
Acara ini diselenggarakan oleh komunitas Negeri Kami. Komunitas yang bergerak di bidang edukasi dan literasi anak sejak tahun 2022. Negeri kami memiliki misi mulia untuk meningkatkan literasi anak serta kedekatan antara anak dan orang tua.
Acara yang digelar di Perpustakaan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah ini, bertepatan dengan hari ibu yaitu 22 Desember 2024. Maka dari itu acara ini juga didedikasikan untuk para orang tua belajar parenting. Di sesi ini, orang tua mendapatkan insight tentang manfaat mendongeng dalam mendukung perkembangan emosi anak yang dipandu oleh Dr. Aski Marissa, M.Psi, Psikolog.

Potret Sesi Foto Bersama Anak dan Orang Tua
(Dokumentasi TGR Community, 2024)
Di ruangan terpisah, anak-anak dihibur dengan dongeng ceria dengan tajuk “Dongeng Sebagai Sarana Pembelajaran Emosi”. Sesi ini dipandu oleh Kak Fadilla Kosasih, seorang pendongeng nasional yang punya segudang cerita penuh imajinasi. Kala itu, kak Fadilla menceritakan tentang serunya bermain lompat karet sambil memperagakannya dengan riang gembira.
Lebih dari 80 anak terhibur dengan cerita yang dibawakan kak Fadilla. Ditambah lagi, pembawa acara dari Negeri Kami yaitu Kak Kama dan Kak Kalila turut serta menambahkan interaksi lucu. Anak-anak mendengarkan dengan seksama yang dibarengi dengan tawa mereka yang terlihat begitu senang dengan jalan ceritanya.

Potret Sesi Mendongeng Bersama Anak-Anak
(Dokumentasi Negeri Kami, 2024)
Setelah acara mendongeng selesai, dilanjutkan dengan sesi bermain bersama TGR. Sesi ini terdiri dari 5 pos permainan beserta fasilitatornya yaitu:
Sebelum bermain permainan tradisional bersama, adik-adik dibagi menjadi 5 kelompok yang terdiri dari beberapa adik serta didampingi oleh kakak relawan dari komunitas Negeri Kami. Setiap pos permainan memiliki waktu bermain selama 10 menit.

Potret Relawan Negeri Kami Memandu Anak-Anak
(Dokumentasi TGR Community, 2024)
Pada pos 1 adik-adik bermain keprayan bersama Kak Eci. Permainan ini sangat sederhana, cara bermainnya cukup dengan mengambil satu per satu stik yang saling bertumpukan tanpa menyentuh stik lainnya. Meskipun awalnya permainan ini terasa sulit dimengerti, lama kelamaan mereka mulai menikmatinya dan mereka asyik bermain bersama.

Potret Pos 1 Bermain Keprayan
(Dokumentasi TGR Community, 2024)
Setelah 10 menit berlalu adik-adik mendatangi pos selanjutnya yaitu pos 2 bermain gasing bersama Kak Naufal. Semua sangat antusias karena melihat gasing bambu berputar kencang dan menghasilkan bunyi seperti peluit. Mereka terlihat antusias untuk mencoba permainan gasing.

Potret Pos 2 Bermain Gasing
(Dokumentasi TGR Community, 2024)
Wah baru memasuki pos 2, tapi nampaknya acara bermain sudah sangat mengasyikkan nih! Bagaimana ya jika adik-adik mencoba semua permainannya, pasti seru! Maka dari itu, mari kita lanjut ke pos ketiga yaitu permainan congklak bersama Kak Hanifa.
Berbeda dari permainan sebelumnya, permainan congklak terasa lebih familier bagi anak-anak. Hal ini terlihat dari bagaimana mereka memainkannya secara langsung tanpa harus dijelaskan oleh Kak Hanifa. Selain itu, ini juga selaras dengan pernyataan salah satu peserta bermain.
“Permainan yang menurut aku mudah dimainkan yaitu congklak, soalnya di sekolah aku sering main sama temen. Jadi pas lihat tuh udah tahu cara mainnya”, ujar Befania peserta bermain.

Potret Pos 3 Bermain Congklak
(Dokumentasi TGR Community, 2024)
Setelah puas bermain Congklak, lanjut bermain di pos 4 yaitu jejak langkah dan engklek bersama Kak Nadia. Pada saat bermain jejak mereka terlihat sangat berusaha keras untuk melewati setiap instruksi yang diberikan.


Potret Pos 4 Bermain Jejak dan Engklek
(Dokumentasi TGR Community, 2024)
Bermain jejak terlihat sulit dan butuh konsentrasi nih Sobat TGR! Karena kita harus bisa meletakkan tangan maupun kaki yang sesuai. Terkadang adik-adik masih kebingungan, kaki atau tangan sebelah mana yang harus digerakkan. Tapi dari sini, mereka jadi semakin penasaran dan mencobanya berulang kali.
Selanjutnya, mari kita beralih ke pos terakhir yaitu bermain ular tangga bersama Kak Wulan. Pada permainan ini, bukan semata-mata bermain saja lho Sobat TGR! Tetapi sekaligus belajar mengenal anggota tubuh. Jadi di setiap nomornya terdapat beberapa informasi seputar anggota tubuh yang boleh dan tidak untuk disentuh.

Potret Pos 5 Bermain Ular Tangga
(Dokumentasi TGR Community, 2024)
Lima pos sudah terlewati, tanpa terasa anak-anak bermain sambil belajar. Lebih asyik lagi, karena mereka mendapat banyak teman baru dan hal-hal baru.
Nah, selain menyediakan pos permainan tradisional, tim TGR juga membuka booth TGR Store yang menjual beragam permainan tradisional seperti congklak, bekel, marakas dan lainnya. Sehingga setelah anak-anak bermain, mereka bisa mampir dan membeli permainan kesukaannya.

Potret Booth TGR Store
(Dokumentasi TGR Community, 2024)
Salah satu peserta, orangtua dan relawan dari Negeri Kami turut membagikan pengalamannya selama bermain permainan tradisional. “Hari ini asyik, aku bisa bermain permainan tradisional dan juga mendengarkan dongeng. Aku paling seneng main gasing” kata Zumar peserta acara.
“Overall, hari ini eventnya buat aku amazed karena adik-adik terlihat excited mengikuti acaranya. Terlebih lagi waktu sesi permainan tradisional itu mereka benar-benar enjoy, aku juga baru sadar kalau permainan tradisional dari Indonesia ternyata ada banyak. Aku recommended acara seperti ini, next aku pengen undang tim TGR buat datang ke acara yang aku adakan nantinya” ujar Kak Pinkan selaku relawan dari Negeri Kami.
Senang sekali mendengar bahwa acara ini memberikan kesan yang positif, baik untuk Zumar maupun Kak Pinkan. Sebagai penutup, kegiatan ini menjadi contoh indah bagaimana kolaborasi antara komunitas literasi dan pelestarian budaya lokal dapat menciptakan pengalaman yang bermakna. Melalui permainan tradisional bersama komunitas TGR, peserta tidak hanya terlibat dalam aktivitas yang menyenangkan, tetapi juga mendapatkan pemahaman lebih dalam tentang nilai-nilai budaya Indonesia.
Semoga momen ini terus menginspirasi untuk melanjutkan gerakan literasi yang mengangkat kekayaan budaya lokal ke lebih banyak hati dan pikiran. Lupakan Gadget-mu, Ayo Main di Luar! (DIA.ed/AW)
Untuk Sobat TGR yang ingin berkolaborasi dengan kami, mulai dari menjadi pengisi acara, tenant hingga narasumber, hubungi kami di nomor +62 856 9479 2992 (Salsha/Admin TGR).
Journalist: Nadia Baharuddin
Editor: Aghnina Wahdini
Graphic Designer: R. Harvie R. B. R
QC/Publisher: Aghnina Wahdini
Permainan TradisionalMitra Kolaborasi:
Copyright © 2017 - 2026 Traditional Games Returns All rights reserved.