Traditional Games Returns

Lupakan Gadgetmu, Ayo Main di Luar!

Keseruan Bermain dan Berkreasi bersama di SD Sakura Cikunir!

Senin, 12 Mei 2025 ~ Oleh Traditional Games Returns ~ Dilihat 517 Kali

  Halo, Sobat TGR! Seperti yang kalian ketahui, bahwa TGR memiliki acara offline untuk menunjang visinya yaitu melestarikan permainan tradisional dan hak-hak anak. Salah satunya adalah “TGR Goes to School”, yang mana kami berbagi kebahagiaan dengan bermain permainan tradisional di sekolah-sekolah. Nah, pada tanggal 20 Februari 2025 lalu, kami kembali hadir ke sekolah lho, tepatnya di SDS Shibghah Akhlak Quran (SAKURA), Cikunir, Bekasi! 

  Bertajuk “Gelar Karya P5: Main Bareng, Seneng Bareng!’’, TGR Goes to School ini tentunya Tim TGR bermain permainan tradisional bersama adik-adik, sekaligus mengasah tingkat kreativitas mereka. Intinya, bisa dibilang acara ini komplit deh, karena selain seru-seruan mereka juga bisa berperan dalam pelestarian permainan tradisional secara langsung. 

  Sebelum kita masuk ke keseruan jalannya acara, kalian penasaran gak sih sama SDS Shibghah Akhlak Quran yang biasa disebut Sekolah Sakura ini? Daripada penasaran, mending kita bahas dulu yuk profil mereka!

Tentang Sekolah Shibghah Akhlak Quran (SAKURA)

  Sekolah Shibghah Akhlak Quran, atau dikenal dengan Sekolah Sakura ini, merupakan sekolah berbasis Agama Islam yang berlokasi Komplek Perumahan Taman Cikunir Indah Jl. Nusantara IB No.4-1, RT.001/RW.011, Jaka Mulya, Kec. Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jawa Barat. Sekolah Sakura ini memiliki komitmen yang gak main-main lho, Sobat TGR! 

  Mereka hadir untuk melahirkan penerus bangsa yang mampu menjadi pelopor dan motor dari “Gerakan Shibghah Akhlak Qur’an” dalam membangun generasi qurrata a’yun dan immamul muttaqin dengan mendidik karakter, serta kepribadian anak-anak menjadi lebih berkembang dalam aspek akal, hati maupun raga. Wah, mulia banget ya tujuan dari mereka ini!

  Sekolah Sakura sendiri terdiri dari empat jenjang, yaitu infant (daycare), toddler (PG), TK, dan SD. Demi membangun visi yang mulia tersebut, ada tujuh nilai yang diterapkan yaitu “SENYUM MANIS”, terdiri dari:

  1.  Aku SElalu dilihat Allah setiap saat
  2.  Aku NYaman dengan Syukur dan Sabar
  3.  Aku Unggul dalam Ilmu dan Amal
  4.  Aku Muliakan yang tua dan sayangi yang muda
  5.  Aku berMANfaat dan peduli bagi sesama
  6.  Aku bersIkap indah, teratur dan bertanggung jawab
  7.  Aku Semangat dan berani dalam kebenaran

  Nilai-nilai yang ditanamkan oleh Sekolah Sakura ini, berbuah manis ketika mereka melakukan pemeriksaan akreditasi dan ternyata memperoleh akreditasi A. Wow keren ya, apakah ada anak,adik, atau keluarga dari Sobat TGR yang bersekolah di sini? 

Potret SDS Sakura Cikunir ketika MPLS pada tahun 2024

Keseruan Jalannya Acara!

  Nah, Sobat TGR sudah tahu kan latar belakang sekolah ini? Sekarang, let's get back to the topic! Acara yang berlokasi di gedung SDS Sakura ini, dimulai pada pukul 07.30 WIB dengan pembacaan ikrar dan pijakan di kelas masing-masing, lalu disusul salat Dhuha berjamaah di aula, serta pembagian snack agar adik-adik lebih bersemangat.

  Rangkaian acara dilanjut dengan pembukaan oleh Tim TGR, bisa dibilang pembukaan ini sebagai ramah tamah kepada adik-adik agar lebih mengenal TGR dan pentingnya melestarikan permainan tradisional. Karena acara ini diikuti oleh semua siswa-siswi SDS Sakura dari kelas 1-6, maka sesi bermain permainan akan dibagi menjadi dua sesi, yaitu sesi pagi (09.20-11.30 WIB) dan siang (13.00-14.30 WIB). 

  Sesi pagi sendiri masih dibagi menjadi dua lho, sesuai tingkatan kelas mereka. Sesi pagi 1 dimulai pukul 09.20-10.20 (selama satu jam) yang diikuti oleh adik-adik kelas 1-3 berjumlah 41 siswa dan sesi pagi 2 dimulai pukul 10.30-11.30 diikuti oleh adik-adik kelas 4-6, berjumlah 68 siswa. Lho, emangnya sesi dua buat apa? Nah, sesi dua ini ternyata untuk adik-adik TK yang ikutan bermain permainan tradisional!

 Pembagian ini bertujuan untuk memudahkan Tim TGR dan pihak sekolah untuk mengoordinasikan adik-adik gemes ini! Kira-kira main apa aja sih, gimana keseruannya? Check it out!

Keseruan Sesi Bermain Permainan Tradisional

  • Sesi Pagi

  Sebelum kita menuju sesi bermain permainan tradisional yang seru-seru ini, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa sesi pagi dibagi lagi menjadi dua yaitu pagi 1 untuk kelas 1-3 dan pagi 2 untuk kelas 4-6. Nah, setiap kelas ini juga dibagi menjadi dua kelompok, dengan rincian sebagai berikut:

Pagi 1: 

Kelas 1 (kel 1 & 2) = 12-12

Kelas 2 (kel 3 & 4) = 7-8

Kelas 3 (kel 5 & 6) = 7-7

Pagi 2: 

Kelas 4 (kel 1 & 2) = 10-11

Kelas 5 (kel 3 & 4) = 11-12

Kelas 6 (kel 5 & 6) = 12-12

  Seperti biasa, sesi bermain permainan tradisional ini dibagi menjadi enam pos yang berbeda dan pastinya seru! Permainan yang dibawa oleh Tim TGR antara lain: 

  • Pos 1: Balogo
  • Pos 2: Gasing Bambu
  • Pos 3: Congklak
  • Pos 4: Keprayan & Damdas 
  • Pos 5: Dampu Bulan
  • Pos 6: Ular Tangga

Kumpulan Foto Keseruan Bermain Permainan Tradisional di Sesi Pagi

(Dokumentasi TGR Community, 2025)

  Sudah kelihatan kan, bagaimana kebahagiaan terpancar dari adik-adik yang bermain di sesi pagi ini? Mereka terlihat antusias bermain permainan yang telah disediakan. Setiap pos yang dikunjungi memberikan pengalaman baru bagi siswa, karena banyak dari mereka belum pernah memainkan permainan-permainan tradisional tersebut.

  Walaupun pos permainan ramai dan penuh, adik-adik ini tetap tertib dan menikmati setiap permainan, lho! Bahkan keramaian tersebut turut menambah euforia sehingga suasana permainan menjadi lebih hidup.

  Setelah capek bermain permainan tradisional, sudah saatnya mereka kembali ke kelas dan mengikuti sesi berikutnya yaitu workshop DIY (Do It Yourself) membuat permainan tradisional, yaitu layangan dan damdas! Pastinya seru banget ya, karena habis asyik bermain langsung dapat ilmunya untuk buat permainan tradisional sendiri.

Potret Adik-adik Membuat Damdas dan Layangan dengan Serius

(Dokumentasi TGR Community, 2025)

  DIY damdas dilaksanakan di ruang kelas dengan jumlah peserta sebanyak 16 orang. Alat dan bahan yang digunakan untuk membuat damdas ini yaitu kertas, pulpen, pensil, dan penghapus. Kertas yang digunakan adalah kertas yang sudah memiliki pola, sehingga adik-adik dapat dengan mudah membuat damdas sendiri, tentunya dengan didampingi dan diberi arahan oleh Tim TGR, ya!

  Selanjutnya untuk DIY layangan dilaksanakan di ruang aula, dikarenakan jumlah jauh lebih banyak yaitu mencapai 69 peserta, wow! Sama seperti damdas, mereka juga diberikan alat-alat berupa satu layangan, cat akrilik, kuas, dan segelas air. Kemudian peserta diminta untuk melukis layangan tersebut seindah mungkin. 

  Sesi DIY ini juga menjadi momen yang menyenangkan bagi adik-adik, karena selain dapat berkreasi sesuka hati, mereka juga dapat melatih kreativitas melalui warna yang dilukiskan. Lebih dari itu, sesi bermain permainan tradisional dan workshop ini juga dapat mempererat tali persaudaraan, serta melatih kerjasama. Nih hasil karya mereka, bagus kan?

Potret Adik-adik Memamerkan Hasil Karya Layangan buatan Mereka

(Dokumentasi TGR Community, 2025)

  Terlihat kebanggan dari raut wajah mereka, “hasil karya sendiri nih, bos!Nah, ketika siswa-siswi SD sedang workshop, keseruan masih terus berlanjut lho di Sesi Siang yang berisi adik-adik TK.

  • Sesi Siang

  Sesi siang dimulai pada pukul 11.30 WIB ketika para siswa-siswi SD sedang lunch break, pos-pos permainan tradisional dibuka bebas untuk adik-adik TK Sakura yang berjumlah 49 orang ini. Pos-pos ini sedikit berbeda lho Sobat TGR, karena jumlahnya menyusut menjadi empat pos dan ditambah permainan baru, yaitu:  

  • Pos 1: Ular Tangga Raksasa
  • Pos 2: Dampu Bulan
  • Pos 3: Lompat Karet
  • Pos 4: Cublak-cublak Suweng

Keseruan Adik-adik TK Sakura Bermain Permainan Tradisional

(Dokumentasi TGR Community, 2025)

  Sesi pagi telah berakhir, namun keseruan sesi siang masih berlanjut. Setelah para adik TK menikmati bermain permainan tradisional, ternyata mereka juga mengadakan lomba lho

  Adapun lomba yang diadakan yaitu lomba tarik tambang yang diikuti oleh enam kelompok dan lomba egrang yang diikuti oleh enam peserta. Perlombaan ini mempertemukan siswa-siswi TK Sakura dengan PAUD Rumah Pintar 165, wah kira-kira siapa yang menang ya? 

  Setiap perlombaan berlangsung meriah, meskipun hari semakin siang dengan matahari terik di luar ruangan, hal tersebut tidak menyurutkan semangat mereka untuk memenangkan perlombaan. Anyways, perlombaan ini dilakukan dengan membagi peserta menjadi dua kloter, berikutnya pemenang dari setiap kloter akan diadu kembali untuk menemukan juara satu, dua, dan tiga. 

Potret Keseruan Lomba Tarik Tambang

(Dokumentasi TGR Community, 2025)

  Perlombaan berlangsung sengit, para peserta mengeluarkan kemampuan terbaik mereka untuk memenangkan pertandingan. Hasil perlombaan sudah keluar, lomba dimenangkan oleh tim tamu, yaitu PAUD Rumah Pintar 165! Selamat bagi pemenang dan untuk yang kalah, jangan berkecil hati karena kalian keren juga kok!

  Perlombaan ini cukup penting ya Sobat TGR, karena untuk memupuk rasa kompetisi, sportivitas, dan nilai pantang menyerah sejak dini. Sehingga, ketika beranjak dewasa dapat memiliki nilai-nilai tersebut. Nah, sebelum menutup keseruan acara di SDS Sakura, terlebih dahulu kita kepoin yuk apa kata mereka tentang acara ini?

Kata Mereka

“Tadi permainannya seru, yang paling seru pas permainan gasing. Sekarang aku jadi jago main gasingnya. Terus aku juga main damdas dan congklak yang juga gak kalah seru!” Ujar Anwar, salah satu siswa SD Sakura. 

  Menurut Anwar, salah satu dari siswa SD Sakura acara ini seru terlebih lagi saat bermain permainan gasing. Hal tersebut diungkapkan oleh kedua peserta yaitu Syifa dan Zahra melalui wawancara berikut.

“Permainan yang aku coba tadi congklak sama gasing. Sama lompat karet gak ya tadi lupa soalnuya hehe. Rasanya seneng bisa main permainan tadi. Terus aku juga ikut nonton perlombaan tadi, seru banget!” Tutur Syifa dan Zahra, siswa SD Sakura. 

  Tuh kan, acara ini memang seru banget ya! Bahkan si Syifa dan Zahra juga ikut melihat adik-adik TK lomba, duh gemes banget! Selain itu, salah satu guru dan Wakil Kepala Sekolah dari SDS Sakura juga membagikan pendapatnya, lho!

“Terima kasih Tim TGR atas waktunya hari ini. Alhamdulillah anak-anak SD Sakura sangat senang dan antusias sekali. Kakak-kakak dari tim TGR seru dan asik banget sehingga anak-anak pun nyaman. Semoga kita bisa berkolaborasi lagi di kesempatan berikutnya,” ujar Bu Dian, salah satu guru SDS Sakura. 

Alhamdulillah, pada kesempatan hari ini kita bisa bersilaturahmi dengan Tim TGR. Memang awalnya konsep kita itu diambil dari proyek kita, yaitu P5 tentang belajar anak-anak. Kemudian kita cari informasinya, tabarakallah-nya ketemu Tim TGR ini dan alhamdulillah kami sangat senang sekali bisa berkolaborasi dengan Tim TGR untuk bersama-sama memperkenalkan, permainan-permainan tradisional khususnya di Jawa Barat dan sekitarnya pada anak-anak Sakura School.” 

“Alhamdulillah kalau kami sebagai guru ya, tentunya pengalaman yang sangat baru ya. Bagi anak-anak juga mulai dari acara indoor dan outdoor, semangat anak-anak tidak surut ya, bahkan saat jam istirahat saya melihat beberapa anak mencoba lagi permainannya artinya kegiatan ini sangat berkesan bagi anak-anak. Semoga TGR semakin sukses dan nantinya dapat lebih luas lagi memberikan wawasan tentang permainan tradisional,” ujar Pak Andri, Wakil Kepala Sekolah SDS Sakura.

  Memang kalau jodoh itu gak ke mana ya, Sobat TGR! Seperti TGR yang berjodoh dengan SDS Sakura, sehingga dapat terciptanya acara ini. Tidak hanya seru, namun berkesan dan dapat memberikan kebahagiaan kepada adik-adik sekaligus melestarikan permainan tradisional. 

  Begitulah keseruan TGR Goes to School bersama SDS Sakura kali ini, kebayang gak sih serunya? Semoga, acara kali ini dapat menanamkan nilai-nilai permainan tradisional dengan baik kepada adik-adik, sehingga dapat tumbuh menjadi generasi penerus bangsa yang tak lupa akar budayanya sendiri! Lupakan Gadget-mu, Ayu Main di Luar! (FAU/ed. JY dan HRV)

  Bagi Sobat TGR yang tertarik bekerja sama dan ingin berkolaborasi dengan kami, mulai dari menjadi pengisi acara, tenant hingga narasumber, hubungi kami dengan klik tautan ini ya, Sobat.

Writer: Faunizar Salsabila

Editor: Giulia dan R. Harvie R. B. R

Graphic Designer: Indiana

QC/Publisher: R. Harvie R. B. R

Referensi:

Sekolah Shibghah Akhlak Quran (SAKURA). (2024). Tentang Kami. https://www.sekolahsakura.sch.id/

Traditional Games Retruns Tgr Goes To School Sds Sakura Cikunir Bermain Permainan Tradisional Cara Membuat Layangan Bermain Permainan Tradisional Dengan Anak Sd
Komentari Tulisan