Traditional Games Returns

Lupakan Gadgetmu, Ayo Main di Luar!

Tumbuh Bersama Anak, Tegas atau Hangat dalam Pola Pengasuhan?

Selasa, 03 Februari 2026 ~ Oleh Traditional Games Returns ~ Dilihat 19 Kali

Halo, Sobat TGR! Mengasuh anak itu sering kali penuh cerita, dari hal kecil sampai keputusan besar yang kadang bikin orang tua mikir dua kali. Setiap orang tua punya caranya sendiri, dan biasanya pilihan itu muncul dari kebiasaan sehari-hari. Ada yang merasa anak perlu diarahkan dengan tegas, ada juga yang lebih nyaman menemani anak dengan pendekatan yang tenang. Belakangan, warganet ramai membahas “Parenting VOC”, sebuah istilah nonresmi yang lahir dari obrolan di media sosial dan dipakai sebagai julukan untuk gaya pengasuhan yang serba tegas, penuh aturan, dan cenderung satu arah  yang sering dibandingkan dengan gaya parenting yang terlihat lebih tenang dan penuh perhatian. Padahal, kalau dilihat dari sudut psikologi, keduanya tidak sedang bertentangan, tapi justru bisa saling melengkapi, loh!

Ilustrasi Gaya Parenting pada Anak

(Dokumentasi TGR Community, 2026)

Parenting VOC dalam psikologi dikenal sebagai pola asuh yang memberi aturan jelas dan konsisten. Anak tahu apa yang boleh dan tidak boleh, serta paham bahwa setiap aturan punya alasan. Penelitian menunjukkan bahwa pola asuh dengan aturan yang jelas membantu anak belajar mengatur perilaku dan emosinya sejak dini (Jin dan Chen, 2024)

Ketegasan juga memberi rasa aman bagi anak. Ketika aturan konsisten, anak tidak bingung dan merasa lingkungan di sekitarnya bisa diprediksi. Dari sisi psikologi perkembangan, rasa aman ini penting untuk membangun kepercayaan diri dan kemandirian anak (Neugebauer dkk, 2020).

Ilustrasi Penerapan DIsiplin pada Anak Melalui Permainan

(Dokumentasi TGR Community, 2026)

Sementara itu, gaya parenting dengan lebih tenang sering dilihat dari cara orang tua hadir secara emosional. Orang tua harus peka terhadap sinyal anak, mau mendengarkan, dan memberi respons dengan tenang. Pendekatan ini sejalan dengan konsep responsive parenting sesuai dengan ilmu psikologi yang terbukti membantu perkembangan emosi anak (Jeong dkk, 2025). Anak yang diasuh dengan pendekatan responsif cenderung lebih mudah mengekspresikan perasaan dan memahami emosi orang lain. Mereka merasa didengar dan dihargai, sehingga hubungan anak dan orang tua menjadi lebih hangat. Hubungan yang hangat ini berperan besar dalam kesehatan mental anak ke depannya tentunya. 

Ilustrasi Gaya Parenting Saling Mendengarkan dan Memahami Emosi Anak

(Dokumentasi TGR Community, 2026)

Kalau dilihat lebih jauh, parenting VOC atau parenting dengan ketenangan sebenarnya punya tujuan yang sama. Keduanya ingin anak tumbuh dengan emosi yang sehat dan perilaku yang terarah. Psikologi modern justru menyebut bahwa anak berkembang paling baik ketika orang tua bisa menggabungkan batasan yang jelas dengan kehangatan emosional (Ichromy dkk, 2025). Dalam keseharian, banyak orang tua tanpa sadar sudah menggabungkan kedua pendekatan ini. Misalnya, tetap disiplin dan tegas soal waktu tidur, tapi mau mendengarkan ketika anak sedang lelah atau rewel. Hal ini akan membantu anak belajar bahwa aturan itu penting, tapi perasaan mereka juga diperhatikan.

Ilustrasi Emosi yang Sehat pada Anak

(Dokumentasi TGR Community, 2026)

Sobat TGR juga perlu ingat ya bahwa setiap anak itu berbeda. Ada anak yang butuh struktur kuat agar merasa aman, ada juga yang lebih sensitif secara emosional. Penelitian menunjukkan bahwa menyesuaikan pola asuh dengan kebutuhan anak jauh lebih efektif dibanding memaksakan satu gaya tertentu (Vasiou dkk, 2023).

Jadi, daripada memperdebatkan mana gaya parenting yang paling benar, lebih baik fokus pada kualitas hubungan dengan anak. Anak membutuhkan orang tua yang hadir, konsisten, dan peduli. Gaya boleh berbeda, tapi selama anak merasa aman dan dicintai, proses tumbuh kembangnya tetap berjalan dengan baik. Pada akhirnya, parenting bukan soal mengikuti tren atau meniru siapa pun. Parenting adalah proses belajar bersama antara orang tua dan anak. Selama Sobat TGR mau terus belajar dan menyesuaikan diri, itu sudah menjadi langkah besar dalam pengasuhan yang sehat.  Lupakan Gadget-mu, Ayo Main di Luar!

Writer: Tazkiya Umamah

Editor: Correy Ananta A

Graphic Designer : Dinda

 

Referensi

Jin, Y., & Chen, W. (2024). Relationship between authoritative parenting style and preschool children’s emotion regulation: A moderated mediation model. International Journal of Mental Health Promotion, 26(3), 189–198. https://doi.org/10.32604/ijmhp.2023.045331

 

Neugebauer, S. R., Coyne, M., McCoach, D. B., & Ware, S. (2020). Reframing adherence: Active ingredients and impromptu interactions that support vocabulary implementation effectiveness. Journal of Educational Psychology, 112(6), 1234–1248. https://doi.org/10.1037/edu0000400

 

Jeong, J., Lobo, E., Mahapatra, S., & Babu, G. R. (2025). A scoping review of responsive caregiving in diverse populations and its association with child development. Early Human Development, 212, 106424. https://doi.org/10.1016/j.earlhumdev.2025.106424

 

Ichromy, U. R., Suryawan, A., & Irmawati, M. (2025). Correlation of responsive caregiving with child development. Journal of Public Health and Pharmacy, 5(1), 64–71. https://doi.org/10.56338/jphp.v5i1.6247

 

Vasiou, A., Kassis, W., Krasanaki, A., Aksoy, D., Favre, C. A., & Tantaros, S. (2023). Exploring parenting styles patterns and children’s socio-emotional skills. Children, 10(7), 1126. https://doi.org/10.3390/children10071126



Komentari Tulisan