Traditional Games Returns

Lupakan Gadgetmu, Ayo Main di Luar!

Mengenal Permainan Masa Kecil: Petak Umpet!

Selasa, 07 April 2026 ~ Oleh Traditional Games Returns ~ Dilihat 67 Kali

Halo, Sobat TGR! Kalian pasti pernah memainkan permainan petak umpet waktu masih kecil, kan? Sobat TGR penasaran nggak sih? Petak Umpet ini perjalanan sejarahnya gimana ya sampai bisa jadi permainan populer yang masih dimainkan sampai sekarang. Mari kita bahas tentang sejarah permainan Petak Umpet, Check it out!

Sejarah Permainan Petak Umpet

‎Petak Umpet termasuk salah satu permainan tradisional yang telah berumur ratusan tahun dan diperkirakan sudah ada sejak abad ke-2. Beberapa teori menyebutkan bahwa petak umpet berasal dari Tiongkok, karena anak-anak di sana memainkan permainan yang serupa. Seiring berjalannya waktu, permainan ini menyebar ke seluruh negara. Akan tetapi, hal yang berbeda hanyalah aturan bermain yang menyesuaikan budaya dan kultur masing-masing. 

Anak sedang Bermain Petak Umpet

(Telusuriku.com, 2020)

Jejak penyebaran itu pun dapat ditelusuri dari nama-nama unik yang diberikan setiap bangsa terhadap permainan ini. Di Jepang, permainan ini disebut “Kakurenbo(かくれんぼ), Kakurenbo yang berarti bersembunyi.  sementara di Spanyol, permainan ini disebut el escondite.

Cara Memainkan Petak Umpet

Cara memainkan permainan ini sangatlah mudah, tidak memerlukan alat dan bahan apapun. Sehingga dapat dimainkan di mana saja. Pertama, pemain harus berjumlah lebih dari satu, lalu tentukan siapa yang akan menjadi pencari, sementara yang lain bersembunyi di sekitar tempat bermain. Orang yang bersembunyi sebisa mungkin mencari tempat persembunyian yang aman agar tidak mudah ditemukan oleh temannya. 

Sementara, si pencari wajib menutup mata dan menghitung hingga angka yang telah ditentukan, biasanya menghitung sampai angka 10. Karena membutuhkan tempat yang luas untuk bersembunyi, anak-anak kerap melakukan permainan ini di lapangan terbuka seperti di halaman sekolah atau pekarangan rumah.

Anak-anak sedang Bermain Petak Umpet di Depan Rumah

(Wikipedia.com, 2016)

Setelah hitungan selesai, si pencari mulai mencari pemain yang bersembunyi. Pemain yang ketahuan atau terlihat oleh pencari akan dikejar, dan jika tertangkap, dialah yang akan menjadi pencari di sesi selanjutnya. Gimana? Seru sekali, kan? Sobat TGR sudah tahu belum ingin mengumpat di mana agar tidak tertangkap? Hehe.

Permainan ini terasa sangat seru saat pencari dan pemain berlarian menuju titik awal. Rasa deg-degan yang didapat saat bersembunyi dari pencari menjadi adrenalis tersendiri dalam permainan ini. Para pemain yang bersembunyi biasanya berusaha menahan tawa saat bersembunyi agar tidak diketahui oleh si pencari. Sobat TGR pasti pernah mengalami juga, kan? Kalau belum, kapan-kapan kalian harus coba!

Seorang Anak Menutup Mata Sambil Menghitung dalam Permainan Petak Umpet

(Akudankau.id, 2020)

Manfaat Bermain Petak Umpet

Sobat TGR, siapa sangka bahwa permainan sederhana seperti petak umpet ini ternyata memiliki banyak manfaat, lho! Misalnya, permainan ini dapat melatih keterampilan motorik anak. Saat proses bersembunyi atau mencari, anak akan bergerak, baik itu berjalan, ataupun berlari. Ketika mereka mulai saling mengejar pun dapat membuat anak lebih tangkas, sekaligus melatih kemampuan dalam koordinasi tubuh. 

Karena waktu yang terbatas, anak dilatih untuk menemukan tempat bersembunyi secepat mungkin agar tidak mudah ditemukan oleh pencari. Hal tersebut dapat melatih anak untuk berpikir cepat dalam menemukan solusi di bawah tekanan waktu.

Anak-anak sedang Melakukan Hompimpa 

(Dokumentasi TGR Community, 2026)

Selain itu, permainan ini juga melatih kerja sama dengan sesama pemain. Ketika mereka berdiskusi untuk menentukan tempat persembunyian dan merancang strategi baru untuk kembali pada titik awal tanpa tertangkap, secara tidak langsung anak-anak juga belajar cara berkomunikasi dengan orang lain.

Upaya Melestarikan Permainan Petak Umpet

Di era digital seperti sekarang, anak-anak lebih memilih bermain dengan gadget daripada bermain di luar, dan mengakibatkan permainan petak umpet menjadi jarang dimainkan. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengembalikan permainan tradisional ini salah satunya dengan cara mengajarkannya kepada keluarga. Misalnya, ketika adik-adik, sepupu atau keponakan kita sedang berkumpul, kita bisa mengajak mereka untuk bermain petak umpet dan menunjukan pada mereka bagaimana serunya permainan tradisional petak umpet ini jika dimainkan bersama-sama. 

 Anak-anak sedang Bersiap Berlari

(Dokumentasi TGR Community, 2019)

Permainan tradisional petak umpet lebih dari sekedar permainan biasa, tetapi juga mengajarkan anak tentang berkoordinasi, melatih ketangkasan, dan kerjasama antar teman. Melalui artikel ini semoga dapat menambah informasi Sobat TGR sekalian.  Di era digital seperti sekarang, permainan sederhana seperti ini justru menjadi sesuatu yang berharga. Yuk, mulai ajarkan kembali permainan tradisional kepada adik atau keluarga di rumah! Lupakan Gadget-mu, Ayo Main di Luar!

Writer: Febyan Putri S. 

Editor: Andini Haniyatur Riza 

Graphic Designer: Dinda Priska Nurfitriani

Referensi:

Jay, S. (2020). Sejarah dibalik permainan petak umpet. Riwayatmu. https://www.riwayatmu.com/2020/12/sejarah-di-balik-permainan-petak-umpet.html

Pratama, E. (2026). Sejarah dan nilai budaya petak umpet di Indonesia. Kumparan. https://kumparan.com/rizky-ega-pratama/sejarah-dan-nilai-budaya-petak-umpet-di-indonesia-26qyunb9yxF







Komentari Tulisan