Traditional Games Returns

Lupakan Gadgetmu, Ayo Main di Luar!

Throwback Kolaborasi Perdana TGR dan Sekolah Murid Merdeka di Condet

Selasa, 18 Nopember 2025 ~ Oleh Traditional Games Returns ~ Dilihat 119 Kali

Halo, Sobat TGR! Sekolah merupakan tempat bagi setiap insan untuk belajar agar memperoleh ilmu pengetahuan sebagai bekal di masa depannya. Agar ilmu dapat diserap dengan baik oleh anak-anak, sekolah mengemasnya dalam bentuk kegiatan yang menyenangkan, seperti bermain dan membuat karya seni. Kegiatan seperti ini ternyata juga diadakan dalam kolaborasi perdana TGR dan Sekolah Murid Merdeka (SMM) lho, pada 31 Mei 2025 yang lalu

Sedikit informasi nih Sobat TGR, Sekolah Murid Merdeka merupakan sekolah pertama di Indonesia yang menerapkan pembelajaran tatap muka (luring) dan online (daring) dalam kegiatannya. Didirikan pada tahun 2019 oleh Najelaa Shihab, SMM berkomitmen memberikan pendidikan secara merata di Indonesia dengan menyesuaikan bakat dan minat setiap anak serta mengintegrasikan teknologi digital.

Logo Sekolah Murid Merdeka (SMM)

(Facebook Sekolah Murid Merdeka, 2023)

Agar menjangkau murid-murid secara lebih dekat, SMM membuka 57 tempat belajar yang tersebar pada 12 kota di seluruh Indonesia. Nah, satu tempat belajar SMM yang menjadi saksi kolaborasi perdananya dengan TGR adalah cabang Condet. SMM cabang Condet berlokasi di Jalan Raya Condet No.12 Pasar Rebo, Jakarta Timur.

Pada kolaborasi perdana ini, TGR hadir di SMM cabang Condet untuk mengadakan kegiatan berupa bermain permainan tradisional serta membuat karya seni. Kegiatan dimulai pada pukul 10.00 WIB dan dihadiri sekitar 25 anak, 7 guru SMM, 6 anggota tim TGR, serta beberapa orang tua yang ikut mendampingi. Seperti biasanya, kegiatan diawali dengan ice breaking yang dipimpin oleh Kak Naufal. 

Sesi ice breaking kali ini berisi beberapa permainan, seperti menulis angka tanpa alat tulis, tepuk ampar-ampar pisang, dan “apple, orange, banana”. Senyum pun terlihat di raut wajah anak-anak saat bermain di sesi ini. Di saat yang bersamaan, orang tua pun ikut senang melihatnya dan mendokumentasikan momen kebahagiaan anaknya melalui telepon genggamnya. 

Keseruan Sesi Ice Breaking

(Dokumentasi TGR Community, 2025)

Setelah sesi ice breaking berakhir, Kepala SMM Condet Risa Rully hadir menyapa anak-anak. Agar anak-anak terus bermain dengan penuh semangat di pagi hari, Bu Risa mengajarkannya sebuah tepuk selamat pagi khas SMM. Saat Bu Risa berkata “Selamat pagi”, anak-anak menjawab, “Pagi (tepuk), pagi (tepuk), pagi, jeng jeng jeng!” 

Sambutan Bu Risa kepada Anak-anak

(Dokumentasi TGR Community, 2025)

Selain itu, Bu Risa juga berterima kasih kepada para orang tua yang telah mempercayakan anak-anaknya untuk berkegiatan, khususnya bermain permainan tradisional di SMM. Bu Risa berharap kegiatan seperti ini dapat mengurangi ketergantungan anak-anak terhadap gadget. Sambutan dari Bu Risa telah selesai dan saatnya untuk foto bersama.

Foto Bersama

(Dokumentasi TGR Community, 2025)

Foto bersama telah dilakukan dan saatnya beralih ke sesi selanjutnya, yaitu sesi bermain permainan tradisional. Namun sebelum itu, seluruh anak dibagi menjadi lima kelompok. Sebuah kelompok pada kegiatan ini beranggotakan 4-5 anak yang didampingi oleh satu guru SMM.

Ketika anak-anak mulai membentuk kelompok bermain permainan tradisional, para orang tua bergerak menuju ke perpustakaan di lantai dua untuk mengikuti parents talk bersama beberapa guru SMM. Setelah seluruh kelompok terbentuk, tersedia lima pos bermain pada kegiatan kali ini di SMM Condet, yaitu:

Pos 1: Jejak

Pos 2: Egrang

Pos 3: Ular tangga

Pos 4: Lompat tali

Pos 5: Gasing

Pos 1 menghadirkan permainan jejak kaki dan tangan. Sesuai dengan namanya, permainan ini mengharuskan anak-anak untuk menaruh kaki dan tangannya persis dengan jejak yang tergambar. Walaupun jejak-jejak tersebut membuat kaki dan tangan berada dalam posisi yang sulit, anak-anak akhirnya berhasil melewatinya dengan baik.

Potret Salah Satu Adik Bermain Jejak

(Dokumentasi TGR Community, 2025)

Kak Ayu selaku guru PAUD SMM Condet, menyampaikan kesukaannya pada permainan jejak kaki dan tangan karena dapat melatih keterampilan motorik anak. Selain itu, permainan ini juga melatih anak-anak untuk menjaga keseimbangan dengan cara yang seru dan menarik. Dengan demikian, anak-anak dapat percaya diri saat beraktivitas secara fisik di kemudian hari.

Usai menapaki jejak yang begitu menantang, mari beranjak ke pos 2 yang menggelar permainan egrang. Saat memainkan egrang, beberapa anak sempat kesulitan berjalan sambil menjaga keseimbangannya. Walaupun begitu, anak-anak akhirnya mulai lancar berjalan menggunakan egrang yang dibantu Kak Dila selaku fasilitator bermain dari TGR.

Potret Keseruan saat Bermain Egrang

(Dokumentasi TGR Community, 2025)

Salah satu anak bernama Violentian, ikut merasakan keseruan saat bermain egrang. Vio senang bisa berjalan menyusuri ruang kelas menggunakan egrang bambu sebagai alas kaki. Egrang bambu tersebut juga sudah dimodifikasi sehingga anak-anak dapat memainkannya dengan mudah dan aman.

Setelah melangkah riang dengan egrang, saatnya bergerak menuju ke pos 3. Pos 3 menggelar permainan ular tangga. Dadu di pos ini tentunya menjadi harapan anak-anak agar bidaknya melaju cepat ke kotak finish. Sayangnya, ular pada permainan ini seringkali menjadi penghambat bidak anak-anak menuju kotak finish sehingga kesabarannya begitu diuji. 

Potret saat Bermain Ular Tangga

(Dokumentasi TGR Community, 2025)

Berpegang pada kesabaran tersebut, anak-anak terus berupaya agar bidaknya mencapai kotak akhir. Setelah beberapa kali melakukan lemparan, dadu tersebut akhirnya memuluskan langkah bidak milik anak-anak menuju kotak finish. Good job, kids!

Sesudah bersabar melewati ular tangga tanpa rasa gentar, saatnya beralih ke pos 4. Pos 4 menghadirkan permainan lompat tali. Melihat tali karet yang tergeletak di lantai, anak-anak pun sudah mengetahui permainannya akan seperti apa. Dengan direntangkannya tali karet, anak-anak mulai melompatinya. 

Potret Salah Satu Adik Bersiap Lompat Tali

(Dokumentasi TGR Community, 2025)

Salah satu anak perempuan bernama Zoe, menunjukkan kemampuannya dalam melompat tali karet. Dengan penuh keyakinan dan percaya diri yang tinggi, Zoe melompati tali karet dengan begitu lincah dan disambut sorak gembira di sekitarnya. Kemahiran Zoe dalam melompati tali karet tidak terlepas dari kesukaannya pada permainan tersebut, Zoe keren banget deh!

Usai seru-seruan melompati tali karet, mari beranjak ke pos 5 yang menyediakan gasing untuk dimainkan bersama. Akan tetapi, anak-anak mulai perlahan bisa memutarkan gasing melalui bantuan Kak Naufal selaku fasilitator bermain di pos 5. Anak-anak juga terlihat senang melihat gasing yang berputar begitu kencang sampai menghasilkan dengungan.

Potret saat Bermain Gasing

(Dokumentasi TGR Community, 2025)

Agar keseruan kegiatan permainan tradisional semakin bertambah, TGR mengadakan pertandingan tarik tambang antarkelompok. Walaupun tidak berhadiah, pertandingan tarik tambang ini berjalan begitu seru dan ketat. Hal tersebut dapat terlihat dari keras dan kuatnya usaha setiap kelompok untuk memenangkan pertandingan tarik tambang.

Potret Keseruan saat Bermain Tarik Tambang

(Dokumentasi TGR Community, 2025)

Berakhirnya pertandingan tarik tambang menjadi penutup sesi bermain permainan tradisional kali ini. Maka dari itu, mari berlanjut ke sesi membuat karya seni dengan mewarnai gasing bambu. Masing-masing kelompok membuat lingkaran kecil dan menerima gasing, kuas, serta cat air dari Tim TGR.

Setelah seluruh anak menerima gasing dan peralatan melukis, anak-anak mulai mewarnainya. Beragam warna pun terlihat dari masing-masing gasing yang dilukis oleh anak-anak, seperti merah, hijau, biru, dan abu-abu. Wah, kreatif juga ya anak-anak dalam mewarnai gasing!

Potret saat Melukis Gasing

(Dokumentasi TGR Community, 2025)

Selesai mewarnai gasing, anak-anak berkemas dan bersiap untuk pulang. Orang tua yang telah selesai mengikuti parents talk, turun ke lantai satu untuk menjemput anaknya. Dengan demikian, berakhir pula kolaborasi perdana TGR dan SMM di Condet, Pasar Rebo, Jakarta Timur. 

Kata Guru SMM Condet usai Berkegiatan

Salah dua guru SMM Condet yang ikut mendampingi anak-anak bermain permainan tradisional, menyampaikan bahwa kegiatan kali ini meninggalkan kesan yang begitu baik. Dua guru tersebut adalah Kak Ramadhan dan Kak Ayu.

Kak Ramadhan selaku guru PJOK freelance, cukup terkesan usai melihat anak-anak senang mengeksplorasi seluruh permainan tradisional yang disediakan Tim TGR. Kak Ramadhan juga mengaku kagum atas kreativitas Tim TGR dalam memodifikasi egrang bambu sehingga permainan tersebut dapat hadir di masa sekarang. 

“Momen yang paling diingat itu saat anak-anak explore seluruh permainan tradisional yang ada. Salah satunya ada egrang bambu dan itu kreatif banget pembuatannya. Permainan zaman dulu seperti itu bisa dikembalikan ke masa kini dan itu keren banget sih untuk mengenalkan permainan tradisional,” ujar Kak Ramadhan selaku guru PJOK freelance SMM Condet.

Potret Kak Dila Membantu Seorang Anak Bermain Egrang

(Dokumentasi TGR Community, 2025)

Selain Kak Ramadhan, Kak Ayu sebagai guru PAUD SMM Condet, juga ikut terkesan setelah melihat keseruan dan keceriaan anak-anak saat bermain permainan tradisional. Melihat momen yang hangat tersebut, beberapa orang tua pun ikut senang dan tidak lupa untuk mendokumentasikannya melalui telepon genggamnya.

“Aku lihat sih dari awal sampai akhir, anak-anak seru banget. Orang tua juga sangat happy melihat anaknya bermain mungkin karena di rumahnya udah jarang permainan tradisional seperti ini. Jadi, aku lihat orang tua ngerekamin anak-anaknya bermain dan berkumpul sama teman-temannya. Jadi, kesannya sangat amat baik,” kata Kak Ayu selaku guru PAUD SMM Condet.

Kak Ayu juga membagikan momen yang berkesan di hatinya saat anak-anak melukis gasing. Kak Ayu merasakan suasana kebersamaan saat anak-anak duduk dan melukis gasing dengan masing-masing kelompok kecilnya. Kak Ayu juga merasa senang usai anak-anak dapat mencurahkan ide-idenya pada sebuah gasing bambu tersebut.

“Momen yang paling berkesan menurutku sih saat melukis gasing karena mereka bener-bener duduk bareng, terus mereka bebas mengekspresikan apa yang mau mereka buat atau gambar. Jadi, imajinasi mereka tuh pasti lepas di gasing itu,” ujar Kak Ayu selaku guru PAUD SMM Condet.

Potret saat Melukis Gasing

(Dokumentasi TGR Community, 2025)

Melihat kebahagiaan anak-anak saat bermain permainan tradisional, Kak Ramadhan dan Kak Ayu berharap agar kolaborasi antara TGR dan SMM dapat terus berjalan dalam waktu yang panjang. Bahkan, Kak Ayu mengajak SMM cabang lain untuk berkolaborasi dengan Tim TGR mengingat adanya persamaan value antarkedua belah pihak dalam menghadapi masifnya penggunaan gawai oleh anak-anak.

“Semoga kedua belah pihak bisa terus berkolaborasi dan mengajak anak-anak supaya bisa fokus dan bermain bersama tanpa gadget. Semoga juga kita bisa menciptakan lingkungan anak-anak tanpa bergantung dengan gadget. Anak-anak boleh mengenal gadget, tapi jangan lupakan budaya, khususnya permainan tradisional kita,” harap Kak Ramadhan selaku guru PJOK freelance SMM Condet.

“Semoga di seluruh SMM bisa kolaborasi dengan Tim TGR karena ini sangat amat menarik dan sejalan dengan valuenya SMM sehingga bisa melestarikan permainan tradisional. Jadi, anak-anak zaman sekarang gak yang selalu terpapar gadget dan tetap bisa bermain permainan tradisional sesuai umurnya,” harap Kak Ayu selaku guru PAUD SMM Condet.

For your information nih Sobat TGR, SMM mempunyai konsep “no gadget” dengan menerapkan kebijakan phone free di setiap harinya dan gadget free sebulan sekali pada akhir bulan. Pada kebijakan phone free dari SMM ini, anak-anak hanya perlu mengumpulkan handphone-nya. Sementara itu pada kebijakan gadget free, anak-anak berkegiatan di sekolah tanpa menyentuh berbagai jenis gawai, seperti handphone, televisi, laptop, dan perangkat elektronik lainnya.

Konsep “no gadget” SMM dan profil TGR memiliki tujuan yang sama, yaitu mengimbangi dampak negatif dari gadget dalam keseharian anak-anak. Maka dari itu, SMM Condet dan Tim TGR akhirnya menjalin kolaborasi yang positif bagi anak-anak di lingkungan sekolah. Oleh sebab itu, Tim TGR mengingatkan kepada Sobat untuk “Lupakan Gadget-mu, Ayo Main di Luar!(HCG/ed. HRV)

Bagi Sobat TGR yang ingin berkolaborasi dengan kami, baik menjadi pengisi acara, tenant, maupun narasumber, cukup klik tautan di sini, ya

Journalist : Henrique Carlos Guterres

Writer : Henrique Carlos Guterres

Editor : R. Harvie R. B. R

Graphic Designer : Dinda Priska

QC/Publisher : R. Harvie R. B. R

Traditional Games Returns Tgr Care Smm Condet No Gadget
Komentari Tulisan