Halo, Sobat TGR! Anak-anak merupakan masa depan bangsa yang perlu dijaga dan dibina. Oleh karena itu anak-anak berhak untuk bermimpi setinggi-tingginya, terlepas dari apapun latar belakang mereka. Entah berasal dari kelas ekonomi manapun, keluarganya harmonis atau tidak, dan bahkan yatim piatu sekalipun berhak untuk menentukan seperti apa mimpi mereka.
Sayangnya, tidak semua anak memiliki akses dan dukungan untuk meraih mimpi-mimpi mereka seperti adik-adik di panti asuhan. Mereka yang sedari kecil sudah hidup tanpa adanya dukungan, kasih sayang, serta finansial dari orang tua sering kali takut untuk bermimpi.
Nah, dalam rangka memantik semangat adik-adik panti asuhan dalam meraih mimpinya, Tim TGR bersama Tim Voluntrip by Kitabisa pada tanggal 21 Februari 2025 lalu berbagi kebahagiaan di Panti Asuhan Kampung Melayu. Acara kali ini “agak laen” dari biasanya nih, karena bertemakan “profesi” dengan tujuan untuk memberikan wawasan kepada adik-adik panti terkait profesi apa saja yang ada, serta meningkatkan semangat mereka untuk meraihnya.
Sebelum lanjut ke jalannya acara, lebih baik kita berkenalan dulu gak sih dengan Panti Asuhan Kampung Melayu? Denger-denger nih, mereka punya latar belakang yang menarik lho!
Panti Asuhan Kampung Melayu berlokasi di Jl. Kampung Melayu Kecil II No. 21, Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan, DKI Jakarta. Panti asuhan ini memiliki sejarah yang bisa dibilang menarik lho Sobat TGR, semua bermula dari keresahan kelompok ibu-ibu arisan di wilayah tersebut.
Kelompok arisan ini memiliki sebuah keresahan bersama, ketika melihat kebiasaan masyarakat yang membawa anaknya bekerja. Mayoritas masyarakat sekitar Kali Ciliwung pada saat itu berprofesi sebagai tukang cuci pakaian dan kebanyakan mereka adalah seorang ibu.
Alasan mereka membawa anak-anaknya yang masih kecil saat bekerja adalah, tidak adanya pengasuh lain. Terlebih lagi, kebanyakan mereka merupakan ibu-ibu yang suaminya sudah meninggal (janda) atau sedang bekerja di luar kota, sehingga mau tidak mau anak mereka harus ikut bekerja.
Melihat realita tersebut, kelompok arisan tersebut terketuk hatinya sehingga mereka tergerak untuk membuat sebuah wadah penitipan anak yang berbentuk Lembaga Sosial Kampung Melayu pada tahun 1961. Setelah 23 tahun berjalan sebagai lembaga sosial, pada tahun 1984 Lembaga Sosial Kampung Melayu bertransformasi sebagai Panti Asuhan Kampung Melayu dan berjalan hingga sekarang.
Tanpa memiliki visi yang kuat, Panti Asuhan Kampung Melayu tidak akan bisa bertahan hingga sekarang. Berikut visi dari Panti Asuhan Kampung Melayu:
“Menjadi lembaga sosial yang maju, profesional dan mandiri dalam penyelenggaraan pelayanan sosial bagi anak-anak yatim piatu dan anak terlantar, dengan mengembangkan potensi diri mereka sebagai generasi penerus bangsa.”
Dengan memegang visi tersebut, mereka sebagai “pelayan sosial” dapat bertahan dengan konsisten untuk memberdayakan anak yatim piatu dan terlantar. Nah, setelah memahami latar belakang dan visi dari Panti Asuhan Kampung Melayu, sekarang sudah saatnya beralih menuju jalannya acara gak sih? Daripada menunggu lama-lama, yuk kita throwback!
Acara dibuka dengan sambutan dari pengurus sekaligus Ketua Panti Asuhan Kampung Melayu, yaitu Bapak Ian Supratman dan dihadiri oleh tiga puluh adik panti. Setelah resmi dibuka para peserta yang dipandu oleh Tim TGR berlanjut ke sesi berikutnya, yaitu ice breaking!
Ice breaking diisi dengan bermain permainan tradisional tanpa alat seperti cingciripit dan cublek-cublek suweng yang tentunya seru! Namun sebelum mulai ice breaking, para peserta dibagi menjadi beberapa kelompok kecil terlebih dahulu.
Saat bermain cingciripit, para pemain saling menyentuhkan jari telunjuk kanannya ke telapak kiri orang di sebelahnya. Nah, sedangkan pada saat bermain cublek-cublek suweng, tiap kelompok menunjuk satu orang untuk menjadi “meja” dan menebak letak benda apa yang dioper oleh para pemain lain sambil menyanyikan lagu “cublek-cublek suweng”.

Ice breaking Cingciripit
(Dokumentasi TGR Community, 2025)

Ice breaking Cublek-cublek Suweng
(Dokumentasi TGR Community, 2025)
Memulai kegiatan dengan ice breaking memang gak pernah gagal untuk mencairkan suasana ya, Sobat TGR! Terlihat bahwa para peserta sudah mulai menyatu dan saling tertawa, membuat suasana jauh lebih ceria.
Setelah pemanasan dengan sesi ice breaking, sudah saatnya kita masuk ke sesi yang ditunggu-tunggu yaitu sesi bermain! Pada sesi bermain, terdapat enam pos berbeda yang diisi masing-masing permainan tradisional. Permainan yang dimainkan ini sedikit berbeda karena telah disesuaikan dengan tema, yaitu “profesi”.
Dikarenakan konsep sesi bermain ini adalah battle game, maka para peserta harus dibagi ke dalam enam kelompok yang berbeda dan mereka saling beradu di setiap pos. Tiap kelompok yang menang pada pos permainan akan mendapatkan full score sebesar 50, sudah kebayang kan gimana keseruannya? Tanpa berlama-lama lagi, yuk simak!
Pada pos 1, terdapat permainan tradisional ular tangga profesi! Sistem permainan ular tangga kali ini agak sedikit berbeda, karena dipadukan dengan flip bottle challenge.
Tiap anggota dari kedua kelompok harus berhasil membalik botol agar bisa mendapatkan kesempatan untuk melempar dadu dan menjalankan di ular tangganya. Kelompok yang nantinya berhasil sampai garis finish duluan akan mendapatkan full score.

Suasana Pertandingan Flip Bottle
(Dokumentasi TGR Community, 2025)

Suasana Permainan Ular Tangga
(Dokumentasi TGR Community, 2025)
Berlanjut ke pos 2 dengan permainan Puzzle profesi yang dimainkan layaknya permainan Puzzle pada umumnya, dua kelompok diberikan papan beserta kepingannya. Waktu yang diberikan untuk menyusun kepingan Puzzle tersebut adalah sepuluh menit, jadi setiap kelompok harus cepat dan teliti! Kelompok yang berhasil menyusun Puzzle terlebih dahulu ataupun paling banyak menyelesaikan Puzzle-nya, akan mendapatkan full score.

Keseriusan Adik-adik dalam Menyusun Puzzle
(Dokumentasi TGR Community, 2025)
Selanjutnya adalah permainan Eat Bulaga profesi yang mana terdapat dua orang perwakilan dari tiap kelompok bermain. Dua orang ini dibagi menjadi dua peran, satu sebagai penebak dan satunya lagi menjadi pemberi clue seperti “ya/tidak/bisa jadi”. Setiap perwakilannya harus berusaha untuk mendapatkan jawaban benar sebanyak-banyaknya agar menjadi pemenang.

Keseruan Permainan Eat Bulaga
(Dokumentasi TGR Community, 2025)
Permainan selanjutnya pada pos 4 adalah kuda bisik profesi! Dalam permainan ini, setiap kelompok akan berbaris dan orang paling belakang dari kelompok akan menjadi orang pertama yang mendapatkan pesan, sedangkan orang paling depan harus mengucapkan apa yang dia dengar dari bisikan tersebut. Mereka yang berhasil menjawab sesuai dengan pesan di awal akan keluar menjadi pemenangnya.

Kuda bisik Profesi
(Dokumentasi TGR Community, 2025)
Setelah bermain kuda bisik, keseruan masih terus berlanjut di pos 5 dengan bermain teka-teki profesi! Untuk bermain permainan ini, kedua kelompok akan diberikan satu lembar kertas TTS yang akan digunakan sebagai media untuk menjawab beberapa pertanyaan seputar profesi. Kedua kelompok diharuskan untuk berusaha menjawab sebanyak-banyaknya untuk bisa menjadi pemenangnya.
Keseriusan Adik dan Kakaknya Mengisi TTS
(Dokumentasi TGR Community, 2025)
Nah, akhirnya kita sampai ke pos terakhir nih Sobat TGR, yaitu Speed Cups! Untuk bermain permainan, disediakan lima buah gelas berwarna yang disusun oleh pemandu permainan. Setelah itu, perwakilan dari kelompok akan diberikan waktu untuk menyusun gelas yang mereka punya sesuai dengan bentuk yang ada secepat mungkin dan harus menekan bel ketika selesai.

Tanding Speed Cups
(Dokumentasi TGR Community, 2025)
Nah, itulah gambaran dari beberapa pos permainan yang ada di kegiatan kemarin. Keenam pos tersebut dibagi menjadi dua sesi, yaitu sesi pertama untuk pos 1-3 dan sesi kedua untuk pos 4-6.
Di sela-sela peralihan sesi, Tim TGR menggunakan jeda tersebut untuk mempersilahkan para peserta melakukan ISHOMA (istirahat, salat, dan makan). Selesai salat berjamaah, dilanjut dengan kegiatan makan snack bersama sambil menyiapkan energi untuk sesi games berikutnya.

Snack Time
(Dokumentasi TGR Community, 2025)
Tentunya, acara tidak afdal kalau tidak ada kuis berhadiah! Untuk mengasah pengetahuan adik-adik panti, kakak-kakak Voluntrip memberikan beberapa pertanyaan kuis seputar profesi dan agama Islam. Buat adik-adik yang berhasil menjawab akan mendapatkan hadiah berupa ular tangga mini profesi.

Salah Satu Adik yang Menjawab Kuis
(Dokumentasi TGR Community, 2025)
Di balik keseruan pos-pos permainan yang ada tersebut, ternyata ada nih adik-adik yang merasa permainan itu mudah dan ada yang susah. Sama seperti apa yang dirasakan Hamza, adik panti kelas 5 SD.
Hamza bercerita bahwa permainan tadi terasa seru, namun ada juga yang dia rasa sulit untuk dimainkan seperti permainan speed cups. Mungkin dia baru pertama kali memainkannya, sehingga wajar saja terasa sulit.
“Paling suka permainan ular tangga karena ada main botol flip dulu. Buat flip-nya juga ga terlalu susah sih kak. Terus, buat permainan yang paling susah adalah permainan gelas,” ujar Hamza, adik panti kelas 5 SD.
Nada, adik panti kelas 2 SMA, juga bercerita kalau permainan yang ada tuh seru-seru. Gampang lah buat dimainkan, terutama permainan Puzzle. Hal tersebut terbukti dari perolehan hasil dari permainan Puzzle, di mana kelompok Nada keluar menjadi pemenangnya.
“Paling suka permainan ular tangga karena seru aja mainnya, terus puzzle juga seru. Di puzzle kelompokku menang juara 1, loh, kak,” ujar Nada, adik panti kelas 2 SMA.
Nada juga menambahkan bahwa selain seru, dia juga bisa merasakan kesportifan teman-teman yang lain dan juga belajar kerja sama antar anggota kelompok. “Yang paling berkesan menurutku dari acara tadi tuh kesportifan sih ka, terus kerja sama juga,” imbuhnya.
Lanjut, keseruan dari kegiatan kemarin juga dirasakan oleh Tim Voluntrip by Kitabisa dan Tim TGR yang hadir, serta mendampingi adik-adik panti ketika agenda bermain. Salah satunya ada Kak Anca yang merasakan bahwa kegiatan kemarin itu sangatlah seru dan jadi seperti memiliki keluarga baru.
“Aku ngerasa kayak punya keluarga baru karena mereka mau main-main sama kita dan acara hari ini menarik dan seru banget sih,” ujar Kak Anca, Voluntrip Kitabisa.
Fun fact, bahwa Kak Anca sendiri sudah pernah ikut kegiatan dari Voluntrip by Kitabisa. Di kegiatan sebelumnya, Kak Anca mengikuti kegiatan dengan lansia dan adik-adik yang dipenuhi dengan kegiatan membuat sesuatu. Namun, kali ini, Kak Anca diajak untuk bermain dengan adik-adik panti.
“Sebelumnya aku pernah juga ikut voluntrip kayak ke panti jompo dan pernah juga sama anak-anak, tapi acara ini tuh beda. Biasanya kita buat sesuatu, tapi kalau ini tuh kita bermain gitu” tambah Kak Anca, Voluntrip Kitabisa.
Selain Kak Anca, Kak Rai juga ikut menambahkan kesannya dari kegiatan kemarin. Kak Rai, selaku Photographer TGR, menyatakan bahwa sebagai first timer fasilitator bermain itu seru dan asyik. Pun, adik-adik panti juga sangat kooperatif saat agenda bermain berlangsung.
“Wah ini first time aku jadi fasil bermain di TGR! Seru, asyik, dan juga enak banget karena bisa langsung terjun buat main dan ngejelasin cara-cara bermain ke temen-temen di panti.”
“Biasanya, aku megang kamera aja, tapi kemarin itu langsung main. Seru banget sihh, engga se-awkward yang aku kira, hehehehe,” ujar Kak Rai, Photographer TGR.
Begitupun dengan Kak Jessy, selaku Activity Instructor TGR. Meskipun Kak Jessy merupakan AI TGR, kegiatan kemarin merupakan kali pertamanya untuk menjadi fasilitator bermain. Dia merasa bahwa suasana di sana ramai dan seru, pun adik-adiknya terlihat sangat antusias.
“Suasana kegiatan di sana ramai, tapi tetap kondusif karena adik-adik di sana mudah diatur. Terus kebetulan aku memang menjadi fasilitator bermain dan jadi penjaga pos untuk pertama kalinya di voluntrip ini karena aku baru ikut pertama kalinya dengan voluntrip Kitabisa ini. Bener-bener seru, teman-teman semua yang ikut sangat antusias banget. SERUUU!!” ujar Kak Jessy, Activity Instructor TGR.
Kurang lebih selama tiga jam, Tim TGR dan Tim Voluntrip by Kitabisa berkegiatan dengan adik-adik panti. Pak Ian Supratman, selaku Ketua Panti Asuhan, sangat bersyukur atas kehadiran Tim TGR dan Tim Voluntrip by Kitabisa ke pantinya.
“Intinya, anak-anak seneng kita ikut seneng, yang kedua mungkin ada edukasinya juga dari permainan itu. Jadi, tidak hanya sekadar permainan, tapi apa sih isi dari permainan itu, dan itu yang bikin anak-anak ambil intisari dari permainan itu. Karena sekarang metodenya harus seperti itu, kalau cuman menerangkan pakai laptop, pakai proyektor itu ga bakal masuk dan malah banyak yang tidur ya,” ujar Pak Ian, Ketua Panti Asuhan.
Pak Ian juga mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Tim TGR dan Tim Voluntrip by Kitabisa atas donasi yang diberikan. Karena semua barang donasi tersebut, merupakan barang yang dibutuhkan panti untuk kegiatan operasionalnya. Pun, beliau juga sangat welcome kepada kami semua untuk bisa hadir kembali ke panti, walau hanya sekadar bersilaturahmi.
“Donasi itu untuk kebutuhan panti dan juga sering dipakai, apalagi mendekati bulan Ramadan, magicom kan bisa kepake gitu ya. Printer juga kepake buat anak-anak nge-print daripada nge-print ke luar dan keluar dana lagi ya. Lebih baik kita minta ke donatur yang manfaatnya ada buat anak-anak, selain itu juga buat kebutuhan.”
“Mudah-mudahan bukan hanya sampe di sini, kedepannya bisa silaturahim, kayak di bulan Ramadhan atau kegiatan lain, kami persilakan untuk datang ke sini lagi,” tambah Pak Ian, Ketua Panti Asuhan.
Nah, itulah cerita keseruan dari kegiatan di Panti Asuhan Kampung Melayu yang dapat kami share ke Sobat TGR. Dari cerita-cerita di atas, kita bisa tahu kalau metode belajar itu tidak monoton hanya dari buku ataupun penjelasan formal, namun bisa juga dari kegiatan menarik, seperti bermain.
So, buat Sobat TGR di luaran sana yang mau berkolaborasi dengan kami untuk menjadi media belajar sekaligus seru-seruan ataupun menjadi narasumber maupun tenant, bisa banget untuk klik link berikut ya. Lupakan Gadget-mu, Ayo Main di Luar! (ACN/ed. EVA)
Writer: Ayu Cristhine Novianti
Editor: Eva Gianina
Graphic Designer: Dinda Priska
QC/Publisher: R. Harvie R. B. R
Kapiler Indonesia. (n.d.). Panti Kampung Melayu. https://kapilerindonesia.com/detailpanti/detail/391
Tangan Peduli. (2024). Panti Asuhan Kampung Melayu. https://tanganpeduli.com/campaign/bantupantikampungmelayu
Traditional Games Returns Tgr Care Permainan Tradisional Berbagi Kebahagiaan Bersama Anak Panti Asuhan Tgr X Voluntrip By Kitabisa Kerelewanan Kegiatan Relawan Belajar Tentang Profesi