Traditional Games Returns

Lupakan Gadgetmu, Ayo Main di Luar!

Ngabuburit Penuh Makna Bersama TGR dan Voluntrip KitaBisa

Jum'at, 24 April 2026 ~ Oleh Traditional Games Returns ~ Dilihat 33 Kali

Hai, Sobat TGR! Pada tanggal 14 Maret 2026, keceriaan kembali hadir lewat kolaborasi Tim TGR bersama Voluntrip KitaBisa di Mushola Baitul Muslimin. Kegiatan yang dimulai pada sore hari ini langsung dipenuhi energi positif dari para peserta yang sudah tidak sabar untuk bermain bersama. Sejak awal, suasana terasa hangat dengan sapaan dan interaksi antar anak-anak dan kakak-kakak volunteer.

Sebelum memasuki inti kegiatan, acara dibuka dengan sesi ice breaking yang dipandu oleh Kak Nina. Seluruh peserta membentuk lingkaran besar dengan posisi selang-seling, antara anak-anak dan kakak-kakak volunteer. Suasana yang awalnya sedikit canggung perlahan mulai mencair dan peserta mulai bernyanyi bersama. Semua berjalan memutari lingkaran sambil mengikuti irama dengan penuh semangat.

Di tengah keseruan itu, Kak Nina mulai memberikan berbagai instruksi secara acak dan cepat. Mulai dari “balik ke belakang” yang membuat semua peserta langsung berbalik arah, lalu dilanjutkan dengan berjalan mundur. Belum selesai sampai di situ, instruksi berikutnya seperti berjalan jongkok membuat suasana semakin pecah karena banyak yang tidak kuat menahan tawa melihat gerakan teman-temannya. Asyiik!

Memasuki sesi berikutnya, anak-anak bersama kakak-kakak Voluntrip KitaBisa dibagi menjadi enam kelompok sebagai peserta permainan. Sementara itu, kakak-kakak TGR berperan sebagai fasilitator yang mendampingi dan memastikan setiap permainan berjalan seru dan menyenangkan.

Pos 1: The 25 Prophet



Keseruan Bermain The 25 Prophet

(Dokumentasi TGR Community, 2026)

Di pos pertama, suasana langsung pecah begitu permainan dimulai. Kak Ghina sebagai fasilitator membuka dengan gaya santai dan seru, bikin semua peserta langsung nyaman. Begitu estafet sarung dimulai, barisan langsung bergerak, tapi enggak lama kemudian mulai muncul momen-momen lucu. Ada yang kesulitan masukin sarung, ada yang hampir nyangkut, bahkan ada yang sambil ketawa sampai bingung sendiri harus gimana. Dari situ, tawa mulai pecah di mana-mana, dan suasana jadi makin hidup.

Pas sarung akhirnya sampai di peserta terakhir, langsung lanjut ke bagian nempelin nama nabi dan rasul di papan. Di sini mulai kelihatan ekspresi serius campur panik lucu, ada yang langsung nempel dengan yakin, ada juga yang berhenti sebentar sambil mikir, “Ini bener enggak ya…”. Tapi justru di situlah asyiknya, semua dilakukan sambil santai, saling bantu, dan tetap penuh tawa. 

Pos 2: Islamic Speed Cups



Keseruan Bermain Islamic Speed Cups

(Dokumentasi TGR Community, 2026)

Masuk ke pos kedua, suasana langsung berubah jadi lebih intens tapi tetap seru. Permainan Islamic Speed Cups ini dimainkan secara duel antar dua orang. Anak-anak harus menyusun gelas secepat dan setepat mungkin sesuai dengan susunan Kak Ellysa. Begitu aba-aba dimulai, keduanya langsung gerak cepat. Tangan sibuk nyusun, mata fokus ke contoh, tapi ekspresinya campur aduk antara serius dan panik lucu.

Yang bikin makin deg-degan, siapa yang selesai duluan harus langsung pencet bel. Ada yang ngebut dari awal, ada juga yang sempat berhenti sebentar karena ragu, lalu buru-buru ngejar. Begitu bel ditekan, langsung jadi momen menarik, kadang benar dan langsung senyum puas, kadang malah ketawa karena ternyata masih ada yang salah. Suasananya tegang tapi tetap penuh tawa, bikin pos ini jadi salah satu yang paling asyik!

Pos 3: Islamic Word Chain

Keseruan Bermain Islamic Word Chain

(Dokumentasi TGR Community, 2026)

Masuk ke pos ketiga, suasana langsung berubah jadi penuh tawa dari awal permainan. Peserta berbaris memanjang, lalu satu pesan dibisikkan dari orang pertama hingga ke orang terakhir. Kedengarannya simpel, tapi justru di sinilah letak keseruannya. Dari awal bisikan masih jelas, tapi makin ke belakang mulai berubah-ubah, ada yang salah dengar, ada juga yang nebak-nebak sambil ketawa nahan suara.

Begitu sampai di orang terakhir dan jawabannya disebutkan, suasana langsung pecah. Pesan yang keluar sering kali jauh banget dari versi awal, bikin semua langsung ngakak bareng. Bahkan ada yang sampai ulang-ulang bilang, “Hah? Kok bisa jadi gitu?” sambil ketawa nggak berhenti. Pos ini benar-benar jadi momen yang ringan, fun, dan bikin semua makin akrab satu sama lain.

Pos 4: The 12 Islamic Month



Keseruan Bermain The 12 Islamic Month

(Dokumentasi TGR Community, 2026)

Di pos keempat, keseruannya langsung terasa dari cara mainnya yang enggak biasa. Anak-anak harus mengambil bola dari dalam keranjang menggunakan stik  dan mereka harus kerja sama, masing-masing pegang stik lalu mengangkat bola bareng-bareng sampai bisa keluar dari keranjang. Kelihatannya simpel, tapi ternyata susah banget. Kalau gerakannya enggak kompak, bolanya langsung jatuh lagi. Dari situ mulai terdengar, “Pelan-pelan!” “Angkat bareng!” sambil ketawa karena berkali-kali gagal tapi tetap seru.

Begitu berhasil mengangkat satu bola, langsung lanjut ke bagian menebak. Di setiap bola ada angka, misalnya dapat angka 12, anak-anak harus menebak bulan ke-12 dalam kalender Islam. Ada yang langsung jawab dengan yakin, ada juga yang sambil mikir dulu sambil nyebut urutan bulan pelan-pelan. Suasananya tetap ramai, penuh tawa, dan terasa banget kerja sama dari awal sampai akhir permainan.

Pos 5: Moslem Genius

Keseruan Bermain Moslem Genius

(Dokumentasi TGR Community, 2026)

Masuk ke pos kelima, suasana langsung berubah jadi paling heboh. Permainan Moslem Genius ini bikin semua peserta harus ekstra fokus sekaligus sigap. Dari awal, mereka mengikuti instruksi seperti “kepala, pundak, lutut, kaki” dengan tempo yang makin lama makin cepat. Tangan terus bergerak sesuai aba-aba, tapi dalam waktu yang sama mereka juga bersiap untuk momen kejutan yang bisa datang kapan saja.

Begitu instruksi berubah jadi “bola”, suasana langsung pecah total. Semua refleks berebut secepat mungkin mengambil bola yang ada di tengah, tepat di bawah mereka. Gerakannya spontan, cepat, dan penuh energi. Teriakan, tawa, dan suara riuh langsung memenuhi ruangan. Ada yang berhasil langsung dapat bola dengan bangga, ada juga yang telat sedikit lalu ketawa ngakak. Pos ini benar-benar jadi yang paling asyik, paling berisik, dan paling bikin semua peserta benar-benar lepas menikmati permainan!

 

Pos 6: Islamic Eat Bulaga



Keseruan Bermain Islamic Eat Bulaga

(Dokumentasi TGR Community, 2026)

Masuk ke pos terakhir, suasana tetap seru tapi dengan cara yang beda. Permainan Islamic Eat Bulaga ini langsung bikin semua penasaran sekaligus ketawa dari awal. Setiap peserta memakai bando di kepala yang berisi kata atau istilah bertema Islam, tapi mereka enggak tahu apa isi tulisan di bandonya sendiri. Tugas mereka adalah menebak kata tersebut dengan bantuan jawaban dari teman-temannya yang hanya boleh menjawab “ya”, “bukan”, atau “bisa jadi”.

Dari sini, suasana langsung cair banget. Pertanyaan-pertanyaan unik mulai keluar, kadang masuk akal, kadang juga bikin semua ketawa karena terlalu random. Ada yang nebak-nya cepat dan tepat, ada juga yang muter-muter dulu baru ketemu jawabannya. Interaksi antar peserta terasa hangat, penuh tawa, dan saling bantu. Pos ini jadi penutup yang santai tapi tetap asyik, bikin semua menikmati momen sampai akhir permainan.

Sesi foto dan buka puasa bersama

Foto bersama

(Dokumentasi TGR Community, 2026)

Setelah seluruh rangkaian permainan selesai, suasana masih terasa hangat dan penuh energi. Tawa dari tiap pos seolah masih terngiang, dan obrolan seru belum juga berhenti. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama yang langsung jadi momen paling ditunggu. Anak-anak, kakak-kakak voluntrip KitaBisa dan Tim TGR berkumpul, saling merapat, dengan senyum lebar dan ekspresi ceria. Hitungan “Satu, dua, tiga!” berkali-kali terdengar, diikuti berbagai gaya mulai dari yang rapi sampai yang spontan penuh tawa. Bahkan ada yang sengaja bikin pose lucu biar makin berkesan.

Setelah puas foto-foto, mereka beristirahat sejenak. Suasana berubah jadi lebih santai, tapi tetap ramai dengan obrolan dan candaan. Ada yang duduk bareng sambil cerita pengalaman di tiap pos, ada juga yang masih belum move on dari permainan paling heboh. Energinya mungkin mulai turun, tapi rasa senangnya masih terasa jelas di wajah masing-masing.

Menjelang waktu berbuka, anak-anak, kakak-kakak voluntrip KitaBisa dan Tim TGR kembali berkumpul dengan suasana yang lebih tenang namun tetap hangat. Momen buka bersama jadi penutup yang manis setelah serangkaian aktivitas seru. Sambil menikmati hidangan, kebersamaan terasa semakin erat bukan cuma sekadar bermain, tapi juga berbagi tawa dan kebahagiaan. Hari itu pun ditutup dengan perasaan puas, ceria, dan kenangan indah yang enggak mudah dilupakan.

Setelah seluruh rangkaian permainan selesai, suasana masih terasa hangat dan penuh energi. Tawa dari tiap pos seolah masih terngiang, dan obrolan seru belum juga berhenti. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama yang langsung jadi momen paling ditunggu. Anak-anak dan kakak-kakak volunteer berkumpul, saling merapat, dengan senyum lebar dan ekspresi ceria. Hitungan “Satu, dua, tiga!” berkali-kali terdengar, diikuti berbagai gaya—mulai dari yang rapi sampai yang spontan penuh tawa. Bahkan ada yang sengaja bikin pose lucu biar makin berkesan.

Apa kata mereka?

Kesan positif juga datang dari para peserta yang ikut merasakan langsung keseruan kegiatan hari itu. 

Grace dari Voluntrip KitaBisa mengaku, “Seneng banget bisa ikut acara ini, apalagi ada permainan tradisional yang sekarang sudah jarang dimainkan. Suasananya hangat, seru, dan bikin kita benar-benar bisa dekat satu sama lain. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut dan bisa membawa kebaikan untuk anak-anak ke depannya.” 

Wah, dari pernyataan Grace ini kelihatan banget kalau kegiatan ini enggak cuma seru, tapi juga berhasil menciptakan kedekatan dan makna bagi semua yang terlibat, ya, sobat!

Di sisi lain, Adi sebagai salah satu anak-anak juga menyampaikan antusiasmenya, 

Seru dan menyenangkan banget bisa ikut bermain permainan ini. Dari awal sampai akhir enggak ngebosenin, malah makin lama makin seru. Aku paling suka saat bermain Moslem Genius, karena suasananya rame banget dan bikin deg-degan waktu rebutan bola.” 

Dari cerita Adi, terasa jelas kalau suasana permainan benar-benar hidup dan bikin peserta larut dalam keseruan dari awal sampai akhir.

Dimas pun ikut menambahkan kesannya dengan penuh semangat, 

Seru banget permainan hari ini, apalagi bisa sambil ngabuburit menunggu waktu berbuka puasa. Jadi enggak  kerasa capek atau lama, malah pengen terus lanjut main. Semua permainannya asyik dan bikin kita ketawa terus bareng teman-teman.” 

Wah, kelihatan kalau kegiatan ini berhasil banget jadi cara seru untuk mengisi waktu ngabuburit, sampai-sampai waktu terasa berjalan cepat tanpa disadari. Asyiik!

Sobat TGR! Seru banget, kan rangkaian kegiatan hari ini? Semoga kegiatan hari ini bisa jadi kenangan manis yang terus diingat, sekaligus jadi langkah kecil untuk terus menghadirkan ruang bermain yang positif dan penuh makna bagi anak-anak ke depannya.

Yuk, terus ikuti keseruan kegiatan TGR lainnya! Jangan sampai ketinggalan, karena setiap kegiatan TGR selalu membawa pengalaman bermain yang asyik, hangat, dan bermakna. Lupakan Gadget-mu, Ayo Main di Luar! (AVT/ed. ).

Writer: Alvito Adiansyah

Editor: Naufal Haidar Rauf

Graphic Design: Nurul

Voluntrip Kitabisa Voluntrip
Komentari Tulisan