Traditional Games Returns

Lupakan Gadgetmu, Ayo Main di Luar!

Keseruan Bermain Permainan Tradisional di Pagelaran Seni dan Budaya Nusantara

Jum'at, 04 April 2025 ~ Oleh Traditional Games Returns ~ Dilihat 570 Kali

Halo, Sobat TGR! Indonesia merupakan negara yang kaya akan budaya. Kekayaan tersebut lahir dari berbagai suku bangsa, agama, dan adat istiadat. Sayangnya, anak-anak kurang mengenal budayanya sendiri, justru senang bermain gadget-nya.

 

Maka dari itu, Alima Event Organizer mengadakan pagelaran seni bertajuk “Bersatu dalam Kebhinekaan, Lestarikan Budaya Nusantara”. Acara berlangsung pada 25-26 Januari 2025 di Ring-O The Flavor Bliss Alam Sutera, Tangerang Selatan. Siapapun dapat hadir menyaksikan pagelaran secara gratis. 

 

Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kecintaan anak terhadap budaya bangsa, mewujudkan generasi muda yang kreatif, dan mempererat persatuan bangsa melalui seni budaya. Hal ini sejalan dengan kata sambutan dari Founder Gerai Lengkong Ibu Hj. Lista Hurustiati, S.H, M.H.

 

“Saya mengucapkan sukses dan selamat untuk pagelaran seni dan budaya Nusantara. Jadi kalau bukan kita, siapa lagi yang akan terus menggelorakan, melaksanakan, dan menjaga? Tentunya kelestarian seni dan budaya kita sendiri.”

 

“Kita kasih applause dulu buat kita semua. Jangan pernah putus harapan, tidak melihat hari ini saja, tapi ini adalah mengawali dari pemerintah Kota Tangerang Selatan dan juga pihak pecinta seni dan budaya agar terus dilestarikan bersama, berkolaborasi, dan bersinergi tentunya,” ujar Ibu Hj. Lista.

 

Potret Hj. Lista dan Para Pemain Angklung

(Dokumentasi Instagram @gerailengkong, 2025)

 

Beragam pertunjukkan budaya pun ditampilkan, mulai dari penampilan 100 sekolah/sanggar/komunitas, bintang tamu, wahana permainan tradisional, bazar UMKM, dan doorprize dari sponsor. Kegiatan diikuti lebih dari 500 pengunjung. Wah, ternyata ramai banget ya yang hadir ke sana!

 

Penampilan di Panggung

Ratusan anak unjuk gigi menunjukkan kreativitas dalam bidang kesenian, seperti menari (tradisional maupun modern), mendongeng, menyanyi (solo, paduan suara, dan vocal group), teater, memainkan alat musik tradisional, dan pantomim. Salah satu penampil yaitu Naureen Syifa Pandeirot, adalah seorang pendongeng cilik berbakat yang rutin mengikuti kompetisi mendongeng, membaca nyaring, dan menuturkan puisi.

 

Salah satu prestasi Naureen adalah memperoleh juara satu storytelling tingkat nasional kompetisi PresGo tahun 2025. Naureen juga rutin membagikan konten seputar dongeng di media sosialnya, yaitu YouTube “Cerita Naureen Hari Ini”. 

 

Pada pagelaran kali ini, Naureen menceritakan dongeng berjudul “Diga, Si Naga yang Apa Adanya” karya Lisa Sheehan. Dongeng tersebut menceritakan seekor naga penyendiri yang ingin memiliki banyak teman. Di akhir ceritanya, Naureen berpesan, 

 

Cerita kali ini mengajarkan kita untuk mempunyai sikap percaya diri. Jangan berfokus pada kelemahan kita, namun kita juga harus mengenali kelebihan yang ada pada diri kita ya teman-teman!” kata Naureen.

 

Penampilan Pendongeng Cilik Naureen Syifa

(Dokumentasi TGR Community, 2025)

 

Selain Naureen, ada juga penampilan bintang tamu yaitu Daffa Syawlan Nasution, seorang penyanyi cilik yang juga merupakan Host “Si Bolang” Trans7. Daffa juga sempat berperan dalam drama musikal “Joshua Oh Joshua” dan “The Adams Family”. Daffa rutin membagikan konten di Instagramnya @daffasyawlan.

 

Pada pagelaran kali ini, Daffa membawakan tiga buah lagu, yaitu Si Lumba-lumba (Bondan Prakoso), Gang Kelinci (Lilis Suryani), dan lagunya sendiri yang berjudul “Layang-layang”. Tim TGR sangat terkesan dengan lagu “Layang-layang” karena menjadi penyemangat bagi para pendengar untuk melestarikan permainan tradisional.

 

Ku ambil sebuah layang-layang. Ku ikatkan erat dengan benang.”

“Lalu, kuterbangkan tinggi di angkasa-Nya yang indah. Sinar langit nan cerah,” dikutip dari lagu “Layang-Layang”.

 

Potret Penampilan Daffa Syawlan

(Dokumentasi Instagram @daffasyawlan, 2025)

 

Tidak hanya Naureen dan Daffa, banyak juga anak dengan segudang talenta lainnya yang turut memeriahkan pagelaran. Maka dari itu, pagelaran ini menjadi wadah bagi anak-anak untuk berkreasi di bidang kesenian.

 

Bazar Kuliner Nusantara

Pagelaran semakin semarak dengan hadirnya UMKM Kuliner Nusantara. Beberapa booth kuliner yang hadir, antara lain Gerai Lengkong, Dimsum Murni, Es Teh Solo, Roti Bakar Bandung, Snack Campur Sayur, Hommy Store, dan Mycroony. Selain itu, tersedia booth sponsor, yaitu Montiss Tissue.

 

Salah satu booth yang menarik perhatian adalah Gerai Lengkong, yang merupakan sentra kuliner dan oleh-oleh khas Tangerang Selatan. Gerai Lengkong menyediakan kudapan, makanan ringan, serta makanan cepat saji. Produk pilihannya adalah sagon kelor, sagon bakar, bir pletok, pilus tikukur, keciput wijen, kerupuk telor asin, opak, peyek kacang ijo, akar kelapa, basreng, dan bakso cuanki.

 

Potret Pembeli di Booth Gerai Lengkong

(Dokumentasi instagram @felicia_christine_love, 2025)

 

Gerai Lengkong juga menyediakan souvenir kerajinan tangan khas Tangerang Selatan, seperti batik Lengkong, dompet, tas, dan masih banyak lagi. Hal ini membuktikan bahwa produk-produk Gerai Lengkong terinspirasi dari budaya daerah. Ternyata inspirasi bisa diperoleh lewat budaya daerah, lho!

 

Bersukacita di Wahana Permainan Tradisional

Tim TGR berkolaborasi dengan Alima Event Organizer untuk menyediakan permainan tradisional bagi para pengunjung. Permainan tradisional yang dibawa Tim TGR antara lain congklak, keprayan, engklek, jejak kaki, ular tangga, gasing, telepon kaleng, bola bekel, lompat karet, tarik tambang, damdas 3 dan 16 batu, serta egrang modifikasi. 

 

Keseruan Bermain Permainan Tradisional

(Dokumentasi TGR Community, 2025)

 

Para pengunjung menikmati serunya bermain permainan tradisional. Dari banyaknya permainan tradisional, beberapa anak, seperti Joanna dan Ethan, menyukai salah satunya karena seru untuk dimainkan. Joanna senang bermain congklak, sedangkan Ethan menyukai engklek.

 

Selain itu, permainan tarik tambang juga menjadi permainan favorit anak-anak saat itu. Tali tambang pun rusak saking seringnya dimainkan oleh anak-anak. Walaupun begitu, momen tersebut terasa wholesome karena anak-anak juga senang bekerja sama saat bermain.

 

Keseruan Tarik Tambang

(Dokumentasi TGR Community, 2025)

 

Momen menarik juga tertangkap saat bermain hula hoop. Biasanya, hula hoop dimainkan dengan cara menggoyangkan pinggul agar dapat berputar. Namun, kali ini hula hoop dijadikan sebagai alat lomba estafet.

 

Potret Estafet Hula Hoop

(Dokumentasi TGR Community, 2025)

 

Cara bermain estafet hula hoop cukup mudah. Pertama, barislah sambil berpegangan tangan satu sama lain. Terakhir, oper hula hoop dari satu ujung ke ujung lainnya tanpa melepaskan pegangan tangan.

 

Dari momen-momen tersebut, PIC Event Collaboration Pak Sambora melihat pentingnya peran TGR dalam mengenalkan permainan tradisional kepada anak-anak. Oleh karena itu, Pak Sambora berharap agar TGR semakin sukses dan menambah jenis permainan tradisional Indonesia.

 

Saya melihat TGR ini adalah wadah mengembalikan permainan tradisional kepada anak-anak. Harapannya, semoga TGR makin maju dan besar. Saya juga secara pribadi terpikirkan untuk berkolaborasi dengan TGR setiap saya bikin event yang berkaitan dengan budaya dan anak-anak.”

 

“Semoga juga TGR bisa tambahkan permainan tradisional lainnya yang berasal dari seluruh daerah di Indonesia. Itu bisa memperkaya permainan tradisional bagi TGR,” ujar Pak Sambora. 

 

Tim TGR juga sempat berbincang dengan keluarga pak Anto yang hadir ke pagelaran dengan istri dan kedua anaknya. Pak Anto begitu senang melihat kedua putranya bermain permainan tradisional dengan bebas. Pak Anto juga mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada TGR yang terus berupaya melestarikan permainan tradisional.

 

“Mashaallah saya seneng sekali ketemu lagi sama permainan semasa kecil. Sayang, memang belum sempat saya ajarkan kepada anak saya karena tidak punya alatnya. Dari giat ini saya jadi sadar mainan jadul bisa dibuat dari apa aja ga perlu beli.”

 

“Terima kasih kalian sudah membawa kenangan masa kecil saya ke anak-anak saya. Semoga semakin sukses dan bisa menginspirasi,” ujar pak Anto.

 

Pagelaran seni dan budaya kali ini menghadirkan pertunjukkan seni, bazar kuliner dan permainan tradisional untuk para pengunjung. Hadirnya ketiga hal tersebut merupakan upaya penyelenggara acara untuk mewariskan budaya bangsa kepada anak-anak. Harapannya, anak-anak dapat melestarikannya dengan baik.

 

“Kuwariskan padamu, budaya belajar. Cakep! Lupakan Gadgetmu, Ayo Main Di Luar!”

 

Bagi Sobat TGR yang ingin berkolaborasi dengan kami, baik menjadi pengisi acara, tenant, maupun narasumber, cukup klik tautan di sini, ya! (HCG/Ed.AW)

 

Journalist: Henrique Carlos Guterres

Editor: Aghnina Wahdini

Graphic Designer: Aghnina Wahdini

QC/Publisher: Aghnina Wahdini

Permainan Tradisional Tgr Jalan Jalan Pagelaran Seni Budaya Alima Event Organizer
Komentari Tulisan