Traditional Games Returns

Lupakan Gadgetmu, Ayo Main di Luar!

5 Ide Permainan Tradisional asal Filipina hingga Kolombia Buat Ngabuburit!

Selasa, 03 Maret 2026 ~ Oleh Traditional Games Returns ~ Dilihat 98 Kali

Halo, Sobat TGR! Di bulan Ramadhan yang penuh berkah, bagi Sobat TGR yang beragama Islam, selamat menunaikan ibadah puasa! Inilah waktunya menuai pahala dan banyak-banyak berdoa atau merefleksikan diri. Di sela-sela waktu berpuasa, Sobat TGR tentunya pernah merasakan betapa lamanya waktu berbuka tanpa berkegiatan. Maka dari itu, ngabuburit menjadi jawaban sebagai pengisi waktu sebelum berbuka puasa. 

Beberapa hal biasa dilakukan dalam ngabuburit, seperti bermain game online dan  scroll media sosial. Namun, Sobat tentunya seringkali merasa jengkel setelah mengalami lose streak saat bermain game online dan bosan usai melakukan scroll di media sosial tanpa arah sampai lupa waktu.

Supaya ngabuburit terasa seru dan menyenangkan, TGR mau kasih rekomendasi 5 permainan tradisional mancanegara yang sederhana buat Sobat. Apa aja permainannya? Simak informasinya ya, Sobat!

1. Tumbang Preso (Filipina)

Untuk melepas dahaga setelah lama berpuasa, minuman menjadi jawaban saat berbuka, baik dalam bentuk botol maupun kaleng. Setelah habis diminum, botol atau kaleng tersebut dapat dimanfaatkan sebagai alat bermain saat ngabuburit, lho! Di Filipina, hanya dengan menggunakan botol atau kaleng serta sandal masing-masing, mereka dapat mengadakan sebuah permainan tradisional bernama tumbang preso.

Persiapan sebelum Bermain Tumbang Preso 

Tumbang preso yang secara harfiah berarti “menjatuhkan tahanan”, dapat dimainkan tiga orang atau lebih yang terdiri dari pelempar dan penjaga. Sebelum bermain tumbang preso, Sobat perlu menggambar lingkaran kecil di tanah dan menaruh botol atau kaleng sebagai target di lingkaran tersebut. Selain itu, Sobat TGR juga menggambar garis batas di tanah untuk para pelempar yang berjarak sekitar 6 langkah kaki dari lingkaran kecil tadi.

Cara Bermain Tumbang Preso

Di awal permainan, para pemain menentukan penjaga melalui hompimpa. Selesai hompimpa, saatnya bersiap untuk bermain. Para pelempar yang berdiri di belakang garis batas, masing-masing melemparkan sandal ke arah kaleng.

Selesai melempar, para pelempar harus mengambil kembali sandalnya tersebut ke garis batas tanpa tersentuh penjaga. Sementara itu setelah sesi melempar, penjaga yang berdiri dekat kaleng, harus menyentuh pelempar yang kedapatan memegang sandalnya sebelum mencapai garis batas. Jika berhasil menyentuh pelempar sebelum mencapai garis batas, penjaga dapat bertukar peran dengannya sehingga menjadi “pelempar”.

Potret Permainan Tumbang Preso

(Benedicto Briones, 2022) 

Di sisi lain, jika pelempar berhasil menjatuhkan kaleng, penjaga harus menegakkan kembali kalengnya terlebih dahulu di lingkaran sebelum menyentuh pelempar. Para pelempar tentunya memanfaatkan momen ini untuk mengambil sandalnya dan berlari ke garis batas. Tumbang preso tidak memiliki pemenang tunggal sehingga Sobat dapat puas memainkannya saat ngabuburit.

2. Bone Game (Kanada)

Setelah menyantap hidangan berbuka puasa, hidangan penutup juga diperlukan untuk mencuci mulut, salah satunya adalah es krim yang manis dan lembut.  Sehabis makan es krim, yang tersisa hanyalah stik kayunya nih, Sobat TGR. Stik es krim tersebut bisa digunakan sebagai alat permainan tradisional asal Kanada saat ngabuburit, lho! Nama permainannya adalah bone game.

Persiapan sebelum Bermain Bone Game

Sesuai dengan namanya, permainan yang dapat dimainkan oleh dua orang atau lebih ini, secara tradisional menggunakan lima tulang rusuk banteng sebagai alat bermain. Walaupun begitu, Sobat TGR dapat menggantikannya dengan lima stik es krim. Sobat TGR bisa menggambarkan lima stik es krim tersebut dengan pola yang beragam, dan masing-masing mempunyai nilai tersendiri. Maka dari itu, Sobat TGR bisa melihat pola-pola beserta nilainya pada gambar di bawah ini.

 

Gambar Pola Stik Es Krim beserta Nilainya pada Permainan Bone Game
(Belinda Crowson)

Cara Bermain Bone Game

Seperti biasa, para pemain dapat menentukan giliran dengan melakukan hompimpa. Sesudah itu, pemain memegang lima stik es krim tersebut dan menjatuhkannya ke tanah atau lantai. Setelah itu, pemain dapat memeriksa apakah stik es krim tersebut memperlihatkan sisi bergambarnya atau tidak. Jika sisi bergambar muncul, pemain memperoleh poin dari stik tersebut sesuai dengan nilainya. 

Sebaliknya, jika sisi polos yang muncul, nilainya dihitung 0 poin. Pemain menjumlahkan seluruh nilai stik yang dijatuhkan, lalu memberikan giliran kepada pemain lain. Pemain dapat memenangkan permainan bone game jika terlebih dahulu memperoleh 20 poin secara keseluruhan. Melalui bone game, Sobat TGR dapat melatih kemampuan berhitung saat ngabuburit, lho

3. Strega Comanda Colore (Italia)

Udah ngumpul buat main bareng di lapangan saat ngabuburit, tapi belum tau mau main apa? Sobat TGR bisa mencoba strega comanda colore. Permainan tradisional yang biasa dimainkan di Italia, dapat dimainkan oleh tiga pemain atau lebih di ruang yang luas, dengan syarat penuh warna-warni. Strega comanda colore terbagi menjadi dua peran, yaitu penyihir dan anak-anak. 

Cara Bermain Strega Comanda Colore

Sebelum bermain, para pemain melakukan hompimpa untuk menentukan penyihir. Setelah terpilih, penyihir berkata kepada pemain lain yang berperan sebagai anak-anak, “Penyihir memerintahkan warna...” lalu menyebutkan warna, “Biru”. Setelah penyihir memberikan perintah, para pemain yang berperan sebagai anak-anak, berlari menjauh dari penyihir untuk menemukan benda berwarna biru dan menyentuhnya agar aman.

Potret Permainan Strega Comanda Colore

(Comunità San Paolo VI - Ferno e Lonate Pozzolo, 2020)

Jika penyihir menangkap seorang pemain sebelum mereka menyentuh benda sesuai dengan warna yang dipilih, anak yang ditangkap tersebut beralih peran menjadi penyihir. Permainan berakhir saat Sobat TGR terlalu lelah untuk berlari lagi. Dengan demikian, strega comanda colore dapat dijadikan sebagai pilihan permainan tradisional menemani Sobat TGR saat ngabuburit.

4. Kudoda (Zimbabwe)

Sobat TGR tentunya ga asing dengan bola bekel. Bola bekel menjadi salah satu permainan tradisional pengusir bosan bagi Sobat TGR saat ngabuburit. Nah apa jadinya jika bola bekel beserta biji-bijinya hilang pada saat dibutuhkan? Sobat TGR tidak perlu khawatir karena terdapat permainan tradisional yang mirip dengan bola bekel, yaitu Kudoda dari Zimbabwe.

Persiapan sebelum Bermain Kudoda

Pada permainan kudoda, terdapat beberapa perlengkapan yang perlu disediakan Sobat TGR, yaitu 20 benda kecil (misalnya tutup botol dan bola kertas kecil seukuran kelereng) sebagai “biji bekel”, 1 benda kecil lainnya atau kantong plastik sebagai “bola bekel”, dan 1 buah baskom sebagai wadah permainan. Jika tidak ada baskom di rumah, Sobat TGR dapat menggantikannya dengan menggambar lingkaran di lantai atau tanah. Selanjutnya, 20 “biji bekel” tersebut ditaruh ke dalam wadah permainan. 

Cara Bermain Kudoda

Permainan kudoda dapat dimainkan oleh 2-5 pemain. Sama seperti permainan bola bekel, para pemain duduk melingkar terlebih dahulu di sekitar wadah permainan dan melakukan hompimpa untuk menentukan giliran. Setelah itu, pemain yang mendapatkan giliran bermain, melambungkan “bola bekel” ke udara, lalu menyauk “biji bekel” sebanyak mungkin sebelum menangkap “bola bekel” tanpa menunggu satu kali pantulan.

Potret Permainan Kudoda

(Professor Gustavo Lessa, 2020)

Dalam kudoda, jika “bola bekel” ataupun “biji bekel” terlepas dari genggaman, maka pemain tersebut tidak memperoleh poin dan gilirannya berakhir. Setiap pemain bergantian untuk bermain sampai “biji bekel” di wadah sudah habis. Pemenang kudoda adalah pemain yang berhasil mengumpulkan “biji” terbanyak secara keseluruhan. Kudoda dapat membantu mengembangkan koordinasi tangan-mata dan meningkatkan kemampuan berhitung dasar sehingga ngabuburit Sobat TGR terasa menyenangkan dan bermanfaat.

Kudoda dan Bola Bekel, Serupa tapi tak Sama

Sekilas permainan kudoda mirip dengan bola bekel, tetapi ada perbedaan di antara keduanya. Dari aspek aturan, permainan bola bekel bisa menyentuh tanah satu kali sebelum ditangkap, sedangkan kudoda tidak memperbolehkan “bola bekel” menyentuh tanah sebelum ditangkap. Dari aspek tujuan permainan, pemain bola bekel berfokus untuk menyelesaikan setiap level secara bertahap, sedangkan pemain kudoda berfokus untuk mengumpulkan “biji bekel” sebanyak-banyaknya. 

Selain itu dari segi perlengkapan permainan, jumlah biji dalam permainan bola bekel sebanyak 6 buah, sedangkan jumlah biji dalam permainan kudoda sebanyak 20 buah. Maka dari itu, bisa dikatakan bahwa permainan bola bekel dan kudoda serupa, tapi tak sama”. Baik kudoda maupun bola bekel, keduanya sama-sama melatih motorik dan menumbuhkan jiwa sosial sehingga ngabuburit Sobat TGR makin menyenangkan dan bermanfaat jika memainkannya.

5. Cinco Huecos (Kolombia)

Selain sebagai alat pembayaran, koin juga bisa dipakai sebagai alat trik sulap, penentu kick-off sepak bola oleh wasit, dan alat bantu gambar lingkaran kecil. Namun di Kolombia, koin bisa digunakan sebagai alat permainan tradisional, lho! Lah emangnya bisa? Ya tentu bisa, dong

Di Kolombia, koin menjadi bagian dari permainan tradisional bernama cinco huecos. Cinco huecos merupakan permainan di mana para pemain bersaing untuk mengumpulkan poin sebanyak-banyaknya dengan memasukkan koin ke dalam lubang pada sebuah kotak yang telah tersedia. Lubang-lubang tersebut masing-masing mempunyai beragam poin sehingga mendorong antusias para pemain untuk bersaing.

Target Permainan Cinco Huecos

(Ricardo Andres Ruiz Suarez, 2018)

Sobat TGR bisa memanfaatkan kotak snack berbahan kardus sebagai target atau sasaran dalam permainan ini. Selain itu, kotak yang menjadi target permainan cinco huecos, berjarak 3 langkah kaki dari garis batas pelempar koin. Maka dari itu, akurasi lemparan Sobat TGR benar-benar diuji pada permainan ini. Kegiatan ngabuburit bakal tambah seru nih kalau Sobat TGR mau mencobanya.

Potret Permainan Cinco Huecos

(Ricardo Andres Ruiz Suarez, 2018)

Cinco Huecos, Metembing ala Kolombia

Di Indonesia, khususnya di Bali, terdapat salah satu permainan tradisional yang mirip dengan cinco huecos, di mana para pemainnya juga bersaing memasukkan koin ke dalam sebuah lubang yang ada di tanah. Permainan tersebut bernama metembing. Pemenang dari permainan ini adalah pemain yang berhasil memasukkan koin ke dalam lubang di tanah. Melihat adanya persamaan dari cara bermain, maka bisa dikatakan bahwa cinco huecos ini adalah metembing ala Kolombia.

 

Potret Permainan Metembing

(Samsara Living Museum, 2024)

Nah, ini dia lima permainan tradisional mancanegara buat kegiatan ngabuburit Sobat. Lima permainan tradisional mancanegara ini ga cuman buat ngisi waktu pas ngabuburit doang ya, tapi juga membantu Sobat TGR sama teman-teman supaya makin akrab sekaligus ngulik budaya negara lain di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini. Maka dari itu, TGR mau ngajak Sobat buatLupakan Gadget-mu, Ayo Main di Luar!

 

Writer : Henrique Carlos Guterres

Editor : Samuel Wangsa

Graphic Designer : Diana Elysia

QC/Publisher : Samuel Wangsa

Referensi

BISAYANG MANOK. (2024, July 1). TUMBANG PRESO | PHILIPPINE TRADITIONAL GAMES (Video). YouTube. https://www.youtube.com/watch?v=GeojUmRIKyY 

Cinco Huecos. Así se Juega. (n.d.). https://asisejuega.com/juegos-infantiles/cinco-huecos/ 

City of Calgary. (2020, May 1). At Home - Week 5 - Bone Game (Video). YouTube. https://www.youtube.com/watch?v=WVV_9g51TV0 

 

Samsara Living Museum (2024, January 11). Metembing (Video). YouTube. https://www.youtube.com/watch?v=xk6oODEVDpY 

Strega Comanda color. Mostra Carro Agricolo Fratticciola. (2025, September 26). https://carroagricolo.it/il-ballo/strega-comanda-color/#:~:text=I%20bambini%20si%20muovono%20liberamente,non%20farsi%20prendere%20dalla%20strega 

Traditional African children’s games to play safely. Pembury Tours. (2023, October 23). https://pemburytours.com/traditional-african-childrens-games/ 

Komentari Tulisan