Traditional Games Returns

Lupakan Gadgetmu, Ayo Main di Luar!

Satu Hari Penuh Tawa di PYI Yatim dan Zakat Bersama TGR dan Buat Berseri

Senin, 13 April 2026 ~ Oleh Traditional Games Returns ~ Dilihat 22 Kali

Hai, Sobat TGR! Pada tanggal 15 Februari, keceriaan kembali hadir lewat kolaborasi Tim TGR bersama para volunteer Buat Berseri di Panti Asuhan PYI Yatim dan Zakat, Tebet. Kegiatan kali ini terasa begitu hangat karena mempertemukan adik-adik panti dengan kakak-kakak volunteer dalam satu ruangan yang penuh tawa dan kebersamaan. Sejak awal kegiatan dimulai, suasana sudah dipenuhi semangat dan rasa penasaran akan permainan apa saja yang akan dimainkan hari itu.

Kegiatan dibuka melalui sambutan dari Kepala Panti Asuhan PYI Yatim dan Zakat yang menyampaikan rasa terima kasih atas kolaborasi yang terjalin. Beliau berharap kegiatan seperti ini dapat menghadirkan keceriaan dan pengalaman baru bagi anak-anak. Sambutan kemudian dilanjutkan oleh perwakilan volunteer Berseri yang menyampaikan antusiasmenya bisa terlibat langsung dalam kegiatan bermain bersama adik-adik panti. Tak ketinggalan, Kak Nina selaku perwakilan dari TGR juga menyampaikan harapannya agar kolaborasi ini tidak berhenti di satu kesempatan saja, dan permainan tradisional bisa terus dilestarikan.

Setelah rangkaian sambutan yang penuh kebersamaan, kegiatan pun dilanjutkan dengan sesi ice breaking. Anak-anak dan kakak volunteer diminta membentuk lingkaran besar dengan posisi selang-seling, antara kakak dan adik. Mereka mengikuti instruksi dari tim TGR dengan penuh antusias. Ada yang harus melompat, bergerak cepat, atau mengganti posisi sesuai aba-aba. Tawa pun pecah berkali-kali, membuat rasa canggung perlahan hilang dan digantikan dengan keakraban yang terasa hangat. Asyik banget!

Memasuki sesi berikutnya, anak-anak panti dan kakak-kakak volunteer Buat Berseri dibagi menjadi empat kelompok sebagai peserta permainan. Sementara itu, kakak-kakak TGR berperan sebagai fasilitator yang akan mendampingi dan memastikan setiap permainan berjalan seru dan menyenangkan.

 

Pos 1: Gasing 

Keseruan Bermain Gasing

(Dokumentasi TGR Community, 2026)

Di pos ini, suasana langsung ramai begitu tali gasing mulai dililitkan. Kak Jessy dengan sabar mengajari cara melilit tali yang benar, enggak boleh terlalu longgar, enggak boleh terlalu kencang. Anak-anak awalnya masih bingung, ada yang gasingnya langsung jatuh, ada yang muternya cuma setengah detik terus tumbang.

Di situlah letak asyikknya!. Setiap kali ada yang berhasil muter lebih lama, langsung disambut, “WOOO!” bareng-bareng. Dan puncaknya, ada satu momen yang bikin semua langsung fokus ke tengah lingkaran. Salah satu gasing berhasil dilempar dengan teknik yang pas banget. Tarikannya kuat dan kencang, Saking kencangnya, keluar bunyi halus “Ngiinggggg…”

Pos 2: Keprayan

Keseruan Bermain Keprayan

(Dokumentasi TGR Community, 2026)

Di pos Keprayan, atmosfernya langsung terasa intens, tapi tetap seru. Setiap anak harus mengandalkan fokus dan kelincahannya sendiri. Kak Nova menjelaskan aturan mainnya, intinya tenang, enggak boleh terburu-buru, tapi juga nggak boleh terlalu lama mikir. Begitu dimulai, ekspresi mereka langsung berubah serius. Mata fokus ke arena, badan sedikit condong ke depan, siap ambil langkah dengan cepat dan tepat.

Yang bikin seru, tiap anak punya gaya masing-masing. Ada yang tenang dan penuh perhitungan, ada yang langsung gerak cepat tanpa ragu. Kadang ada yang hampir salah langkah lalu buru-buru memperbaiki. Pos ini benar-benar melatih konsentrasi, keberanian mengambil keputusan, dan percaya dengan pilihan sendiri.

 

Pos 3: Congklak

Keseruan Bermain Congklak

(Dokumentasi TGR Community, 2026)

Di pos Congklak, suasananya memang membuat anak-anak lebih duduk manis, tapi jangan salah … suasana tegangnya dapet banget. Setiap anak harus benar-benar memikirkan strategi sendiri. Kak Zie ngajarin dulu cara bermain, cara ambil biji, cara jalanin satu per satu, dan gimana caranya biar bisa “nembak” poin ke lumbung sendiri. Awalnya masih santai, bahkan ada yang sambil senyum-senyum.

Begitu mulai ngerti polanya, ekspresinya langsung berubah serius. Alis mulai naik, bibir komat-kamit menghitung langkah, tangan jalan pelan tapi penuh perhitungan. Ada yang berhasil dapat giliran lagi dan langsung senyum puas, ada juga yang kecolongan poin dan cuma bisa bilang, “Yahhh …” sambil ketawa malu. Di pos ini kelihatan banget siapa yang sabar, siapa yang suka ambil risiko..

 

Pos 4: Balogo 

Keseruan Bermain Balogo

(Dokumentasi TGR Community, 2026)

Dari semua pos, Balogo jadi yang paling heboh dan paling berisik. Bahkan sebelum mulai pun, anak-anak sudah ramai sendiri, saling tantang dan enggak sabar buat lempar. Ka Della jelasin tekniknya dulu cara pegang logo harus mantap, badan seimbang, mata fokus ke target, dan lemparannya jangan asal keras karena harus tepat sasaran. Namanya juga lagi semangat, kadang baru hitungan satu sudah ada yang keburu lempar duluan. Begitu logo meluncur, semua langsung teriak bareng.

Setiap kali logo lawan jatuh atau bergeser sedikit saja, teriakannya bisa bikin pos lain ikut nengok. “KENAAA!” “WOYYY JATUH!” Sorak sorai, tepuk tangan, bahkan ada yang lompat kegirangan. Suasananya benar-benar pecah dan penuh energi. Deg-degannya dapat, hebohnya dapat, dan yang pasti bikin suasana makin hidup sampai akhir sesi.

 

Sesi Battle Kelompok

Keseruan Battle Kelompok

(Dokumentasi TGR Community, 2026)

Begitu masuk sesi battle, suasana langsung berubah drastis jadi super heboh. Empat kelompok berbaris sambil teriak-teriak kasih semangat ke tim masing-masing. Jessy, Vito, Nova, dan Zie mendampingi setiap kelompok sekaligus menyusun strategi bareng kelompok dampingan mereka, sementara Ka Della berdiri siap jadi juri dengan ekspresi serius, tapi tetap ketawa lihat tingkah anak-anak yang enggak bisa diam. Belum juga aba-aba dimulai, ruangan sudah penuh suara.

Saat permainan dimulai, estafet sarung langsung bikin suasana pecah. Anak-anak bergerak cepat, saling tarik sarung ke belakang tanpa mau kalah. “Cepat! Cepat!” teriak satu tim, dibalas lebih kencang oleh tim lain. Ada yang hampir tersangkut sampa membuat panik rapi tetap tertawa, tapi semua tetap fokus supaya barisan enggak putus. Energinya benar-benar terasa, langkah kaki ramai, suara tawa campur sorakan tiap kelompok memenuhi ruangan itu penuh dengan keceriaan

Belum selesai sampai di situ, tantangan lempar ring ke cone bikin deg-degan naik dua kali lipat. Ring dilempar satu per satu, ada yang meleset tipis, ada yang mental keluar, bikin satu tim langsung heboh teriak bareng. Begitu satu ring berhasil masuk tepat ke cone, teriakan kemenangan langsung pecah keras banget sampai semua orang reflek ikut bersorak sampai lompat kegirangan. Sesi ini benar-benar jadi momen paling ramai, paling berisik, dan paling hidup sepanjang kegiatan hari itu.

Sorakan makin pecah ketika hasil akhir diumumkan. Setelah dihitung dengan teliti oleh Kak Della sebagai juri, ternyata kelompok yang berhasil memasukkan ring ke cone terbanyak adalah Kelompok empat yang didampingi Kak Zie. Begitu nama kelompoknya disebut, mereka langsung lompat bareng, teriak sekeras-kerasnya, bahkan ada yang sampai tepuk tangan sendiri sambil ngakak enggak percaya. “YEAAAY!” terdengar panjang dan heboh, bikin suasana makin ricuh, tapi penuh kebahagiaan. Asyikk!

Kelompok lain pun ikut memberi tepuk tangan. Wajah-wajah penuh keringat itu tetap berseri-seri. Momen pengumuman ini jadi penutup battle yang super meriah, karena di balik riuh dan kompetisinya, yang paling terasa justru kebersamaan dan keseruan yang mereka bangun bersama-sama.

Keseruan hari itu juga terasa dari cerita langsung para peserta. Fatah dengan wajah masih berbinar bilang kalau kegiatan bermain hari ini “seru bangettt…” dan dia ingin “main lagiiii …”. Dari semua permainan yang dicoba, congklak jadi favoritnya. “Aku paling suka congklak …” katanya sambil tersenyum lebar. Menurutnya, permainan itu bikin penasaran karena harus mikir langkah biar bisa dapet poin lebih banyak.

Ardi juga nggak kalah antusias. “Seru dan asyik banget …” ujarnya penuh semangat. Hampir semua permainan dia suka, tapi balogo jadi yang paling berkesan. “Balogo paling seru, apalagi pas kena…” katanya sambil ketawa. 

Raya dari volunteer Buatberseri juga mengungkapkan rasa senangnya bisa ikut terlibat. “Senang banget bisa ikut kegiatan hari ini …” tuturnya. Ia merasa bermain permainan tradisional bersama anak-anak menghadirkan suasana yang hangat dan penuh energi positif. Raya juga mengaku masih banyak permainan tradisional yang sebelumnya belum ia tahu, dan baru pertama kali ia coba justru di kegiatan hari itu.

Harapannya, “Semoga ke depannya Buat Berseri bisa terus berkolaborasi, terus melestarikan permainan tradisional, dan menebarkan hal-hal positif untuk anak-anak…” sehingga kebersamaan seperti hari itu bisa terus berlanjut.

Semangat dan cerita dari Fatah, Ardi, dan Raya terasa seperti rangkuman kecil dari keseluruhan kegiatan hari itu, ramai, hangat, dan penuh tawa. Anak-anak yang awalnya mungkin masih malu-malu, kini sudah terlihat akrab dengan kakak-kakak volunteer dan tim TGR. Beberapa masih saling bercanda, ada yang sibuk membahas momen favoritnya, ada juga yang sudah mulai bertanya kapan bisa bermain bersama lagi.

Kegiatan pun resmi ditutup dengan doa bersama, dipimpin dengan khidmat tapi tetap terasa hangat. Semua menundukkan kepala sejenak, mengakhiri rangkaian acara dengan rasa syukur atas kebersamaan yang telah tercipta. Setelah itu, suasana kembali riuh ketika sesi foto bersama dimulai. Anak-anak langsung merapat, tersenyum lebar ke arah kamera, sementara kakak-kakak volunteer dan tim TGR berdiri di belakang. Jepretan demi jepretan menangkap momen penuh kebahagiaan yang rasanya sayang sekali kalau cepat berlalu.

Kolaborasi di Panti Asuhan PYI Yatim dan Zakat hari itu menjadi bukti bahwa ruang bermain sederhana mampu menghadirkan dampak yang luar biasa. Lewat permainan tradisional, terbangun keberanian, kekompakan, dan kenangan manis yang akan terus diingat. Semoga langkah kecil ini terus bertumbuh menjadi gerakan yang lebih besar, menjangkau lebih banyak anak, dan menghadirkan lebih banyak senyum di kesempatan berikutnya.

Demikian kegiatan Tim TGR kali ini, semoga keceriaan dan pembelajaran yang didapat dapat menjadi pengalaman berkesan bagi seluruh peserta. Bagi Sobat TGR yang ingin berkolaborasi bersama Tim TGR, baik sebagai pendamping kegiatan, mitra komunitas, maupun narasumber, jangan ragu untuk menghubungi kami. Lupakan Gadget-mu, Ayo Main di Luar! (AVT/ed. ).

Writer: Alvito Adiansyah

Editor: Naufal Haidar Rauf

Graphic Design: Nurul

Tim Dan Relawan Tgr Buatberseri Pyi Yatim Dan Zakat Tebet
Komentari Tulisan