Halo, Sobat TGR! Tau gak sih kalau sebenarnya ada suatu permainan yang harus mengandalkan kemampuan berpikir dan berhitung dalam memainkannya, menariknya lagi ini merupakan salah satu permainan tradisional yang ada di Indonesia. Nama permainannya adalah congklak. Permainan ini ternyata punya sejarah yang panjang dan cukup menarik untuk dikulik. Selain itu, banyak manfaat yang bisa kita dapatkan dari permainan ini terutama untuk tumbuh kembang pada anak. Mau tahu lebih lanjut? Simak penjelasan di bawah ini, ya.

Potret Bermain Congklak
(Dokumentasi TGR Community, 2026)
Congklak merupakan sebuah permainan tradisional yang dimainkan oleh dua orang. Media yang digunakan dalam permainan ini adalah sebuah papan panjang yang memiliki beberapa lubang. Nantinya, setiap lubang akan diisi oleh biji atau kelereng dengan jumlah yang sama, yaitu masing-masing tujuh buah, kecuali untuk lubang di sisi paling kiri dan kanan akan dikosongkan. Cara memenangkan permainan ini adalah dengan mengumpulkan sebanyak mungkin biji atau kelereng ke dalam lubang di sisi paling kiri dari setiap pemain, lubang tersebut nantinya akan berfungsi sebagai pengumpul poin.

Potret Congklak
(Dokumentasi TGR Community, 2026)
Sebelum dikenal sebagai permainan tradisional yang ada di Indonesia, ternyata congklak memiliki sejarah yang panjang. Congklak diperkirakan muncul di Zaman Kekaisaran Mesir Kuno sekitar abad ke-15 hingga abad ke-11 SM, kemudian menyebar ke sekitar Afrika. Dari sana, congklak menyebar lagi ke Indonesia melalui para pedagang Arab yang saat itu datang untuk berdagang dan berdakwah di Indonesia. Karena hal tersebut, congklak mulai dikenal oleh masyarakat dan terus dimainkan hingga saat ini. Beberapa penamaan congklak di berbagai daerah pun kadang berbeda, contohnya: yaitu Dakon (Jawa), Mokaotan (beberapa daerah di Sulawesi), Jeplak (Kalimantan), dan lain sebagainya
Selain populer di Indonesia, ternyata congklak juga saat ini masih dimainkan secara luas oleh masyarakat di seluruh dunia, contohnya di Afrika. Secara global, nama permainan ini adalah Mancala. Hubungan antara congklak dan mancala, yaitu terletak pada posisi permainan congklak sebagai bagian dari permainan mancala.

Potret Mancala dari Afrika
(Parenting Science, 2009)
Congklak juga mempunyai banyak manfaat dalam pengembangan motorik dan kognitif pada anak. Contohnya: melatih kesabaran, meningkatkan ketelitian, melatih jiwa sportivitas, menganalisis, menyusun strategi, serta dapat melatih kontak sosial dengan teman sebaya (Nataliya, 2015).
Congklak juga bisa dijadikan sebagai media pendamping dalam belajar berhitung pada anak usia dini. Ini karena sistem permainannya yang mengharuskan para pemain untuk berhitung. Media ini tentu saja membuat anak menjadi lebih asyik dalam belajar karena tidak hanya berlandaskan pada teori berhitung saja, tetapi media pembelajarannya sangat fleksibel dan bebas. Anak-anak bisa belajar berhitung sekaligus bermain dalam satu waktu.

Anak-anak Sedang Bermain Congklak
(Dokumentasi TGR Community, 2025)
Adapun penelitian yang dilakukan terkait dengan efektivitas permainan congklak pada anak SD (usia 7-11 tahun) menyatakan bahwa media pembelajaran permainan tradisional congklak efektif untuk meningkatkan kemampuan berhitung siswa SD seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. Hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan rata-rata kemampuan berhitung siswa SD setelah diberikan media pembelajaran permainan tradisional congklak. (Nataliya, 2015). Dengan ini, maka congklak telah terbukti sebagai salah satu permainan tradisional yang sangat cocok untuk dikenalkan kepada anak sejak dini karena memiliki banyak manfaat yang bisa diperoleh hanya dengan memainkannya.
Nah Sobat TGR, setelah membaca ini apakah kalian cukup tertarik untuk memainkan permainan tradisional congklak? Yuk, kita mulai mainkan lagi permainan ini agar congklak bisa tetap eksis dan tidak terlupakan oleh perkembangan zaman. Mari lestarikan permainan tradisional congklak kepada generasi seterusnya dengan mulai mengenalkan permainan ini kepada keluarga kita, teman kita, hingga lingkungan kita. Lupakan Gadgetmu, Ayo Main di Luar!
Writer: Niken Dara Fesya
Editor: Novi
Graphic Designer: Putri Aulia Zulfa
QC/Publisher: Putri Aulia Zulfa
DAFTAR PUSTAKA
Nataliya, P. (2015). Efektivitas penggunaan media pembelajaran permainan tradisional congklak untuk meningkatkan kemampuan berhitung pada siswa sekolah dasar. Jurnal (Vol. 3, No. 2).
Mitra Kolaborasi:
Copyright © 2017 - 2026 Traditional Games Returns All rights reserved.