Hi, Sobat TGR! Di era digital yang serba cepat ini, anak-anak menjadi semakin akrab dengan gadget maupun permainan virtual. Tak sedikit dari mereka yang mulai melupakan dan bahkan tidak mengenali keseruan permainan tradisional yang dulunya begitu lekat dengan masa kecil dari masyarakat Indonesia.
Menyadari betapa pentingnya memperkenalkan permainan tradisional sebagai identitas budaya, maka Binus School Bekasi pun mengundang TGR untuk mengajak adik-adik bermain permainan tradisional. Asyik!
Acara ini menjadi bagian dari “Holiday Program” yang rutin dilaksanakan setiap tahun oleh Binus Bekasi School. Hal ini bertujuan untuk membuat anak lebih produktif, membangun semangat sportivitas, dan bersosialisasi dengan teman sebayanya. Selain itu, acara yang seru ini pun dibuka untuk publik, lho!
Acara yang diselenggarakan pada 19 Juni 2025 lalu ini punya banyak keseruan, seperti bermain balogo, gasing, egrang, ular tangga, tarik tambang, dan lain-lain. Eits, acara ini tidak hanya bermain saja lho, melainkan mereka juga DIY layang-layang dan gasing. Wah, simak kemeriahan mereka yuk, Sobat TGR!
Pada pukul 09.30, acara dibuka oleh pihak Binus School dan perkenalan dari Tim TGR. Setelah itu, sesi dilanjutkan dengan pembagian kelompok kecil. Energi saat pembagian kelompok ini sangat positif, di mana para peserta antusias memperkenalkan diri serta berinteraksi antara satu sama lain dan dengan Tim TGR.
Setelah para peserta dipastikan telah mengenal satu sama lain, acara dilanjutkan dengan sesi ice breaking yang tak kalah seru, lho! Mereka membuat lingkaran besar dan mengikuti instruksi yang diberikan. Tak pernah kelewatan, cingciripit selalu menjadi ciri khas ice breaking oleh TGR.
Potret Sesi Ice Breaking
(Dokumentasi TGR Community, 2025)
Sesi ice breaking ini menjadi warming up bagi mereka sebelum mencoba bermain permainan tradisional. Melalui ice breaking, mood peserta akan jadi lebih baik dan tentu saja siap untuk melakukan kegiatan selanjutnya.
Nah, akhirnya kita memasuki sesi yang ditunggu-tunggu yaitu bermainan permainan tradisional! Para peserta menjelajah setiap pos dan mencoba setiap permainan tradisional yang telah disiapkan. Pos pertama adalah Balogo yang merupakan permainan tradisional khas Kalimantan Selatan, khususnya suku Banjar.
Potret Bermain Balogo
(Dokumentasi TGR Community, 2025)
Permainan ini menggunakan cakram kecil (logo) yang diluncurkan untuk menjatuhkan logo lawan. Permainan ini memiliki ciri khasnya tersendiri, di mana anak-anak berusaha untuk menjatuhkan logo lawan yang berada di depan.
Pada pos 2, para peserta mencoba bermain jejak dan bekel. Mereka tampak kesulitan untuk meletakkan tangan dan kaki yang sesuai dengan instruksi. Selain itu, permainan bekel juga membuat mereka penasaran bagaimana caranya melempar bola dan mengambil batu bekel secara bersamaan.

Potret Bermain Jejak dan Bekel
(Dokumentasi TGR Community, 2025)
Memasuki pos 3, permainan makin seru karena para peserta akan bermain ular tangga. Meskipun permainan ini terlihat mudah, namun tetap harus bergantung pada keberuntungan masing-masing lho, hihihi. Meskipun harus sesekali mengulang dari angka awal karena berhenti di simbol ular, para peserta tetap terlihat kompak dan antusias untuk bergantian melempar dadu.
Potret Bermain Ular Tangga
(Dokumentasi TGR Community, 2025)
Selesai bermain ular tangga, para peserta bergeser ke pos 4, yaitu egrang. Mereka dengan cepat meminta kakak-kakak untuk diajarkan cara bermain permainan tersebut. Pada awalnya mereka kesulitan berjalan menggunakan egrang, namun ternyata mereka sangat sabar sehingga akhirnya bisa berjalan dengan benar tanpa terjatuh.